Larangan Supranatural: Sesuatu yang Perlu Dipahami dan Dihindari - Analisis - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh brands amon dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Selasa, 11 Januari 2022 06:24 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Larangan Supranatural: Sesuatu yang Perlu Dipahami dan Dihindari

    Larangan-larangan yang dikaitkan dengan makhluk dari dunia lain tersebar luas di penjuru Indonesia, namun apakah mereka memang penyebab dari larangan-larangan ini? Atau ada penjelasan ilmiah di baliknya? Satu hal yang kita ketahui, hindarilah tempat-tempat seperti ini.

    Dibaca : 349 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Larangan-larangan yang dikaitkan dengan makhluk dari dunia lain tersebar luas di penjuru Indonesia, namun apakah mereka memang penyebab dari larangan-larangan ini? Atau ada penjelasan ilmiah di baliknya? Satu hal yang kita ketahui, hindarilah tempat-tempat seperti ini.

    Mereka ada di antara kita. Mereka jelas sudah disebutkan di dalam kitab kita, tetapi masih ada saja mereka yang menganggapnya sepele. Sepele di sini berarti bahwa dia menganggap remeh, terlepas dari percaya atau tidak. Bagi mereka yang percaya, terkadang mengeluarkan kalimat atau melakukan tindakan yang dapat mencelakakan dirinya sendiri atau orang lain.

    Kita sering mendengar orang tua yang melarang kita pergi ke suatu tempat, baik karena alasan tempat yang terpencil, berbahaya, atau bahkan berpenghuni. Ragam sebutan diberikan ke tempat-tempat seperti ini. Salah satunya adalah ngali-ngali, sebutan yang diberikan kepada tempat-tempat yang dianggap berpenghuni di daerah Tapanuli Selatan. Ngali-ngali artinya adalah dingin-dingin atau sesuatu yang dingin yang biasanya dikaitkan dengan makhluk halus.

    Tempat yang manariki lebih berbahaya daripada tempat yang ngali-ngali. Manariki artinya adalah menarik. Biasanya dikaitkan dengan mereka yang ingin mencelakakan kita. Sebutan itu diberikan khususnya kepada sungai, air terjun kecil, atau danau yang berpenghuni dan bermaksud buruk.

    Tempat-tempat seperti ini sering memakan korban dengan seluk-beluk yang sedikit mengandung keanehan. Bagi mereka yang skeptis atau tidak percaya akan hal itu, pasti menganggap akan adanya  penjelasan yang masuk akal, seperti arus yang deras atau pasir hisap. Tetapi bagi mereka yang percaya menganggap bahwa ada makhluk yang bertanggung jawab menarik dan menenggelamkan kita ke dalam air tersebut. Apa pun penyebabnya, menghindari tempat-tempat seperti ini adalah pilihan yang bijaksana. Sudah banyak yang menjadi korban terhadap bahaya ini. Mereka yang berfoto-foto dan tidak sengaja jatuh ke sungai, bermain di sungai yang jarang dilalui orang-orang, atau tidak sengaja mengucapkan perkataan tidak sopan, mereka semua sudah pernah terjerat oleh bahaya ini.

    Kita semua sadar akan bahaya itu, terlepas dari percaya akan makhluk halus atau tidak. Kesadaran akan bahaya itu tidak diikuti oleh penanggulangannya. Mereka yang percaya terkadang menganggap remeh mereka agar terkesan tidak penakut yang kemudian menanggung akibat dari perbuatannya sendiri. Lebih parah lagi, mereka yang hanya diam tidak tahu apa-apa yang menanggung akibat dari perbuatan orang tidak bertanggung jawab tersebut. Menganggap remeh sesuatu sudah hampir menyentuh kesombongan. Kita sebagai manusia dilarang berjalan dalam keadaan sombong di muka bumi ciptaan Tuhan ini dan kita sudah tahu salah satu alasan dibalik  larangan ini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.