x

Coronavirus illustration (stock image).

Iklan

Nugroho Wibowo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 November 2021

Minggu, 5 Desember 2021 08:40 WIB

Pelajaran dari Covid-19 untuk Wujudkan Merdeka Belajar yang Sempurna

Pilihan yang tepat wajib kita ambil dalam rangka memajukan pendidikan Indonesia, beban yang berat di masa pandemi ini tidak harus dirasakan sebagai beban tetapi kita rasakan sebagai anugerah yang terbaik untuk mewujudkan merdeka belajar yang sempurna

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sudah sekitar dua tahun Indonesia terinfeksi Coronavirus disease (Covid-19), sebuah virus yang mengakibatkan infeksi saluran nafas pada manusia. Dampak yang ditimbulkan virus tersebut tidak hanya pada bidang kesehatan tetapi berakibat juga pada bidang ekonomi, industri, sosial, politik, olahraga dan tentu saja bidang pendidikan. Kebijakan pemerintah Indonesia untuk menekan dampak virus corona pada bidang pendidikan dengan menghilangkan kegiatan pembelajaran langsung dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah (BDR), kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang merupakan salah satu hak bagi anak yang tidak boleh ditinggalkan.

Penerapan pembelajaran jarak jauh berdampak pada guru, seorang guru di masa pandemi ini mempunyai tanggungjawab yang tidak mudah. Guru harus bisa beradaptasi dengan keadaan dimasa pandemi ini, disamping melakukan adaptasi kurikulum, guru juga bekerja keras untuk menjangkau dan memastikan semua siswa dapat belajar secara bermakna. Guru juga harus mengembangkan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi orang tua dalam proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh siswanya.

Dalam proses adaptasi, dapat diidentifikasi tiga kelompok guru yang berbeda sikap dalam proses yang dilakukanya. Kelompok pertama adalah guru yang secara intens melakukan upaya untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan baik, berupaya melaksanakan pembelajaran dengan berbagai metode agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kelompok kedua adalah guru yang melakukan adaptasi pembelajaran dengan terpaksa karena tuntutan dari kepala sekolah, atau sesama guru, dan ketiga, adalah guru yang belum melakukan adaptasi pembelajaran, mereka hanya memindahkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Ketika terjadi perbedaan dalam mengajar oleh ketiga kelompok tersebut dapat diartikan bahwa para guru tersebut belum merasakan merdeka belajar, dimana konsep merdeka belajar sendiri merupakan kebijakan yang diambil untuk membuat guru dan siswa melakukan proses pembelajaran secara menyenangkan dan tanpa beban. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi perbedaan dalam rangka menuju merdeka belajar yang sesungguhnya di masa pandemi dapat diuraikan di bawah ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Saling berbagi di masa pandemi

Kualitas pembelajaran di masa pandemi sangat tergantung pada guru, guru diharapkan mampu menyiapkan pembelajaran sebaik mungkin sehingga terjadi pembelajaran yang terjadi interaksi aktif antara guru dengan siswa. Guru kelompok satu berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kualitas pembelajaran yang dilakukannya, walaupun dalam keadaan pandemi guru tersebut selalu mengembangkan potensi yang dimiliki siswa tanpa mengenal lelah. Guru kelompok dua dan tiga memerlukan bimbingan yang lebih dari teman satu profesi atau lembaga yang berwenang agar tidak terjadi perbedaan kualitas dalam proses pembelajaran yang dilakukannya. Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wahana yang tepat dalam berbagi, dimana lembaga tersebut dapat digunakan sebagai tempat berlatih, berbagi pengalaman dan menyebarluaskan hal-hal positif pembelajaran yang dilakukannya selama pandemi berlangsung.

Ubah mindset  “wabah” menjadi “berkah”

Mengelola pembelajaran di masa pandemi Covid-19 tidaklah mudah, guru harus melakukan berbagai tugas dalam waktu yang bersamaan, disamping melakukan adaptasi kurikulum, guru juga bekerja keras untuk menjangkau dan memastikan semua siswa dapat belajar secara baik. Guru juga harus mengembangkan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi orang tua dalam proses pembelajaran jarak jauh. Jika seorang guru hanya merasakan dampak negatif pandemi yang dialaminya maka guru tersebut hanya akan terpaksa dalam mengajar, sehingga tidak timbul daya kreatif dan inovatif dalam pembelajaran yang dilakukannya. Sebagai guru yang profesional sebaiknya kita mengambil langkah 180 derajat dari sikap tersebut, justru ketika pandemi ini kita harus merubah mindset terhadap beban yang berat menjadi suatu berkah untuk berupaya membuat pembelajaran menjadi menyenangkan seperti konsep merdeka belajar. Banyak sekali ditemukan dimasa pandemi ini berbagai lomba dalam rangka menyebarluaskan pengalaman terbaik guru dalam proses pembelajaran, dan ternyata banyak sekali karya inovatif yang dilakukan guru untuk membuat siswa yang diampunya menerima pembelajaran dengan baik. Oleh karena itu pilihan yang tepat wajib kita ambil dalam rangka memajukan pendidikan Indonesia, beban yang berat di masa pandemi ini tidak harus dirasakan sebagai beban tetapi kita rasakan sebagai anugerah yang terbaik untuk mewujudkan merdeka belajar yang sempurna, semoga...

Ikuti tulisan menarik Nugroho Wibowo lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu