Empat Mahasiswi KKN MBKM Unej Rancang Kegiatan Inovatif Inkubasi Calon Orang Tua Idaman di Sukojember

Senin, 9 Mei 2022 06:16 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kegiatan kelompok 7 pada minggu ke 3 adalah melakukan sosialisasi terkait Pengarusutamaan Gender Untuk Eliminasi Stunting dimana di dalam sosialisasi tersebut memberikan gambaran serta pemahaman kepada peserta yang hadir terkait stunting juga pernikahan dini tepatnya di Desa Sukojember. para mahasiswa berencana melakukan kegiatan berupa kelas dalam memberdayakan dan memberikan ilmu kepada para remaja yang tergabung di dalam forum. Adapun beberapa penanggung jawab dalam memberdayakan kelas ini terdiri dari PJ stunting yakni Vio Febiyanti, PJ aquaponik yakni Najati Abadiyah, PJ KWU yakni Dwi Indrawati, PJ sanitasi yakni Wahyuni Lisi Sekliana. Dimana masing – masing PJ akan melaukan kolaborasi berupa kelas INKUBASI CALON ORANG TUA ANDAL (INCARAN). Dimana inkubator ini merujuk pada Ratri Sumberlenting itu sendiri.

Sukojember-  Kegiatan kelompok 7 pada minggu ke 3 adalah melakukan sosialisasi terkait Pengarusutamaan Gender Untuk Eliminasi Stunting dimana di dalam sosialisasi tersebut memberikan gambaran serta pemahaman kepada peserta yang hadir terkait stunting juga pernikahan dini tepatnya di Desa Sukojember. Target sosialisasi kemarin kelompok 7 KKN UMD mengundang para remaja putri yang bertempat tinggal di Desa Sukojember. Dimana pengadaan sosialisasi ini bertujuan untuk membentuk sebuah forum remaja yang melek akan pengetahuan khususnya terkait masalah sosial yang menyebabkan stunting. Sehingga dibuatlah forum bernama “ Ratri Sumberlenting” yang didirikan oleh mahasiswa KKN Kelompok 7 yang terdiri dari Vio Febiyanti, Laila Adhani Putri Malik, Wahyuni Lisi Sekliana, Dwi Indrawati, Najati Abadiyah, Izlan Saifu Adi, Arfian Alwi Firmansyah, Muhammad Hafiz Azzhaqi dibawah naungan dosen pembimbing lapang (DPL) Yakni dr. Yudha Nurdian, M.Kes.

Pada minggu berikutnya kegiatan forum pada remaja putri Sukojember ini akan diaktifkan setelah Hari Raya dimana para mahasiswa berencana melakukan kegiatan berupa kelas dalam memberdayakan dan memberikan ilmu kepada para remaja yang tergabung di dalam forum. Adapun beberapa penanggung jawab dalam memberdayakan kelas ini terdiri dari PJ stunting yakni Vio Febiyanti, PJ aquaponik yakni Najati Abadiyah, PJ KWU yakni Dwi Indrawati, PJ sanitasi yakni Wahyuni Lisi Sekliana.  Dimana masing – masing PJ akan melaukan kolaborasi berupa kelas INKUBASI CALON ORANG TUA ANDAL (INCARAN). Dimana inkubator ini merujuk pada Ratri Sumberlenting itu sendiri.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun beberapa kelas incaran yang akan dilakukan yaitu pada kelas pertama akan ada kegiatan pencegahan stunting yaitu membengun kesadaran remaja dengan diadakanya sosialisasi mengenai pentingnya gizi pada anak, selain itu dalam kegiatan sanitasi yang juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stunting ini akan lebih diperhatikan pada pemakaian air dalam kehidupan sehari hari yang harus dalam keadaan layak untuk di konsumsi setiap harinya sehingga akan dilakukan sosialisasi akan kesadaran penggunaan air bersih yang dapat mencegah penyebaran penyakit dan mendemokan alat penyaring air sederhana dimana diharapkan masyarakat desa sukojember dpaat mempraktikkan dirumah masing masing agar mendapatkan air yang layak dan dapat di gunakan sehari hari.

Dalam pertanian akuaponik, memiliki potensi dalam bidang pertanianya karena sebagian besar masyarakat di sana bermata pecaharian sebagai seorang petani dan buruh tani. Sehingga timbul inovasi untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan ikan di dalam satu wadah. Hal ini bertujuan untuk meminimalisisr kegagalanan panen pada komoditi sayur-sayuran dan melihat budidaya ikan di Desa Sukojember yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi alasan dilakukannya program pertanian akuaponik. Rencana program akuaponik akan dilakukan dengan membuat instalasi akuaponik dengan menggunakan barang bekas berupa kemasan botol air mineral yang akan dipasang pada kolam ikan milik warga. Komoditi yang akan ditanam yakni sayuran berupa kangkung, selada, sawi, maupun cabai. Kelompok 7 akan bekerja sama dengan pemilik kolam dan pemuda Desa Sukojember dalam mengembangkan rencana pertanian akuaponik agar dapat berkelanjutan dan terus dikembangkan oleh warga Desa Sukojember. Hal ini selain dapat memanfaatkan lahan berupa kolam ikan sebagai akses pangan juga akan mendukung pertanian yang berkelanjutan.

Pertanian akuaponik yang akan dijalankan oleh kelompok 7 juga memiliki tujuan yakni tersedianya sumber makanan khususnya dari sayur-sayuran dan ikan sehingga akan menjamin ketahanan pangan bagi masyarakat Desa Sukojember. Sayur-sayuran dan ikan tersebut akan menjadi sumber makanan yang mengandung nutrisi yang baik bagi warga desa sehingga akan membantu memenuhi kebutuhan gizi warga. Hasil pertanian aquaponik ini juga akan dikembangkan lebih lanjut melalui pengemasan yang baik dan pemasaran di sekitar warga desa dan keluar Desa Sukojember. Selain itu, juga akan didemokan mengenai pembuatan makanan dari hasil pertanian aquaponik baik untuk remaja, ibu hamil, ibu menyusui, dan MPASI.

Terkait program kewirausahaan pembuatan olahan makanan yang sehat dan terbuat dari bahan organik. Dimana bahan yang digunakan adalah hasil dari produk yang dihasilkan oleh aquaponik di Desa Sukojember. Selain itu kami kelompok 7 juga berinisiatif untuk kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Kabupaten Jember dan BKKBN juga narasumber lain yang akan mendukung tujuan dari kegiatan ini agar nantinya program yang kami jalankan bisa selaras dengan tujuan menjadi lebih baik dalam menurunkan tingkat stunting di Desa Sukojember. Kegiatan ini nantinya diharapkan dapat memberdayakan anggota forum sehingga menjadi aktif dan berdampak baik bagi desa.

 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler