Pentingnya Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru

Jumat, 25 Februari 2022 16:09 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pendidikan merupakan bagian yang berperan penting dalam kemajuan suatu negara. Pendidikan juga menjadi tolak ukur yang menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa. Bila kualitas pendidikan suatu negara masih dianggap rendah atau kurang, maka dapat menyebabkan krisis profesionalitas dan tingkat kompetitif sumber daya manusia dibandingkan negara-negara lainnya. Mengingat perkembangan zaman yang maju semakin pesat, memberikan pendidikan yang berkualitas sangat penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal.

Pada tahun 2018 telah diumumkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menunjukkan evaluasi sistem pendidikan dengan mengukur kinerja siswa di pendidikan menengah, pada bidang leterasi, numerasi dan sains. Tes PISA yang dilakukan sejak tahun 2000 hingga terakhir di tahun 2018 belum menunjukkan hasil yang signifikan mengenai peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dari hasil kemampuan baca siswa Indonesia termasuk dalam golongan yang masih kurang kecakapannya bersama dengan negara-negara lain seperti Arab Saudi, Kosovo, Republik Dominika dan Filipina. Kemudian, dari segi kompetensi Matematika dasar rendah (di bawah Level 2 dalam skala PISA) siswa Indonesia memperoleh skor terburuk ke-7 dari 77 negara yang disurvei.

Hasil PISA tersebut dianggap menjadi alarm untuk melakukan perubahan secepatnya dalam paradigma pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hasil keseluruhan tes PISA, kualitas pendidikan di Indonesia masih belum merata. Gambaran tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan mutu pendidikan tiap daerah. Sebagaimana yang diketahui selama ini pendidikan masih difokuskan di Pulau Jawa. Meskipun sekolah-sekolah sudah tersedia di berbagai sudut daerah, namun sarana prasarana, kemudahan akses bahkan kualitas gurunya juga berpengaruh.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kualitas Guru di Indonesia

Permasalahan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia bukan hanya dikarenakan adanya kesenjangan daerah, tapi juga disebabkan kualitas gurunya yang dianggap masih rendah. Dari tahun 2012 hingga 2015, sebanyak 1,3 juta dari 1,6 juta guru yang mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) - yang mengukur kompetensi mengelola pembelajaran dan pemahaman atas mata pelajaran yang diampu - bahkan tidak mencapai nilai minimum.

Menurut Research on Improving Systems of Education (RISE) dalam studi kualitatif yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa fokus perekrutan guru ialah memenuhi kebutuhan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan dikarenakan profesionalitas gurunya telah memadai. Lebih dari 50% guru di Indonesia merupakan pegawai negeri sipil dan 90% tumpuan belajar ada pada mereka, padahal kualitas mereka belum bisa terjamin dengan baik. Kurang baiknya manajemen perekrutan ASN sebagai tenaga pendidik memunculkan pertanyaan, apakah ingin menjadi guru karena mengajar atau memperoleh jabatan sebagai pegawai pemerintah?. Padahal untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas, diperlukan pendidik yang harus kompeten dan sesuai dengan tantangan dunia pendidikan saat ini. Guru perlu memiliki motivasi kuat, soft skill dan hard skill yang baik untuk menjalankan tugasnya.  

Kompetensi pada guru menjadi bagian penting untuk mendukung dalam proses pembelajaran.  Menurut Stephen Robbin (2007:38), kompetensi merupakan suatu kemampuan (ability) atau kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan, dimana kemampuan tersebut ditentukan oleh faktor intelektual dan fisik. Meningkatkan kompetensi guru merupakan upaya untuk memenuhi standar profesionalitas guru agar sesuai dengan tuntutan profesi, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains. Upaya tersebut perlu dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru adalah melalui pelatihan.

Pentingnya Pelatihan bagi Guru

Pelatihan (training) merupakan serangkaian proses yang Iebih terarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian SDM organisasi berkaitan dengan jabatan atau fungsi yang menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan saat ini (current job oriented). Sasaran yang ingin dicapai dan suatu program pelatihan (training) adalah peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau fungsi saat ini. Pengembangan (development) cenderung lebih bersifat formal, menyangkut antisipasi kemampuan dan keahlian individu yang harus dipersiapkan bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran dan program pengembangan (development) menyangkut aspek yang lebih luas yaitu peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi tanpa direncanakan (unplaned change) atau perubahan yang direncanakan (planed change). (Syafaruddin:200 1:2 17).

Pelatihan merupakan proses penting yang dapat diikuti seorang guru untuk meningkatkan profesionalitas dan memenuhi tugasnya sebagai pengajar yang baik. Dengan begitu guru dapat menjalankan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswanya serta tuntutan zaman. Di era saat ini, guru dapat mengikuti berbagai pelatihan lebih mudah, karena akses teknologi dan informasi bisa dilakukan kapan saja. Bukan hanya mengikuti pelatihan secara luring, guru juga dapat mengikuti pelatihan secara daring (melibatkan sarana teknologi/digital).

Pelatihan untuk guru secara digital bisa diakses melalui berbagai aplikasi atau platform yang tersedia di website. Salah satu platform yang menyediakan sarana untuk pelatihan bagi guru ialah Kejarcita.id. Kejarcita adalah solusi teknologi pendidikan yang dikembangkan oleh PT Nota Kejar Cita, sebuah badan usaha sosial yang didirikan pada tahun 2017. Visi kami adalah kesempatan pendidikan yang merata untuk semua anak Indonesia. Kejarcita berfokus pada pelayanan support system dan pelatihan bagi guru. Untuk pelatihan yang diberikan berupa topik-topik berikut ini;

  • Mengaplikasikan Merdeka Belajar dalam RPP
  • Memperkenalkan pelaksanaan Project Based Learning di Kelas (secara daring atau luring)
  • Membuat desain pembelajaran yang efektif dan menarik
  • Strategi membangun kemampuan berpikir kritis siswa dan membangun personal branding sebagai guru yang inovatif
  • Mengaplikasikan prinsip pembuatan soal HOTS yang baik
  • Mahir membuat soal AKM Literasi
  • Mahir membuat soal AKM Numerasi
  • Metode asesmen yang ideal dalam Merdeka Belajar

Pelatihan yang disediakan di Kejarcita disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan tugas guru, terutama di era Merdeka Belajar dimana banyak berbagai pandangan dan kebijakan baru yang terus mendorong guru untuk meningkatkan kompetensinya agar semakin profesional. Guru-guru akan dibimbing oleh trainner yang sudah ahli dan berkecimpung cukup lama (berpengalaman) di dunia pendidikan. Selama proses hingga selesai mengikuti pelatihan, guru akan di-monitoring dan mendapatkan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kompetensi yang sudah dikuasai. Setelah mengikuti pelatihan, guru diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam proses mengajar pada anak didiknya. Sehingga kegiatan pembelajaran bisa terlaksana dengan efektif, menyenangkan juga berkualitas.

Dapat disimpulkan pelatihan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dengan jangka waktu yang singkat, namun tetap komprehensif. Bukan sekedar ilmu teoritis yang akan diperoleh, guru juga mendapatkan ilmu praktis atau aplikatif yang dapat diterapkan saat mengajar.   

Bagikan Artikel Ini
img-content
Insani Miftahul Janah

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler