Agar Puasa Kita Tak Sia-sia - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Rurin Elfi Farida

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 November 2021

Rabu, 9 Maret 2022 19:53 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Agar Puasa Kita Tak Sia-sia


    Dibaca : 575 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tanpa terasa Ramadan sudah di depan mata. Sungguh merupakan anugerah yang tak terkira, hingga Allah masih berkenan mempertemukan kita dengan bulan penuh kemuliaan ini. Umur yang panjang dan kesehatan yang paripurna tentu menadi syarat utama agar kita bisa menjalani ibadah di bulan penuh berkah melimpah.

    Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa betapa banyak manusia yang berpuasa tapi sayang dia tidak mendapatkan apapun dari puasanya selain lapar dan dahaga. Artinya, bisa dikatakan bahwa ibadah yang dia lakukan hanyalah sia-sia belaka tanpa makna dan pahala. Mengapa demikian? tentu ada banyak manusia yang kadang tidak sadar bahwa amalan yang dilakukan hanyalah kesia-siaan.

    Dalam sebuah hadis riwayat ad-Dailami, Nabi SAW bersabda bahwa ada lima perkara yang menghilangkan pahala puasa. Jadi, bukan ibadah puasanya yang batal, tapi pahala puasanya yang hilang tak bersisa. Kadang, kita tak sadar melakukan suatu perbuatan tanpa ingat akan akibatnya. Lalu, apa sajakah lima perkara yang membuat puasa kita sia-sia?

    1.  Berkata dusta

    Sering kita berdusta tanpa sadar. Mungkin, kadang kita melakukannya dengan alasan untuk kebaikan bersama. Tapi dusta tetaplah dusta. Berbicara tidak sesuai apa yang ada. Orang yang terbiasa berdusta, maka dia akan terus melakukan dusta berikutnya. 

    2. Berghibah

    Ghibah atau menggunjing aib manusia lainnya juga penghilang pahala puasa. Kadang,banyak diantara kita yang tidak sadar ikut bergunjing ria. Awalnya hanya mendengarkan saja, lama-lama kita ikut asyik di dalamnya.  Tanpa sadar, puasa kita pun amblas tak berpahala. Bahkan dalam al-Quran pun dikatakan bahwa orang yang menggunjing ibarat makan bangkai saudaranya. 

    3. Mengadu domba

    Menjadikan orang yang berseteru semakin panas dan bermusuhan adalah salah satu bentuk adu domba. Bisa jadi hanya dengan kata-kata bualan yang tajam dan penuh dusta, sehingga kedua pihak yang awalnya biasa saja, menjadi musuh bebuyutan seumur hidupnya. Tak heran, jika si pengadu domba diganjar dengan hilangnya pahala puasa.  

    4. bersumpah palsu

    Bersumpah palsu demi menguatkan kebohongan. Mereka yang terbiasa melakukannya tentu akan enteng saja tanpa beban. Namun, sumpah palsu selain mendatangkan bencana juga menghilangkan pahala puasa. Sunguh sayang jika kita sampai melakukannya.

    5. memandang dengan syahwat

    Kondisi hari ini dimana kemaksiatan merajalela. Bukan mustahil, banyak hal-hal pengundang syahwat yang bisa dijumpai dimana saja. Tentu cara menghindarinya dengan menjaga pandangan sekuat tenaga kita. Tak mudah memang untuk bisa melakukannya, tapi apa salahnya jika kita mencobanya. Gaddul basar  atau menundukkan pandangan adalah cara dalam Islam yang disarankan oleh para ulama. 

    Nah, para pembaca yang budiman. Itulah lima perkara yang bisa membatalkan pahala puasa. Tentu kita tak ingin jika setelah berlapar-lapar dan dahaga seharian lamanya, ternyata hanya kesia-siaan yang kita dapatkan. Mari bersama mengantisipasi diri agar jangan sampai saat Ramadhan tiba kita tak sengaja melakukannya. Jalani Ramadhan dengan khidmat, beribadah pun akan terasa nikmat. 

    Ikuti tulisan menarik Rurin Elfi Farida lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.