x

Iklan

Muhammad Rusli

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Desember 2021

Minggu, 5 Desember 2021 12:00 WIB

Guru Vs Peserta Didik

Melepaskan Naluri bermain akan membuat anak lebih bahagia, lebih mandiri, dan menjadi siswa yang lebih baik sepanjang hidup

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

MERDEKA BELAJAR” GURU VS PESERTA DIDIK”

Melepaskan Naluri bermain akan membuat anak lebih bahagia, lebih mandiri, dan menjadi siswa yang lebih baik sepanjang hidup

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kemajuan masyarakat. Pergeseran paradigma pendidikan menuntut guru modern berperan sebagai digital networker untuk menghadirkan kreativitas dalam diri siswa sebagai penggerak perubahan dengan menggunakan perangkat pintar. Penggunaan ruang kelas pintar dan papan berkemampuan induksi magnetik secara real-time dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan bertenaga teknologi yang dapat bertahan lama di benak siswa dalam peningkatan metodologi pembelajaran mengajar. Ketersediaan teknologi yang lebih baru di era digital menuntut peningkatan kinerja semua pemangku kepentingan dalam berbagi pengetahuan secara mulus. Pendidik guru harus memastikan keselamatan, perlindungan lingkungan dan pengelolaan yang berkelanjutan. Menyoroti masalah dan tantangan terkait penggunaan digital dalam proses belajar mengajar yang dapat menjadi kekuatan pendorong dalam mengatasi hambatan dan menjadi pengguna teknologi yang sukses. Untuk menganalisis persepsi guru tentang tantangan yang dihadapi dalam menggunakan alat digital di ruang kelas, desain penelitian kuantitatif telah digunakan untuk mengumpulkan data dari pendidik guru dari beberapa daerah di indonesia. Pelbagai kuesioner yang bersumber dari berbagai Lembaga Pendidikan telah diberikan pada pendidik dan peserta didik dari isu-isu kunci dan tantangan yang ditemukan signifikan dalam menggunakan alat digital adalah: aksesibilitas terbatas dan koneksi jaringan, dukungan teknis yang terbatas, kurangnya pelatihan yang efektif, waktu yang terbatas dan kurangnya kompetensi guru yang melek terhadap IT. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam penggunaan perangkat digital oleh guru-guru tua dan guru-guru jaman now. Hasil penelitian ini memberikan informasi dan rekomendasi yang tepat kepada mereka yang bertanggung jawab untuk mengintegrasikan teknologi baru ke dalam proses belajar mengajar. Hasilnya menunjukkan bahwa, tumbuh dengan teknologi, penduduk asli digital. Guru paham dengan teknologi komunikasi dasar dan sosial. Namun, kemampuan teknologi mereka dibatasi oleh ruang lingkup yang sempit dan aktivitas yang didorong oleh teknologi yang tidak memadai.

Perkembangan penggunaan media elektronik telah mempengaruhi semua lapisan masyarakat. Pendidikan tidak terkecuali dalam hal ini. Penggunaan komputer dan internet untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menjadikan pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan telah dipandang ideal oleh lembaga pendidikan. Warga masa depan yang merupakan siswa kita sekarang akan hidup di era teknologi digital. Bagaimana kita mempersiapkan mereka untuk hal yang sama? Apakah kita memberi mereka Pendidikan berbasis teknologi? Apakah kita memberi mereka paparan penggunaan komputer dan internet? Sudahkah kita mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses kelas? Upaya apa yang dilakukan dinas ke arah itu? Apa yang dikatakan kebijakan tentang teknologi digital dalam Pendidikan? Ada beberapa pertanyaan seperti itu yang perlu kita selidiki. Dengan semakin berkembangnya tuntutan masyarakat dan pada perangkat pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, maka teknologi digital wajib dimasukkan dalam pendidikan guru. Dengan skenario di mana informasi dapat diakses oleh seorang anak dalam satu klik mouse, seorang guru harus dibekali dengan kompetensi untuk menggunakan teknologi digital untuk pengembangan profesional mereka sendiri. Ada perubahan paradigma besar dalam sistem pendidikan secara keseluruhan dengan penerapan konsep pengajaran yang lebih baik. Teknologi ini mengajak peserta didik untuk lebih mandiri dan kurikulum menjadi lebih dinamis. Guru perlu melengkapi konten dan keahlian pedagogi mereka dengan memanfaatkan fasilitas online. Penggunaan teknologi digital secara efektif membutuhkan perubahan dalam praktik kelas daripada sekadar perolehan keterampilan teknis. Guru perlu membiasakan diri dengan kemungkinan pendekatan dan aplikasi dalam penggunaan teknologi digital, fasilitasi belajar mengajar.

Ada berbagai pendekatan untuk pengembangan profesional guru dalam konteks penggunaan teknologi digital dalam pendidikan. Pengembangan profesional untuk memasukkan teknologi digital ke dalam pengajaran dan pembelajaran adalah proses yang berkelanjutan. Guru perlu memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka seiring dengan perubahan kurikulum dan teknologi sekolah. Tidak ada lagi pembelajaran yang merupakan proses statis yang berpusat pada guru; ini lebih merupakan proses yang berpusat pada pelajar dan fleksibel. Sekarang dengan masuknya teknologi digital, terlihat bahwa Ruang Kelas telah berubah menjadi platform peserta aktif di mana sebenarnya pengetahuan berkembang. Jadi pengajaran yang kuat secara profesional adalah kebutuhan saat ini untuk merancang cara-cara dinamis pengembangan manusia. Guru perlu memperoleh pengetahuan serta keterampilan untuk dapat bertahan hidup dan lebih dari itu untuk memberikan pengetahuan terbaik kepada peserta didik.

Harus disadari bahwa Dalam dunia pendidikan, peran manusia tidak bisa digantikan oleh alat teknologi. Sebagaimana hakekat dasar pendidikan adalah "memanusiakan manusia", itu berarti aktor utama yang berperan dalam "memanusiakan manusia" adalah manusia itu sendiri. Sangat tidak masuk akal jika peran "memanusiakan manusia" tersebut diganti oleh alat teknologi. Akan tetapi, di era digital seperti sekarang, manusia dapat memanfaatkan teknologi dalam menjalankan perannya tersebut.

Salah satu pemanfaatan perkembangan tenologi tersebut ditandai dengan adanya penerapan digitalisasi pendidikan. Aspek penting digitalisasi pendidikan adalah pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, penyelesaian berbagai tugas, dan peningkatan kompetensi guru. Dengan demikian, setiap tahapan dan dalam dunia pendidikan tak bisa lepas dari arus perkembangan informasi dan teknologi. Perkembangan yang demikian ini, guru dituntut memiliki daya pikir yang cemerlang, kreatifitas dan mampu meleburkan diri dalam dunia digital dengan mengubah arah Pendidikan yang terdahulunya sebatas education semata namun lebih dari itu merupakan sebuah Edutaiment sehingga pembelajaran indoor /outdoor dapat di-skenario-kan dalam bingkai hiburan yang bermakna demi terwujudnya Merdeka Belajar.

 

Ikuti tulisan menarik Muhammad Rusli lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler