Aksi Pendekar Covid-19 (Aktualisasi Karakter dan ICT Wujudkan Pendidikan Merdeka Belajar dimasa Pandemi Covid-19) - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Tri Sulistyo Rini

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 November 2021

Jumat, 3 Desember 2021 05:05 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Aksi Pendekar Covid-19 (Aktualisasi Karakter dan ICT Wujudkan Pendidikan Merdeka Belajar dimasa Pandemi Covid-19)

    Pandemi covid-19 jelas berdampak besar bagi dunia pendidikan. Hal tersebut memaksa kita beradaptasi terhadap pembiasaan baru yaitu PJJ. Sebagai pendidik kita harus terus berkarya, terkoneksi, menginspirasi, serta mampu melakukan inovasi revolusioner bagi kemajuan pendidikan. Tanggung jawab seorang pendidik sangat besar untuk mewujudkan salah satu cita cita bangsa, yaitu merdeka belajar. Realita saat ini, baik guru maupun siswa sulit beradaptasi dengan pembiasaan tersebut. Permasalahan yang ada adalah: semangat belajar siswa sangat rendah, orang tua stress mendampingi putra/putrinya, guru kurang menguasai IT sehingga kesulitan menyampaikan materi pelajaran, nilai akademik dan karakter siswa menurun drastis dan tidak sedikit yang kecanduan game online. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan strategi AKSI PENDEKAR COVID-19 (Aktualisasi Karakter dan ICT wujudkan Pendidikan Merdeka Belajar dimasa Pandemi Covid-19)

    Dibaca : 273 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    AKSI PENDEKAR COVID-19

    (Aktualisasi Karakter dan ICT Wujudkan Pendidikan Merdeka Belajar dimasa Pandemi Covid-19)

    Pandemi covid-19 jelas terasa pengaruhnya bagi dunia pendidikan. Seperti kita ketahui bersama, corona virus telah berdampak pada sekitar 60 juta anak di Indonesia. Hal tersebut memaksa untuk beradaptasi terhadap kebiasaan baru yaitu menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Meskipun pembelajaran dilaksanakan secara PJJ, bukan berarti kreatifitas untuk membimbing dan mencetak generasi penerus bangsa seketika runtuh. Sebagai pendidik kita harus terus belajar, berkarya, terkoneksi, menginspirasi, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Tidak mudah memang, tetapi situasi seperti ini tidaklah cukup dengan berkeluh kesah apalagi saling menyalahkan.

    Nasib bangsa tergantung dari pendidik yang berkompeten dan profesional. Apapun kondisinya, siswa harus tetap mendapatkan haknya menerima pembelajaran untuk meningkatkan ilmu dan kopentensinya. Tanggung jawab seorang pendidik sangat besar untuk mewujudkan harapan dan cita cita bangsa, untuk itulah sebagai pendidik harus mampu melakukan inovasi revolusioner bagi kemajuan pendidikan.

    Realita saat ini, baik guru maupun siswa merasa kesulitan dalam beradaptasi dari pembelajaran luring menjadi daring. Permasalahan yang ada adalah: Minat dan semangat belajar siswa sangat rendah, orang tua terbebani dan stress mendampingi putra/putrinya, guru kurang menguasai IT sehingga kesulitan menyampaikan materi pelajaran, nilai akademik dan karakter siswa menurun drastis dan tidak sedikit yang kecanduan game online.

    Dari permasalahan tersebut ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk memberikan yang terbaik dengan produktif berkarya, yaitu dengan strategi AKSI PENDEKAR COVID-19 (Aktualisasi Karakter dan ICT wujudkan Pendidikan Merdeka Belajar dimasa Pandemi Covid-19)

    Aksi Pendekar Covid-19 merupakan kegiatan yang dilaksankan oleh pahlawan dalam hal ini adalah guru dalam melaksankan pembelajaran di masa pandemic covid-19. Aksi Pendekar Covid-19 merupakan akronim dari: Aktualisasi Karakter dan ICT wujudkan Pendidikan Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19. Aktualisasi karakter dan ICT ialah integrasi karakter yang tetap harus ditanamkan beriringan dan disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Pendidikan merdeka belajar esensisnya adalah menggali potensi terbesar dalam diri siswa maupun guru untuk terus berkarya dan menginspirasi. Merdeka belajar merupakan pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada guru maupun siswa untuk berkreatifitas dan mengembangkan kompetensinya, bebas mencari referensi dari manapun untuk mendukung pembelajaran.

    Aksi yang  bisa diterapkan untuk merealisasikan merdeka belajar antara lain:

    INOBEL (Inovasi Media Pembelajaran)

    Keterbatasan guru dalam menguasai IT sangat berpengaruh terhadap cara guru menyampaikan materi kepada siswa. Membuat video pembelajaran tidak selalu indentik dengan peralatan yang mahal, studio yang bagus serta cameramen ataupun editor yang handal. Dengan android (kinemaster) ternyata bisa menghasilkan video pembelajaran yang memukau.

    GULING (Guru Keliling)

    Pemetakan sangat penting dalam pembelajaran jarak jauh. Siswa yang tinggal bersama nenek, tidak memiliki HP, lokasi rumah sulit sigyal. Dari pemetakan tersebut guru bisa menjadwalkan pembelajaran yang sesuai untuk keliling dari rumah kerumah.

    GBK (Guru Berbagi Kreatif)

    Beragam keterbatasan yang ada, kita butuh sharing dengan sesama guru. GBK merupakan komunitas yang dibentuk beranggotakan guru dari seluruh Indonesia, pelatihan gratis baik daring maupun luring ternyata sangat efektif sebagai media bertukar pengalaman.

    Kelon Literasi (Kelas Online Literasi)

    Meski belajar dirumah, bukan berarti kreatifitas siswa runtuh.  Kelon Literasi, yaitu berbagai perlombaan secara online yang mengasah kreatifitas, memotivasi dan memantikjiwa kompetitif siswa dan hasilnya karya siswa di uplad di Youtube. 

    Flip Book dan edpuzlle

    Menyajikan materi dengan kreasi yang menarik siswa, akan menambah semangat siswa untuk terus belajar. Aksi Pendekar Covid-19 juga berkreasi mengembangkan kreatifitas dengan membuat flip book dan edpuzlle dalam menyajikan materi yang interaktif.

    Kelas Maya/ Website Kelas

    Teknologi yang semakin berkembang, mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan kemajuan. Microsoft 365 adalah salah satu software dengan berbagai fitur untuk memudahkan pembelajaran. Mulai dari sway untuk membuat rangkuman materi yang menarik, quiz untuk membuat game soal yang menyenangkan, form untuk membuat soal. Selain Microsoft 365, ada juga googlesite dan canva yang bisa digunakan untuk membuat kelas maya yang pasti seru dan menantang peserta didik dalam berproses merdeka belajar.

    Mozaik Pelajar Pancasila (Inovasi Jurnalistik)

    Seringnya siswa melakukan pembelajaran PJJ membuat siswa sering memegang HP. Tidak sedikit yang di salah gunakan, sehingga siswa kecanduan game online. Untuk mengatasi hal tersebut siswa bisa di kenalkan dunia jurnalistik, yaitu membuat proyek sebuah buku ber-ISBN. Disinilah siswa merdeka belajar, bebas berekspresi hingga lahirlah maha karya yang sangat luar biasa yang menambah kekayaan sekolah. Buku tersebut berjudul Mozaik Pelajar Pancasila, sebuah antologi puisi yang menggambarkan profil pelajar Pancasila. Inovasi lainnya adalah antologi puisi, siswa poenya cerita dan my picture in here.

    Hasil nyata Aksi Pendekar Covid-19 antara lain: siswa dan guru lebih bersemangat dan aktif dalam, prestasi semakin meningkat, baik bidang akademik maupun non akademik, karakter siswa terbentuk melalui kreatifitas dari berbagai perlombaan, terjalin kemitraan dengan GSMB Indonesia, siswa terlepas dari dunia internet dan tercipta beberapa buku karya siswa ber ISBN (mozaik pelajar pancasila, antologi puisi anak, siswa poenya cerita dan lukisanku in here).

    Dampak Aksi Pendekar Covid-19 adalah : sekolah mendapat simpati dari masyarakat sehingga siswa baru semakin banyak yang mendaftar, sekolah mendapat juara lomba layanan public, guru mendapat penghargaan dari kementrian Pendidikan sebagai Guru Inovatif, guru mendapat penghargaan tingkat nasional sebagai guru berani menginspirasi kategori penulis terbaik Erlangga dan penghargaan di tingkat Internasional sebagai great writer.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.