Teaching with Heart, Ketika Hati Bicara, Hati Pula yang Menerima

Sabtu, 4 Desember 2021 19:24 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kondisi bagaimanapun, guru tetap & terus semangat menemani anak didiknya dengan pembelajaran yang sederhana namun bermakna & penuh cinta.

Oleh Khairiansyah, M.Pd
Math Teacher SMA Plus CMI Banjarbaru

Sudah 76 tahun Indonesia mengisi kemerdekaannya. Dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan masyarakatnya patut disyukuri, sampai saat ini Indonesia masih berdiri kokoh di atas pijakan kakinya sendiri, tetap menjadi bangsa yang bermartabat bagi dunia. Sebagai bangsa yang bermartabat, Indonesia sudah sejak lama berkomitmen untuk memajukan pendidikan. Pertama kali sejak munculnya UU No. 04 Tahun 1950 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di seluruh Indonesia. Kemudian muncul UU No. 02 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), dan dilakukan perbaikan pada UU No. 20 Tahun 2003. Hingga dipertajam melalui PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Dalam pelaksanaan pendidikan, di setiap satuan pendidikan (baca: sekolah) dilaksanakanlah pembelajaran. Jauh sebelum datangnya pandemi covid-19, permasalahan pembelajaran sebenarnya sudah banyak dirasakan. Dan harapan dalam memajukan semuanya itu adalah pelaksana pembelajaran itu sendiri. Mereka itulah guru, pahlawan bangsa penuh jasa.

Pada momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2021 dengan mengusung tema “Bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan” merupakan kalimat yang sangat tepat untuk kembali memajukan pendidikan yang ada di Indonesia. Kegiatan pemberian apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan menjadi motivasi yang besar untuk memulihkan pendidikan. Semangat juang bagi pejuang pendidikan, sangat tepat untuk diberikan penghargaan. Jiwa mengajar harus terus diapresiasi, karena syarat belajar harus ada yang mengajar dan kegiatan belajar-mengajar ini akan senantiasa ada dimanapun dan sampai kapanpun.

Bagi guru, tugas mengajar adalah panggilan jiwa. Ketika guru mendengar panggilan suara hatinya, tentu cara mengajar akan menjadi baik. Sebab suara hatinya adalah pantulan dari fitrah jiwanya. Berdasarkan tema bergerak dengan hati, maka tugas yang sangat tepat bagi guru adalah mengajar dengan hati. Ketika pembelajaran dilakukan dengan hati, maka hati pula yang menerimanya. Guru akan menjadi idola bagi anak didiknya dengan adanya sentuhan bathin, dan diharapkan tercipta pembelajaran yang penuh cinta.

Ketika mendirikan sebuah bangunan, hal mendasar yang dilakukan oleh para pekerja adalah membangun fondasi bangunan itu sendiri. Sama halnya dengan membangun pendidikan dalam hal ini adalah melaksanakan pembelajaran, perlu fondasi yang kuat. Fondasi itu sudah dimiliki oleh setiap guru. Fondasi yang menjadi modal utama oleh seorang guru itulah yang dinamakan “hati”.

Dalam kegiatan seminar pendidikan yang dikemukakan oleh (Hidayat, 2017) bahwa solusi mengajar efektif bagi guru adalah dengan cara: “Come to the class with love; meet and greet the student with smile; teaching the student with enthusiasm; mastering the subject matter; using different perspective; effective metode; introducing critical thinking; recognition and appreciation; and notivating, inspiring and stimulation.” Dari paparan ini sangat jelas bahwa hal pertama yang harus dilaksanakan oleh seorang guru adalah melakukan pembelajaran dengan hati (penuh cinta). Dalam tulisan ini diperkenalkan dengan istilah “teaching with heart.

Teaching with heart merupakan suatu cara mendidik dan mengajarkan sesuatu dengan langsung menyentuh hati anak didik. Pengalaman penulis sebagai guru matematika sangat ampuh melakukan pendekatan teaching with heart. Akan panjang dan lebar, jika dipaparkan kriteria khusus untuk mengajar dengan hati. Kunci suksesnya adalah saat dilaksanakan pembelajaran anak didik merasa mudah dan menyenangkan. Guru datang dengan senyuman dan ciptakan kebahagiaan dalam pembelajaran.

Mata pelajaran yang sudah menjadi rahasia umum tingkat kesulitannya, ternyata “teaching with heart” menjadi obat ampuh bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini terbukti dari beberapa caption foto yang menandai penulis @khairi_suriansyah yang pernah dibagikan akun Instagram @smapluscmi sebagai berikut.

 

Berdasarkan pengalaman penulis pula bahwa melalui pendekatan teaching with heart ini, guru dan anak didik akan memperoleh aktivitas positif, diantaranya: saling komunikasi, saling memotivasi, & saling memberikan apresiasi/pujian sekecil apapun itu.

Sebenarnya, guru bebas saja membawa strategi/metode apapun yang akan digunakannya dalam pembelajaran. Namun, yang terpenting itu adalah datang dengan hati (penuh cinta), maka pembelajaran menyenangkan akan tercipta dengan sendirinya.

Ketika seorang guru siap secara materi untuk melaksanakan pembelajaran, maka itu akan menghasilkan pembelajaran yang sangat baik. Namun ketika guru siap secara materi dan menyampaikan dengan penuh cinta, maka pembelajaran akan menjadi sempurna.

Dalam kondisi bagaimanapun (baca: pandemi atau tidak), kegiatan teaching with heart adalah modal utama yang harus dimiliki & dilakukan oleh guru. Pembelajaran terbaik memang harus disiapkan dengan hati & cara terbaik. Persiapan terbaik akan menjadikan praktik terbaik. Praktik guru terbaik (best practice) dapat melahirkan generasi para anak didik yang terbaik (best students) pula.

Marilah kita para guru tetap & terus semangat menemani anak didiknya, buatlah pembelajaran menjadi lebih sederhana namun bermakna & penuh cinta.

#BergerakDenganHati

#DemiKemajuan

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bagikan Artikel Ini
img-content
Khairi Suriansyah

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua