Contoh Naskah Drama, Sandiwara Para Boneka - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Hormat

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 4 Januari 2022 14:54 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Contoh Naskah Drama, Sandiwara Para Boneka

    Contoh naskah drama yang saya tulis dengan judul SANDIWARA PARA BONEKA, hanya saya cuplik di bagian BABAK 1, adegan 1, 2, dan 3

    Dibaca : 547 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Sejak pandemi Covid-19 hadir, hingga kini masyarakat pecinta seni pertunjukkan khususnya Teater, masih belum dapat menyaksikan pertunjukkan drama panggung yang normal. Tapi, meski begitu, pegiat teater pun sudah beradaptasi dengan corona, sehingga pertunjukkan drama panggung tetap dapat diproduksi dan ditayangkan secara daring/online melalui kanal-kanal media sosial (Medsos).

    Lalu, apakah naskah drama panggung itu, bentuknya menjadi sama seperti skenario film atau sinetron? Karena sebelum ditayangkan harus melalui proses syuting?

    Berikut saya contohkan, naskah drama yang saya tulis dengan judul SANDIWARA PARA BONEKA, hanya saya cuplik di bagian BABAK 1, adegan 1, 2, dan 3.

    Semoga menginspirasi.

    ‐-----xxxxxxxxxx% BABAK 1

    (1) PEMBUKA (GELAP. ADA SUARA-SUARA. SAYUP-SAYUP. MENGGEMA)

    Ayo kita ambil

    Kita Kuasai

    Kita miliki dengan cara kita

    Ayo kita ambil

    Kita Kuasai

    Kita miliki dengan kekuatan kita

    Ayo, Ayo, Ayo... (HINGGA SUARA LENYAP)

    (2) PANGGUNG.

    Dalam ruang yang miskin cahaya, semua yang berada dalam ruang tersebut nampak seperti siluet. Ruangan seperti tak punya pintu, kedap suara. Ada enam makhluk yang nampaknya seperti dari planet tertentu. Duduk tertib melingkari meja bundar, menghadap ke satu arah, yaitu ke Sang Pemimpin yang duduk di Singgasana karena tempat duduknya berbeda dari yang lain.

    Tak jelas, mereka makhluk jenis apa? Tetapi situasi dan suasananya sedang dalam pembicaraan multi serius. Dari pembicaraannya, yang duduk di singgasana ternyata mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mata, Telinga, Kulit, Hidung, dan Lidah, karena sudah hadir tepat waktu serta siap dengan laporan dan perkembangan tugasnya masing-masing. Sebab, laporan dan perkembangan akan segera dieksekusi dengan tindakan nyata di lapangan.

    Kelima makhluk yang namanya bak panca indra manusia pun, membalas ucapan terima kasih, dengan menyebut Paduka Otak, yang wajahnya nampak memakai topeng, serta menyatakan siap melaporkan perkembangan sesuai dengan tugasnya masing-masing.

    OTAK:

    (Warna suara seperti anak kecil) Terima kasih kembali, laporan perkembangan yang Anda-Anda sampaikan, nanti akan kami jadikan pijakan, pondasi, demi tujuan suksesnya rencana MENCENGKERAM dan MENGUASAI lebih lama dari sejarah KEKUASAAN yang pernah tercatat di NEGERi ALAM ini, karena kami, gabungan para Otak, siap mengucurkan anggaran sebesar apa pun yang dibutuhkan. Terpenting, NEGERI ALAM, menjadi milik KITA, lebih lama dari sejarah penjajahan di negeri-negeri yang ada di Planet Bumi.

    Kalau begitu, silakan laporkan perkembangannya. Dari laporan perkembangan, maka segera kita susun rencana berikutnya.

    Silakan, urutan laporan dimulai dari Tuan Mata, Telinga, Kulit, Hidung, dan Lidah.

    Laporan pun segera dimulai. Tidak ada perubahan pencahayaan. Lampu tetap temaram.

    MATA:

    (Suaranya berkarakter, tegas). Sesuai tugas kami, dari hasil pengamatan dan monitoring, kami sudah menemukan calon *** yang potensial, tetapi lemah karakter dan mudah diatur. Kami juga terus berupaya mengawal serta menggembosi calon *** yang populer dan berpengaruh di Negeri Alam, untuk tidak diberikan kesempatan banyak, apalagi naik panggung.

    Berikutnya, rencana yang sudah disusun adalah ######## dst. Ini berkas rencana berikutnya untuk penawaran dan harganya, semoga disetujui. (Menyerahkan Berkas kepada Otak).

    Sekian dari saya. Terima kasih.

    TELINGA:

    (Suaranya lembut) Tim kami sudah konsisten mengungkap kelebihan dan kebaikan para calon *** Namun, kelebihan dan kebaikan yang tak sesuai fakta dan data alias palsu.

