x

perjuangan kaum perempuan

Iklan

Sholikin bin lamno

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 November 2021

Kamis, 23 Desember 2021 07:47 WIB

Guru, Tolong Didik Aku Menjadi Perempuan Merdeka

Maraknya kasus pelecehan seksual, kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan makin menjauhkan perempuan dari keadaan merdeka. Kata “merdeka” memiliki makna luas. Seorang perempuan merdeka memiliki hak untuk memilih keputusan sendiri. Berbagai upaya dilakukan untuk memerdekakan perempuan. Salah satunya lewat pendidikan. Ioninya lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman, ternyata juga menjadi lingkungan nyaman bagi para predator pelecehan seksual.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ilustrasi Guruku, Tolong Didik Aku Menjadi Perempuan Merdeka

Maraknya kasus pelecehan seksual, kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan yang akhir akhir ini terjadi di Indonesia, semakin menjauhkan perempuan dari keadaan merdeka. Kata ”merdeka” memiliki perbedaan makna dan cara pandang bagi setiap perempuan di negeri ini. Kata “merdeka” memiliki makna yang luas . Seorang perempuan merdeka memiliki hak untuk memilih keputusan sendiri. Mereka juga mampu berjuang membebaskan diri dari berbagai kekerasan, pelecehan dan diskriminasi. Perempuan berharap bisa keluar dari rumah dan berpartisipasi dalam pembangunan. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berbagai upaya dilakukan untuk memerdekakan perempuan, salah satunya lewat bidang pendidikan. Namun, ironinya lembaga pendidikan yang mestinya menjadi tempat paling aman menfasilitasi kemerdekaan perempuan, malah menjadi lingkungan nyaman bagi para predator pelecehan seksual. Hal ini sangat disayangkan.

Maka, kemana lagi perempuan mendapatkan merdeka jika pendidikan sudah tidak lagi berpihak padanya?

Pendidikan dan Perempuan Merdeka

Perempuan merdeka di negara ini memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi budaya patriarki yang masih melekat di masyarakat.  Masyarakat masih memandang sebelah mata peran perempuan dalam kehidupan sehari hari sehingga masih banyak perempuan yang terbelenggu dalam tekanan budaya patriarkhi. Perempuan tidak memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan sikap karena benturan budaya.

Tidak sampai disitu, perempuanpun selalu disalahkan dalam berbagai kondisi yang tidak menyenangkan. Banyak sekali kasus perempuan yang berada dalam posisi korban namun tidak mendapatkan pembelaan melainkan mendapatkan hujatan dan pandangan sebelah mata sehingga mereka akhirnya mundur serta tidak berani “speak up”  atas apa yang ia alami. Mereka lebih banyak memendam perasaan atas apa yang mereka alami, yang pada akhirnya menyebabkan mereka mengalami gangguan mental health. 
        Permasalahan mental health pada perempuan termasuk salah satu hambatan perempuan dalam mencapai tujuan dari “perempuan merdeka” karena “perempuan merdeka” adalah mereka yang bebas dari segala tekanan dan merasa bahagia atas segala keputusan yang telah dilakukannya.  Perlu adanya upaya untuk mencegah serta menyelamatkan perempuan dari permasalahan mental health khususnya pada generasi muda.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui pendidikan adalah manajemen mental health yang mampu diterapkan dalam pembelajaran berdiferensiasi. Diferensiasi dalam pembelajaran [differentiated instruction] adalah respon proaktif guru terhadap kebutuhan murid yang didukung oleh lingkungan, kurikulum berkualitas, asesmen yang bermakna bagi pengajaran dan pembelajaran, instruksi atau pengajaran yang merespon perbedaan murid, kepemimpinan siswa dan manajemen rutin.

Dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, guru memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap apa yang dibutuhkan dan dirasakan oleh siswa sehingga siswa memiliki bounding yang kuat dengan guru. Siswa mampu bersikap asertif dan melatih keterbukaan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Melalui pembelajaran berdiferensiasi, guru juga dapat mengajarkan manajemen stress melalui pendekatan social emosional sehingga siswa mampu mengelola stress yang dihadapi dengan baik. Guru mampu memberikan pengajaran melalui respon terhadap perbedaan pada siswa laki laki dan siswa perempuan sehingga guru dapat memberikan pemahaman mengenai perbedaan tersebut sebagai bekal siswa perempuan dalam proses berjuang menjadi perempuan merdeka.

Langkah kecil inilah yang dapat dilakukan melalui pendidikan dalam memperjuangkan kemerdekaan perempuan. Sesungguhnya tidak ada perubahan besar yang tidak dimulai dari sebuah langkah kecil yang nyata. Maka disinilah langkah kecil nyata melalui guru dalam memperjuangkan dan mendidik perempuan merdeka. Guru, tolong didiklah muridmu menjadi perempuan merdeka karena di rahim merekalah akan lahir generasi emas Indonesia !

Ikuti tulisan menarik Sholikin bin lamno lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan