Mahasiswa KKN Di Desa Lengkong Manfaatkan Tanaman Organik Menjadi Produk Olahan Penurun Stunting

Rabu, 8 Juni 2022 07:23 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mahasiswa KKN Tematik Desa Lengkong memanfaatkan sumber daya alam setempat menjadi produk olahan. Sumber daya hasil olah milik PKK berupa beberapa macam tanaman TOGA yang belum maksimal pemanfaatannya membuat mahasiswa KKN UNEJ berinovasi dengan membuat olahan dari tanaman TOGA tersebut dengan nama Jelly Sruput. Jelly Sruput ialah jelly yang terbuat dari bubuk jelly, gula pasir dan berbagai macam tanaman toga dengan varian rasa yang disukai anak-anak. Pembuatan Jelly Sruput ini ditujukan untuk menjadi salah satu produk makanan penurun stunting.

Salah satu program yang dijalankan oleh mahasiswa KKN Tematik Desa Lengkong memanfaatkan sumber daya alam setempat menjadi produk olahan. Dalam mencari potensi sumber daya alam mahasiswa KKN Tematik Desa Lengokong mendapati adanya sumber daya hasil olah milik PKK berupa beberapa macam tanaman TOGA yang belum maksimal pemanfaatannya.

TOGA adalah singkatan dari Taman Obat Keluarga yang berfungsi sebagai penyedia obat sekaligus sebagai tanaman berestetika yang memenuhi kriteria keindahan pekarangan. TOGA dapat memenuhi upaya kesehatan preventif (pencegahan penyakit), promotif (peningkatan derajat kesehatan), kuratif (penyembuhan penyakit) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Jenis-jenis tanaman toga yang dihasilkan oleh PKK ialah jahe merah, jahe emprit, temulawak, kencur, kunir, lengkuas, bawang kalimantan, laos, dan lain-lainnya.

Produk olahan adalah makanan atau minuman hasil proses pengolahan dengan cara atau metode tertentu, dengan atau tanpa bahan tambahan. Produk olahan yang telah dibuat oleh KKN Tematik Desa Lengkong bernama “Jelly Sruput”. Jelly Sruput ialah jelly yang terbuat dari bubuk jelly, gula pasir dan berbagai macam tanaman toga dengan varian rasa yang di sukai anak-anak. Varian rasa yang dibuat oleh mahasiswa KKN Desa Lengkong didapat dari berbagai macam buah yang banyak ditemui dipasaran. Jelly Sruput dikemas dengan kemasan plastik lilin dengan berbagai macam karakter kartun dan kata-kata taat prokes.

Produk Jelly Sruput varian kencur dengan penambahan rasa jeruk

Selain berguna dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada pembuatan Jelly Sruput ini ditujukan untuk menjadi salah satu produk makanan penurun stunting. Hal tersebut dikarenakan adanya penambahan tanaman obat yang banyak mengandung manfaat untuk meningkatkan ataupun menambah nafsu makan anak-anak dan menjaga kekebalan tubuh anak-anak agar tidak mudah terserang penyakit. Bagi anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan Jelly Sruput ini juga baik karena tinggi akan serat.

Dalam pembuatannya telah dilakukan beberapa kali trail error (percobaan) hingga menjadi produk yang pas untuk anak-anak. Hasil percobaan pertama menurut Dosen Pembimbing Lapang bapak Eko crys mengatakan  bahwa, “Rasa yang dihasilkan terlalu strong (kuat) untuk anak kecil”. Hal itu juga sejalan dengan komentar yang dikatakan oleh Ibu Agustin selaku pihak LP2M yang mengatakan bahwa “Rasa yang dihasilkan terlalu pedas untuk kalangan anak kecil”.

Beliau bersama bapak Ali Badrudin juga menambahi bahwasannya, “Rasa yang didapat kurang manis untuk target konsumen anak-anak dan tingkat kekenyalan jelly yang masih kurang”.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler