x

Suporter Persib mengikuti nonton bareng pertandingan melawan Persija Jakarta di Markas Rindam III Siliwangi, Bandung, 3 November 2017. Bobotoh Persib mengadakan acara nonton bareng di sejumlah titik kota Bandung menyusul larangan menonton di Stadion Manahan Solo. ANTARA

Iklan

EKO JULIARTO

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Mei 2022

Rabu, 25 Mei 2022 16:44 WIB

Mengenal Pola Perilaku Suporter Persib Bandung (Bobotoh)

Keterikatan masyarakat Sunda dengan sepak bola diyakini berjalan seiring makin populernya sepak bola diantara para pengguna bahasa Sunda. Sepak bola di Jawa Barat tidak akan lepas dari Persib Bandung yang lahir dan berkembang di Kota Bandung. Secara turun-temurun, bobotoh memberikan dukunganya kepada Persib Bandung. Mereka tersebar tidak hanya di Bandung dan sekitarnya, namun juga hingga Jawa Barat dan banyak tempat lainnya di luar daerah.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bobotoh merupakan sebutan untuk suporter klub sepak bola Persib Bandung yang berasal dari Jawa Barat. Ini merupakan sebutan untuk seluruh pendukung di stadion, meskipun orang tersebut termasuk dalam organisasi kelompok.

Sejak berdiri Persib Bandung, klub sepak bola ini memiliki sejarah panjang. Klub ini muncul pada era perjuangan kemerdekaan RI Indonesia, diawali dengan kehadiran BIVB (Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond) di Bandung pada tahun 1923 dengan Syamsudin sebagai ketua.

Bobotoh berasal dari bahasa Sunda. Dalam kamus bahasa Sunda karya R. Satjadibrata (2011), bobotoh berarti orang yang menghidupkan semangat kepada orang yang hendak berkelahi (atau binatang yang hendak diadu), suporter. Pada awalnya bobotoh memiliki makna yang luas karena perkelahian atau persaingan untuk menjadi pemenang tidak hanya terjadi dalam sepak bola, tetapi juga dapat terjadi dalam berbagai hal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Keterikatan masyarakat Sunda dengan sepak bola diyakini berjalan dengan semakin populernya cabang olahraga sepak bola diantara para pengguna bahasa Sunda atau penduduk Jawa Barat. Sepak bola di Jawa Barat tidak akan lepas dari Persib Bandung yang lahir dan berkembang di Kota Bandung, Ibu kota provinsi Jawa Barat. Secara turun-temurun, bobotoh memberikan dukunganya kepada Persib Bandung. Mereka tersebar tidak hanya di Bandung dan sekitarnya, namun juga hingga Jawa Barat dan banyak tempat lainnya di luar daerah.

Berdasarkan hasil wawancara dari salah satu suporter Persib Bandung, Rendi Andrian, bawasannya ia mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang menjadi bagian dari bobotoh karena panggilan hati. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mendukung Persib Bandung merupakan budaya turun-temurun, dimana faktor lingkungan juga memberi pengaruh. Bobotoh sendiri memiliki perilaku BIRFing (Basking In Spite of Reflected Failure) dan CORSing (Cutting Off Reflected Success).

Dalam hal ini, meskipun Persib Bandung mengalami kegagalan dalam pertandingan, bobotoh sebagai suporter akan terus mendukung dan memberi semangat. Mereka akan tetap bersenang-senang, menjalin persahabatan dan kesetiaan terhadap Persib Bandung. Melalui perilaku BIRFing, bobotoh mengelola citra diri mereka melalui karakter positif lain sesama bobotoh. Kegagalan Persib Bandung membuat bobotoh menyoroti aspek positif lainnya untuk dapat mengelola citra mereka agar terhindar dari perkataan bahwa mereka menjadi suporter hanya disaat kemenangan Persib Bandung saja. Pola perilaku ini dapat dianggap sebagai perilaku loyalis, dimana Bobotoh tetap setia terhadap Persib Bandung terlepas dari kegagalan yang dialami. Saat Persib Bandung mengalami kegagalan, bobotoh tetap melihat Persib Bandung sebagai pemenang karena kesetiaan mereka sebagai suporter sejati. Perilaku BIRFing ini termasuk ke dalam perilaku suporter yang kurang umum.

Sedangkan, untuk perilaku CORSing, elemen utamanya adalah keinginan suporter untuk memiliki hal-hal yang tetap seperti sebelumnya. Bobotoh memiliki preferensi yang tinggi untuk konsistensi dan rendah kerentanan terhadap pengaruh interpersonal. Dalam hal ini, ketika Persib Bandung mendapat kemenangan dari sebuah pertandingan, bobotoh akan memisahkan diri dari
 mereka. Bobotoh kemungkinan memiliki rasa takut akan kesuksesan yang dialami oleh Persib Bandung karena ketika Persib Bandung mencapai kesuksesan yang lebih tinggi, hal tersebut menyiratkan kesempatan untuk jatuh akan lebih besar. Bobotoh tidak ingin dikaitkan dengan era baru kemenangan, namun mereka lebih menyukai bertahan dengan hal yang sudah Persib Bandung capai.

Pola komunikasi yang dijalin oleh bobotoh sangat lancar. Mereka bahkan membuat banyak grup chat untuk mengkoordinasi setiap anggotanya. Hubungan kekeluargaan mereka pun sangat erat. Ketika pertandingan home atau away, mereka selalu bertegur sapa, mengobrol, bahkan mereka sering berkumpul di luar stadion. Bobotoh juga akan saling membantu dan saling menjaga. Hal ini dijadikan sebagai strategi mereka dalam membangun hubungan yang baik sesama bobotoh. “Banyak media komunikasi yang kita gunakan, seperti Instagram, Twitter, Facebook, WhatsApp, dan Telegram”, ujar Rendi melalui wawancara google meet.

Bobotoh merupakan basis supporter terbesar di Indonesia, nomor satu di Asia, dan nomor 23 di dunia. Klaim ini diucapkan oleh Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono. "Dari sisi jumlah fans, Persib menjadi yang paling besar di Indonesia. Jadi data memperlihatkan kami memiliki 22 juta fans. Itu nomor satu di Asia dan nomor 23 di dunia", ujar Teddy Tjahjono dalam channel Youtube Jebreeetmedia TV.

Bobotoh termasuk ke dalam suporter yang fanatik. Hal tersebut dapat dilihat dalam setiap pertandingan yang diadakan. Seluruhnya dipenuhi oleh bobotoh. Bahkan saat pertandingan away, dimana Persib Bandung ikut serta, selalu ada bobotoh. Apapun akan dilakukan oleh bobotoh untuk mendukungan Persib Bandung kebanggaan mereka, selama itu baik.

Namun, terkadang banyak juga aksi-aksi yang merusak nama baik bobotoh sebagai akibat dari fanatisme itu sendiri. Hal yang mungkin dapat mereka lakukan agar sikap fanatisme mereka tidak merusak nama baik bobotoh, yaitu dengan memberikan edukasi. Beberapa orang terpercaya, seperti ketua atau panglima untuk lebih mengayomi setiap anggotanya agar mereka kembali satu arah dalam mendukung Persib Bandung. Karena sekarang ini bobotoh tidak lagi satu arah tujuan. “Sekarang yang dirasain itu kekuatan besar bobotoh tidak satu arah, misalnya demo atau merusak fasilitas sering terjadi. Harusnya ketua Bobotoh bisa meredam hal-hal yang terjadi seperti itu”, ujar Rendi, salah satu  bobotoh melalui wawancara google meet.

Ikuti tulisan menarik EKO JULIARTO lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu