Ditemukan Pohon Pisang Setinggi 15 Meter, Diperkirakan dari Zaman Purba - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Pisang Raksasa 1. Foto ilustrasi-helo.id.

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Jumat, 13 Mei 2022 06:25 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Ditemukan Pohon Pisang Setinggi 15 Meter, Diperkirakan dari Zaman Purba

    Diduga Pohon pisang peninggalan zaman purba, tingginya mencapai 15 meter, panjang daunnya 5 meter, lebarnya 1 meter. Satu tandan buah pisannya mencapai seberat 60 kilogram

    Dibaca : 401 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pohon pisang, diduga warisan manusia purba, terbesar dan tertinggi di dunia, ditemukan dan tumbuh di Kampung Banfot, pegunungan Arfak. Kabupaten Tambrouw, Papua Barat. Pohon itu memiliki ketinggian 15 meter hingga 20 meter, berat satu buahnya mencapai 1 Kilo gram.

    Dari keterangan yang dihimpun penulis, Rabu (11/05/2022) menyebutkan, pisang raksasa ini, pertama kali dikoleksi oleh Womersley JS dan Simmonds NW, pada 22 Desember 1954 di New Guinea. Pisang itu dikembangkan sebagai collection spesimen penelitian di Inggris. 

    Warga kampung Banfot, Kabupaten Tambrouw, di Papua Barat menyebut nama pisang itu apit sepoh, atau ndowin. Bagaimana pisang terbesar di dunia itu bisa berada dan tumbuh dikampung Banfot, Kabupaten Tambrouw, Papua Barat, belum diketahui secara pasti.  

    Sebagai gambaran, lebar pohon Pisang raksasa itu mencapai 1 meter, memiliki pelepah sepanjang 5 meter dengan lebar sekitar satu meter. Satu buah pohon pisang itu memiliki ketinggian, hingga 15 meter, panjang 1 buah pisang berukuran 20 cm, Dalam satu tandan pisang memiliki berat mencapai hingga 60 kilogram.

    Warna kulit buah pisang itu berwarna hijau, saat muda dan kekuningan ketika masak. Buah pisang itu memiliki biji cukup banyak (seperti pisang kelutuk), pada umumnya. Namun belum diketahui secara pasti, apakah buah pisang itu boleh untuk dikonsumsi oleh manusia, atau hanya sejinis tanaman hias biasa, buahnya tidak boleh dimakan oleh manusia.

    Pisang raksasa yang diduga peninggalan zaman purba ini dikenal dengan nama latin musa ingens ini perlu dilakukan stud penelitian oleh para pakar tanaman endemik. Hingga kini buah pisang itu masih menjadi makanan satwa liar, seperti burung.

    Umumnya, warga setempat mengaku pelepah daun pisang ini sering digunakan untuk alas tempat duduk, dan alas makanan, serta atap rumah darurat di ladang. Untuk memakan buah pisang itu masih ragu dan takut. Semoga informasi ini dapat menjadi perhatian para peneliti tanaman di Indonesia (Djohan Chaniago).



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.