Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning di Masa Pandemi Covid-19 - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Iit Purnama Asri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 November 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 20:50 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning di Masa Pandemi Covid-19

    Artikel ini memuat penerapan model pembelajaran discovery learning saat pembelajaran bahasa Indonesia secara daring di rumah dan secara tatap muka di sekolah.

    Dibaca : 237 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pembelajaran daring digunakan sebagai alternatif pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19. Pembelajaran daring dilakukan melalui penggunaan aplikasi pembelajaran seperti google classroom, google meet, atau aplikasi lain yang menunjang kebutuhan pembelajaran. Meski telah ditunjang aplikasi pembelajaran yang memadai, pembelajaran daring masih memiliki tantangan karena tidak bertatap muka secara langsung. Namun, pemerintah sudah menetapkan bahwa pembelajaran tidak sepenuhnya daring. Pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka dengan sistem 50% kehadiran di kelas dan 50% pembelajaran di rumah.

                  Pembelajaran di kelas dan di rumah saat masa pandemi covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Model pembelajaran discovery learning dilakukan melalui enam tahap, yaitu: memberi rangsangan atau stimulus (stimulation), mengidentifikasi masalah (problem statement), mengumpulkan data (data collection), mengolah data (data processing), membuktikan (verification), dan menarik simpulan (generalization).

    Saat di kelas, pembelajaran yang dilakukan pertama kali yaitu memberi rangsangan atau stimulus dengan cara menunjukkan video atau foto. Hal itu dapat dilakukan pada materi teks prosedur, misalnya. Siswa ditunjukkan kumpulan foto langkah-langkah menanam pohon. Kemudian, siswa mengidentifikasi masalah pada foto tersebut bagaimana cara menanam pohon dengan benar. Siswa dapat mengumpulkan data menanam pohon dengan cara berdiskusi dengan teman secara berpasangan. Setelah terbentuk kelompok diskusi kecil, siswa mengolah data dari hasil diskusi mengenai cara menanam pohon. Kemudian, siswa membuktikan hasil dengan cara membaca buku atau menonton video menanam pohon. Terakhir, siswa menarik simpulan dari aktivitas yang dilakukan mengenai cara menanam pohon yang benar. Saat berkelompok secara berpasangan, diharapkan guru mengatur siswa untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak.

    Saat pembelajaran daring di rumah, model pembelajaran discovery learning dapat dilakukan dengan cara berikut. Pembelajaran ini dilakukan pada materi teks deskripsi pada bidang studi bahasa Indonesia. Pertama, siswa mendapatkan rangsangan dengan cara menonton video deskripsi Candi Pari di Sidoarjo melalui youtube. Kedua, siswa mengidentifikasi masalah apa saja dalam mendeskripsikan Candi Pari tersebut. Ketiga, siswa mengumpulkan data dengan cara mendeskripsikan temannya. Siswa mengumpulkan data deskripsi temannya melalui video call WhatsApp. Siswa mengamati temannya secara berpasangan. Keempat, siswa mengolah data hasil pengamatannya. Kelima, siswa membuktikan kebenaran hasil deskripsinya dengan mengamati temannya sekali lagi. Terakhir, siswa menarik simpulan atas deskripsi yang dilakukannya bersama teman secara berpasangan.

    Dengan demikian, model pembelajaran discovery learning dapat dilakukan saat pembelajaran daring maupun tatap muka. Model pembelajaran discovery learning dapat diterapkan oleh guru sesuai dengan kebutuhan materi dan siswa masing-masing.  

    Ikuti tulisan menarik Iit Purnama Asri lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.