Persewaan Barang Branded, Mendukung Gaya Hidup Flexing - Urban - www.indonesiana.id
x

Rurin Elfi Farida

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 November 2021

Sabtu, 5 Februari 2022 13:42 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Persewaan Barang Branded, Mendukung Gaya Hidup Flexing

    Munculnya persewaan barang branded ini justru semakin menguatkan budaya flexing yang sejatinya tidak sehat secara psikologis. Bagaimana tidak, mereka sibuk hidup dalam ekspektasi banyak orang. Hidup yang melelahkan sebenarnya. Bahkan ada artis dikabarkan juga pernah menyewa jet pribadi yang sering dipamerkan dalam poto-poto glamournya.

    Dibaca : 1.422 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Semakin hari semakin  banyak perilaku aneh warga +62. Belum lama ini yang lagi viral adalah tren persewaan barang branded. Mulai dari kacamata, tas mehong, baju limited edition hingga jet pribadi semuanya bisa didapatkan dengan harga fantastis.  Awalnya hal ini hanya dilakukan oleh para pesohor di dunia entertainmen, tapi lama kelamaan banyak netizen yang mengikuti tren tersebut. Tentu karena dengan cara itu, mereka bisa bergaya borju tanpa harus kehilangan banyak doku.

    Dunia sosmed yang demikian gemerlap ternyata berimbas pada munculnya pola hidup yang juga tak lazim. Prof Renald Khasali mensinyalir munculnya gejala flexing yang menimpa publik sosmed belakangan ini. Sebuah gejala memamerkan kekayaan ke hadapan publik. Istilah-istilah sultan atau crazy rich merupakan efek dari adanya flexing ini.

    Meski bukan suatu hal yang negatif, tapi flexing menjadikan beberapa orang yang tidak memiliki menjadi halu. Tak heran banyak sekali muncul artis dadakan semisal Denis Cariesta dengan teman mewahnya. Prof Rhenald juga menyatakan bahwa flexing justru dilakukan oleh mereka yang sebenarnya tidak terlalu kaya. Namun, mereka bisa memoles diri sehingga terlihat begitu wow dan membuat publik berdecak kagum. 

    Munculnya persewaan barang branded ini justru semakin menguatkan budaya flexing yang sejatinya tidak sehat secara psikologis. Bagaimana tidak, mereka sibuk hidup dalam ekspektasi banyak orang. Hidup yang melelahkan sebenarnya. Bahkan artis sekelas Syahrini dikabarkan  juga pernah menyewa jet pribadi yang sering dipamerkan dalam poto-poto glamournya. Tas branded berharga puluhan juta cukup disewa dengan harga 500 ribu perharinya. Setelah upload poto di sosmed, tas branded dikembalikan lagi. Sangat aneh bukan? mengapa mereka mau bercapek-capek melakukan rekayasa manipulatif hanya untuk sebuah pengakuan hampa. Itulah efek tren dunia sosmed. Hanya dengan pujian dari netizen, itu sudah lebih dari segalanya. 

    Orang kaya yang sebenarnya cenderung hidup biasa dan apa adanya. Mereka tak menampakkan kekayaannya bahkan seolah menutupi eksistensi. Beda dengan orang kaya abal-abal. Mereka sibuk flexing, pamer sana pamer sini hingga babak belur. Capek deh!

    Bagaimanapun hidup apa adanya tentu lebih menyenangkan. Buat apa dibilang kaya jika ternyata tak punya apa-apa. Just be your self. Kekayaan tak perlu dipamerkan karena sebenarnya ia hanya titipan. Hidup indah berkecukupan tak perlu dipamerkan. Cukup bahagia yang dirasakan bersama keluarga sungguh sangat berharga. 

    Mari belajar bersyukur dengan apapun yang digariskan Tuhan dalam kehidupan kita. Pasti semua terasa lebih indah dan bermakna. 

    Ikuti tulisan menarik Rurin Elfi Farida lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.










    Oleh: web seo

    Minggu, 26 Juni 2022 12:08 WIB

    Cara Membersihkan Thorttle Body pada Motor

    Dibaca : 466 kali