    Calon *** yang potensial dan kuat, kita jatuhkan dengan berbagai dalih kekurangan dan keburukan secara masif melalui berbagai media dan sarana. Baik cetak, online, maupun dalam bentuk siaran. Kita yakinkan bahwa calon *** yang akan merugikan, bisa membikin gagal mencengkeram dan berkuasa, benar-benar tak disukai dan tak didukung oleh rakyat Negeri Alam. Semua kita putar-balikkan faktanya, kebenarannya.

    Langkah berikutnya, ######### dst. Ini berkas rencana selanjutnya untuk penawaran dan harganya, semoga diacc. (Menyerahkan Berkas kepada Otak).

    KULIT:

    (Suaranya lantang) Kami sudah sedemikian rupa mengarang opini untuk disantap rakyat, sesuai pesanan. Hasil angka-angka prosentase didukung oleh kajian ilmiah, sehingga rakyat percaya bahwa calon ****, tingkat popularitas dan keterpilihan seolah benar dari suara rakyat.

    Dipastikan rakyat akan semakin percaya kepada calon *** bersangkutan. Kemudian, calon *** akan kita ###### dst. Ini berkas rencana selanjutnya untuk penawaran dan harganya. (Menyerahkan Berkas kepada Otak).

    HIDUNG (Suara berkarakter dan berpendidikan tinggi) Kami, juga didukung penyebaran informasi dan survei oleh Tim Telinga dan Tim Kulit, terus mengangkat citra dan kompetensi calon *** dengan berbagai catatan rekayasa akademis dan intelektual. Pokoknya rakyat jadi percaya ini calon *** unggul.

    Jangan kawatir, rakyat yang cerdas dan pintar di Negeri Alam ini, hanya berapa persen dari jumlah seluruh rakyat. Sisanya selain rakyat terus kita bikin bodoh, juga terus kita bikin miskin, jadi saat kita kasih angin kemudahan, mereka akan berpikir balas budi.

    Kita terus takuti-takuti rakyat, ancam rakyat dengan contoh-contoh rakyat yang melawan dan melanggar hingga kita masukkan penjara.

    Langkah berikutnya, ######### dst. Ini berkas rencana selanjutnya untuk penawaran dan harganya. (Menyerahkan Berkas kepada Otak).

    LIDAH:

    (Suaranya nampak cerewet) Tim kami, adalah tim cerewet, sesuai tugas. Kami terus tak pernah kehabisan kata-kata untuk memancing keributan dan membikin kisruh demi menurunkan pamor dan popularitas calon *** yang berbobot, hingga tak disukai dan dibenci rakyat.

    Sebaliknya, kami juga tak akan pernah kekeringan kata-kata demi mengangkat calon *** yang mudah di atur, mudah dikendalikan, mudah.diarahkan, sesuai keinginan Tuan Otak dan rekan.

    Masih ada waktu yang cukup. Langkah berikutnya, ######### dst. Ini berkas rencana selanjutnya untuk penawaran dan harganya. (Menyerahkan Berkas kepada Otak).

    OTAK:

    Terima kasih atas semua laporan perkembangan dan rencana program berikutnya. Saya dan rekan akan membayar berapa pun jumlah anggarannya.

    SECARA SEREMPAK, Mata, Telinga, Kulit, Hidung, dan Lidah MENJAWAB:

    Siap. Terima kasih Tuan Otak. (sambil menundukkan kepala)

    TUAN OTAK MELANJUTKAN

    OTAK:

    Perlu Anda-Anda.ketahui, saya dan rekan juga sudah membayar Tim lain untuk kesuksesan rencana PENCENGKERAMAN KEKUASAAN ini.

    Ada Tim yang terus bergerak dengan menyebar opini karena didukung dengan dalil keagamaan. Sementara Tim lain terus mengawal dan memepet gerbong-gerbong berlogo lain, pun berbendera lain, untuk masuk dalam pasukan KITA.

    Terus kita bergerak. Terus saling berkoordinasi. Yakin, CENGKERAMAN KEKUASAAN itu, akan sesuai dengan NASKAH dan PENYUTRADARAAN yang kita buat. Teruslah menjadi aktor handal untuk memerankan tugas masing-masing.

    Teruslah kita cintai apa pun yang belum menjadi milik kita. Teruslah takut kehilangan yang bukan milik kita dengan naskah kita, maka semua benar-benar akan menjadi milik kita, serta berperanlah dengan cerdas.

    Pertemuan selesai. Terima kasih. Ikuti terus petunjuk dan langkah-langkah selanjutnya.@ (3) OTAK BANGKIT DARI DUDUK, MENINGGALKAN RUANG DIIKUTI OLEH YANG LAIN. LAMPU PADAM.

    -------××××××

    Drs. Supartono, M.Pd. (Supartono JW)

    Pengamat pendidikan nasional Pengamat sepak bola nasional

    Aktor dan Sutradara Teater



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.