Sehari Bersamamu - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Fadzul Haka

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Desember 2021

Minggu, 2 Januari 2022 21:46 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Sehari Bersamamu


    Dibaca : 572 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    06:00

    izinkan aku yang membangunkanmu

    sebagai sinar matahari

    sebelum rengekan notifikasi

     

    07:00

    temui aku di kebunmu

    saat bunga terompet disiram

    kisah yang terbungkam

     

    08:00

    apakah diriku? Sinar matahari sekaligus kulitmu

    demikianlah kehangatan pun

    milik kita 

     

    09:00

    ada sebuah janji

    di antara pohon dan bayang-bayang

    ah, rahasia! Betapa meneduhkannya

     

     

    10:00

    kuarungi gelombang beta otakmu

    terombang-ambing di antara daftar belanjaan

    apalah hidup? antrean dari-dan-ke-dan?

     

    11:00

    matahari kian menanjak

    diriku kian tenggelam

    dalam nafas orang-orang asing

     

    12:00

    di bawah singgahsana matahari

    bayangan terhapus dari benda-benda

    kejernihanmu (tak kasatmatanya diriku)

     

    13:00

    apa kata ramalan cuaca hari ini?

    sebelum aku menjadi payung

    atau kipas yang mendesirkan kabar dari oase

     

    14:00

    ah, sayang sekali

    ketika aku adalah angin

    kau malah layangan putusnya

     

    15:00

    dalam asbak

    asap berkata pada abu

    “Masih adakah yang tersisa?”

     

    16:00

    jika kau burung walet

    akulah si kelelawar

    hasrat memancing kita keluar

     

    17:00

    tiba-tiba aku jadi ingin ke pantai

    apa kau juga begitu? katamu

    “kalau bukan di bulan madu, hanya ada Sepotong Senja”

     

    18:00

    biarlah aku dibelah dua

    jadi kendaraan dan jalannya

    demi mengantarmu pulang

     

    19:00

    tirai ditutup

    panggung milik berdua

    bunga dalam vas berseri

     

    20:00

    di balik uap itu ada sulap

    belaian sampo dan lulur

    menyepuh pesona kecantikanmu

     

    21:00

    sepasang sumpit berpagutan

    dibaptis kenikmatan Indomie

    kawinnya selera kita

     

    22:00

    berbaringlah di dada ranjang ini

    degup berganti petikan dawai

    kotak musik yang melulu berelegi

     

    23:00

    pada sebuah dunia di bawah selimut

    jutaan anak-anak berkejaran

    menuju gerbang Eden yang kian tertutup

     

    00:00

    bantal menimbun kesesakan

    bisikan-bisikan sang Ular

    mimpi burukmu

     

    01:00

    kutelan pil tidur berdosis kesepian

    yang membawaku ke ujung dunia:

    guling yang dipunggungimu

     

    02:00

    ayam jago berkokok

    terhadap kepak sayap malaikat segalaksi

    sangsakala selembut tiupan di telinga

     

    03:00

    sekali lagi ayam jago berkokok

    yang satu di bumi

    yang lainnya dari surga

     

    04:00

    aku bersemayam pada hamparan sajadah

    keningku mendambakan kecup keningmu

    terjaga dalam kebekuan doa-doa

     

     

    05:00

    dan akhirnya aku

    embun yang tertahan di kaca

    menunggu saat perpisahan

     

    Bandung, 2021

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.