Bagaimana Komunikasi untuk Bernegosiasi dengan Dosen di Universitas Trilogi

Jumat, 28 Januari 2022 07:22 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bagaimana komunikasi untuk bernegosiasi kepada dosen di Universitas Trilogi dengan menerapkan nilai etika yang ada. salah satu bentuk komunikasi dengan dosen #universitastrilogi

Komunikasi antara mahasiswa dan dosen dapat membentuk pesan dan penafsiran pesan. Pesan di sini tidak harus berupa kata-kata (verbal), atau yang lazim disebut sebagai pesan nonverbal. Mahasiswa dapat menyampaikan komunikasi dengan lisan dan secara tertulis atau secara internet dan sebagainya. Dari segi keresmian komunikasi dapat dilihat sebagai komunikasi itrapersonal dan komunikasi Interpersonal.

Di masa pandemi seperti ini komunikasi antara mahasiswa dan dosen terbatas dengan keadaan yang ada, butuh adanya nilai etika saat berkomunikasi antara mahasiswa dengan dosen. Maka dari itu topik kali ini adalah komunikasi untuk bernegosiasi kepada dosen dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menerapkan nilai etika yang ada.Di era milenial saat ini banyak mahasiswa yang kurang mengetahui etika berkomunikasi terhadap dosen. Salah satu nya pada saat kelas berlangsung ada mahasiswa yang kurang setuju dengan jatuh tempo pengumpulan tugas dan pada akhirnya melakukan yang namanya negosiasi terhadap dosen, walaupun mahasiswa juga berhak melakukan negosiasi terhadap dosen tetapi mahasiswa pun juga harus  menerapkan nilai etika yang ada.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Maka dari itu kita menulis esai ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar percaya terhadap pendapat, pendirian, atau penilaian kita tentang berkomunikasi baik dalam bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan. Dengan tujuan tersebut, kami memberi pendapat yang dituangkan dalam esai dengan data-data atau fakta yang menunjang agar pembaca yakin terhadap pendapat kita.

Sebagian besar dosen menggunakan google form, suatu aplikasi sebagai media untuk menampilkan soal soal ujian terutama soal multiple choice, yang kemudian bisa dijawab langsung oleh mahasiswa setelah dosen membagikan link untuk mengaksesnya, dan yang lebih penting google form ini bisa langsung menampilkan jumlah benar dari soal yang dijawab dalam nilai angka. Dosen juga kadang menggunakan Google Classroom sebagai media ujian untuk beberapa pertanyaan dalam bentuk esei, dimana mahasiswa juga dapat melihat total nilai yang didapat dari soal-soal yang telah diperiksa oleh dosen mereka dan dapat melihat sendiri apabila ada soal yang keliru dijawab. Hal ini menjadi justifikasi yang sangat kuat untuk para mahasiswa mengukur kemampuan mereka, sudah sejauh mana capaian mereka dalam memahami suatu topik atau Mata Kuliah tertentu.

Minimal sekali, mahasiswa sudah bisa melihat nilai untuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) yang telah mereka kerjakan yang memiliki bobot sangat besar dalam penentuan nilai akhir mereka. Oleh karena itu, jika kita sebenarnya bertanya-tanya mengapa skornya "rendah" ketika kita sudah dapat melihat hasil skor dari pertanyaan yang dikerjakan siswa dari tugas, UTS dan FH yang saat ini sedang diedit biasanya online. Namun,banyak diantaranya hal ini juga terjadi karena "sarjana" atau "universitas" menganggap nilai siswa menjadi faktor penentu dalam memperoleh akreditasi sarjana atau universitas A, dan negosiasi. Fenomena, nilai nego ini mengendap menjadi “nilai fatal” akibat negosiasi dalam jangka panjang, sehingga prosesnya tidak dapat dievaluasi, daya juang lemah, dan para pengelola generasi yang tidak mengetahui keterampilan yang sebenarnya Dengan guru yang dapat menghasilkan. Jadi, negosiasi diperbolehkan, akan tapi jika dalam bentuk suatu hal yang "bernilai fatal" Baik dalam jangka panjang maupun pendek itu tidak diperbolehkan.

Jadi kesimpulannya komunikasi antara mahasiswa dengan dosen dapat berupa kata-kata (verbal), dan juga pesan nonverbal. Salah satu komunikasi yang sering terjadi antara mahasiswa dan dosen adalah negosiasi nilai seperti kasus diatas. Di era pandemi ini komunikasi jadi terbatas, kita harus dapat memanfaat kan strategi yang baik dalam berkomunikasi terlebih pada saat bernegosiasi. Komunikasi pada negosiasi juga terdapat aturan atau etika agar tidak terjadi kesalahpahaman.Dari kasus diatas, negosiasi yang tidak tepat dapat menimbulkan efek fatal untuk jangka Panjang, maka dari itu perlu diperhatikan lagi strategi komunikasi dan etika pada saat bernegosiasi. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Frida Salsabila

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler