Greysia Polii, Bulutangkis yang ala Dirinya - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Pasangan Ganda Puteri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat bertanding di Olimpiade Tokoyo 2020, tahun 2021. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

muhammad rizal

Pemula
Bergabung Sejak: 27 Maret 2022

Sabtu, 14 Mei 2022 12:42 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Greysia Polii, Bulutangkis yang ala Dirinya

    Greysia Polii, salah satu atlet pujaan para pecinta bulutangkis nasional dan internasional. Juara Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu ini adalah wujud nyata dari prestasi, emosional, dan kontroversi.

    Dibaca : 308 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Siapa yang tidak mengenal Greysia Polii di era bulutangkis modern sekarang ini. Memiliki karakter petarung, tidak kenal takut, dan siap pontang-panting kanan kiri supaya si bola bulu tidak jatuh ke dalam arena bermainnya. Petarung, itulah yang selalu dirinya tunjukkan kepada para lawan-lawannya dan menunjukkan kepada lawannya bahwa dirinya serta pasangannya bukanlah lawan yang mudah dijatuhkan dan kalah begitu saja.

    Perempuan kelahiran Jakarta,  11 Agustus 1987 ini merupakan panutan bagi para junior-juniornya disektor putri Indonesia saat ini. Sudah masuk ke Pemusatan Latihan Nasional PBSI semenjak 2003, menunjukkan betapa konsistennya Greysia Polii yang dalam sejarahnya pernah berpasangan dengan Muhammad Rijal, Kevin Sanjaya, Nitya Krishinda, Meilina Jauhari, dan terakhir ini dengan Apriyani Rahayu dimana dirinya mendapatkan prestasi tertinggi, yaitu medali emas Olimpiade Tokyo, 2020, Jepang.

    Dengan kelebihannya yang dimilikinya dimana punya mental petarung, siap pontang-panting demi meraih kemenangan, Greysia Polii dikenal mudah bergaul dengan kontingen-kontingen dari negara lain. Baik dari Korea Selatan, Jepang, Thailand ataupu negara daratan Eropa yang selalu merasa nyaman ketika ada Greysia Polii yang ceria dan periang di luar lapangan. Seperti yang diungkapkan olehnya kepada Indosport.com kenapa dirinya mau berteman kepada atlet-atlet luar, karena hal tersebut akan memacu dirinya untuk belajar bahasa asing terutama dari atlet yang dikenalnya. Hasilnya Chang Ye Na (Korea Selatan), Ratchanok Intanon (Thailand) dan Sapsiree Taerattanachai (Thailand) sering berbagi salam serta kebahagiaan bersama dirinya di sosial media masing-masing. 

    Istri dari Felix Djimin ini meskipun memiliki karakter yang menyenangkan dan mampu menginspirasi banyak orang, bukan berarti tanpa celah. Dilansir dari bola.com peraih medali emas Asian Games 2014 bersama Nitya Krishinda Prameswari ini pernah mendapatkan "hukuman" waktu bermain di Olimpiade 2012 karena dianggap bermain sabun saat berhadapan dengan pasangan Cina, Wang Xialo/Yu Yang dimana waktu itu dirinya berpasangan dengan Meilina Jauhari. Namun, masa itu telah lewat dan dirinya mampu bangkit kembali hingga sekarang diakui sebagai atlet bulutangkis yang dianggap sebagai calon legenda baru Indonesia, setelah Susi Susanti, Maria Kristin, serta Liliyana Natsir atau Butet.

    Dari prestasinya bersama Apriyani Rahayu mendapatkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Jepang mulai memunculkan harapan baru bahwa sektor putri Indonesia menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah baru-baru saja pemain muda putri Indonesia mampu lolos 8 besar Paial Uber, dimana para pemain yang diturunkan seperti Bilqis Prasista, Ayu Komang, dan lainnya dianggap sebagai calon kembang mekar baru. Bahkan beberapa komentator berani memprediksi bila para pemain ini digabungkan dengan para pemain lain yang berlaga di Sea Games 2021 (2022) Vietnam ke depan, Indonesia untuk edisi Piala Uber 2024 punya peluang memberikan kejutan. Bahkan sebelumnya, Gregoria Mariska, Putri KW beserta pemain putri lainnya mampu menjuarai Turnamen Beregu Asia 2022 walaupun beberapa negara tidak menurunkan skuad terbaiknya. Namun, ini indikasi bahwa sektor putri perlahan mulai menemukan kepercayaan dirinya.

    Memang perkembangan ini tidak melulu dari Greysia Polii belaka, namun generasinya dari jaman Meilina Jauhari, Maria Kristin, dan Nitya Krishinda pun ikut andil apalagi dirinya merupakan atlet terakhir dari generasinya yang mencapai puncak prestasi sebagai seorang atlet. Dengan kemungkinan tahun ini Greysia Polii akan gantung raket dikarenakan ingin fokus kepada keluarga dan memiliki anak, tentu para pecinta bulutangkis harus siap meninggalkan kenangan tentang Greysia Polii dengan penuh ceria. Indonesia Open dan Indonesia Master akan segera tiba, disaat-saat inilah kita akan mengetahui apakah Greysia Polii akan melanjutkan karirnya ataupun memutuskan pensiun. Apapun yang terjadi, terimakasih Greysia Polii pemilik senyum menawan ini atas dedikasinya terhadap bangsa dan negara, pahlawan olahraga dan inspirasi kebangkitan sektor putri Indonesia. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.