Komunikasi Dua Arah untuk Pembelajaran Daring Lebih Baik - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Sumber: https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/

A4_041_heru saputro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Juli 2022

Senin, 4 Juli 2022 06:02 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Komunikasi Dua Arah untuk Pembelajaran Daring Lebih Baik

    Peran fungsional kepala keluarga dimasa pandemi Covid-19 adalah kemampuan mendisiplinkan seluruh perilaku anggota keluarganya. Mengingat kunci utama agar aman dari penularan Covid-19 adalah berperilaku disiplin. Peran strategis kepala keluarga untuk mendisiplinkan perilaku anggotanya dapat dipandang sebagai indikator pengukur keberhasilan keluarga dalam membantu pemerintah menghentikan panyebaran Covid19.

    Dibaca : 1.296 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Heru Saputro, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta)

     

    Abstrak

    Esai ini berfokus pada edukasi antar guru dan murid selama pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19, pembelajaran secara daring tentunya murid akan lebih banyak mengabiskan waktunya di rumah dan di masyarakat. Tujuan esai ni adalah saling interaksi antar guru dan murid, pola asuh orang tua serta pemilihan circle di masyarakat agar terciptanya hubungan yang baik.

    Meskipun metode belajar mengajar secara daring tentunya guru bisa saling interaksi secara langsung meskipun dilakukan satu bulan sekali ataupun guru bisa langsung mendatangi dan mengedukasi murid tersebut. Orang tualah peran paling penting di masa pandemi Covid-19 agar mengetahui tidak adanya anak putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah, diduga erat kaitannya dengan pemahaman orang tua tentang pendidikan dan terpengaurhnya lingkungan yang ada di masyarakat.

    Hasil daripada esai tersebut interaksi guru dan murid akan menambah hubungan yang baik dan kedekatan antar guru, orang tua serta bisa memilah milah circle yang baik di masyarakat. Pelajar akan merasakan kedekatan dan hubungan yang baik dengan guru bila bisa saling interaksi secara langsung. Pola asuh orang tua dan lingkungan sekitar akan berpengaruh dalam semangat bagi pelajar.

     

    ---

    Awal tahun 2020 dunia dibuat kaget dengan keberadaan virus baru yang bernama Corona. Penyakitnya disebut sebagai Covid-19, sebagai virus yang menyerang Cina, yang ditemukan pada bulan November 2019 tepatnya di kota Wuhan. Corona yang semula dianggap virus biasa. Prediksi kemudian salah, dan virus ini dapat membunuh manusia sekaligus menyebar sangat cepat sehingga saat ini belum ditemukan secara pasti terkait penyebab virus corona, namun diketahui bahwa virus ini disebarkan oleh hewan.

                    Virus ini mengakibatkan ketidak serasian di dalam masyarakat bahkan bagi pelajar khususnya bagi pelajar Wonosobo. Keadaan yang terjadi memaksa masyarakat dan pelajar untuk merubah kebiasaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diakibatkan perkembangan virus yang menyebar dengan cepat diseluruh dunia tanpa terkecuali. Kebijakan baru jugapun sangatlah berpengaruh pada dunia pendidikan, yang mengubah pembelajaran yang biasanya dengan tatap muka tetapi karena pandemi akhirnya pembelajaran dilaksanakan secara online.

                    Akan tetapi saling interaksi berfungsi juga untuk menumbuhkan semangat, mempengaruhi orang lain, memberi informasi, mendidik . Demikian proses belajar mengajar yang akan menghasilkan kualitas pendidikan yang baik, rumusan masalah yang dikaji dalam essay ini sebagai berikut: 1Faktor-faktor apa yang menjadi penghambat pembelajaran daring dalam meningkatkan kualitas pelajar di Wonosobo. 2Fungsi komunikasi pada proses pembelajaran antara guru dan murid dalam meningkatkan kualitas pelajar di Wonosobo. 3Dampak posotif apa jika guru dan murid interaksi secara langsung. 4Peran orang tua dimasa pandemi untuk meningkatkan kualitas pelajar di Wonosobo. 5Pemilihan circle di masa pandemi untuk menjaga kesehatan mental.

                   Hal yang sejalan dengan anjuran pemerintah untuk stay at home and social distancing harus diikuti dengan perubahan modus belajar tatap muka menjadi online. 1Teknologi disini bisa dianggap sangatlah penting sebagai pengganti posisi guru dalam pembelajaran. Hal ini tidak semuanya benar, peran guru dalam melakukan pembelajaran masih sangat diperlukan dengan proses manusiawi, saling interaksi dan kurang tepat bahwa teknologi selalu melahirkan proses dehumanisasi.

                    Pembelajaran online atau daring menjadi alternatif yang kian membias di tengah merebaknya virus corona. Pandemi ini menuntut semua lembaga, tanpa pengecualian untuk menggunakan sarana media digital atau teknologi dalam kegiatan belajarnya semaksimal mungkin. Berbagai sekolah berlomba-lomba menelisik cara-cara yang efektif dalam mentransmisikan sistem pengajarannya. Perkembangan teknologi yang kian canggih mengakomodasi dan memobilisasi sistem pembelajaran ini.

                    Pembelajaran dengan teknologi memungkinkan guru yang bisa dikatakan sudah bisa atau berpengalaman melakukan interaksi secara daring dibandingkan dengan murid, mungkin murid kurangnya pemahamanan menggunakan teknologi bahkan keterbatasan teknologi dalam proses belajar di dalam kelas. Guru yang sudah berpengalaman mengetahui bahwa tidak ada cara pemecahan tunggal dan cepat untuk segala variasi gaya belajar diantara pembelajaran. Oleh sebab itu guru yang cukup berpengalaman sebelum menggunakan teknologi di dalam kelas, mereka perlu mengenali segala keterbatasan pelajar dari segi teknologi .

                    Bahkan tidak hanya teknologi yang menghambat pembelajaran daring peran orang tua juga sangatlah berpengaruh untuk memandu anaknya proses belajar mengajar secara daring karna perubahan perubahan tersebut berdampak pada kesulitan yang dialami pelajar ketika menjalani pola pembelajaran yang baru. Kesulitan terjadi salah satunya akibat dari tidak dimilikinya kemampuan adaptasi yang baik dalam diri pelajar dan kemampuan kemampuan semacam ini yang perlu dikembangkan.

                   Dalam pengembangan dan penerapannya, teknologi banyak aspek dapat diusulkan untuk dijadikan alasan mendukung untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Wonosobo. Teknologi sangat mampu dan diperjuangkan untuk menjadi fasilitator utama bagi pelajar Wonsobo akan tetapi interaksinya secara langsung dari guru juga sangatlah penting, karena teknologi yang mengandalkan kemampuan belajar jarak jauh tidak lepas dari sinyal dan kuota internet.

                    Teknologi sangat mampu dan diperjuangkan untuk menjadi fasilitator utama bagi pelajar Wonsobo akan tetapi interaksinya secara langsung dari guru juga sangatlah penting, karena teknologi yang mengandalkan kemampuan belajar jarak jauh tidak lepas dari sinyal dan kuota internet. Teknologi sangat mampu dan diperjuangkan untuk menjadi fasilitator utama bagi pelajar Wonsobo akan tetapi interaksinya secara langsung dari guru juga sangatlah penting, karena teknologi yang mengandalkan kemampuan belajar jarak jauh tidak lepas dari sinyal dan kuota internet.

                 Oleh karenanya, pemerintah serta pengelolah pendidikan harus senantiasa mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan serta dapat memperhatikan faktor pendukung dan penghambat pada proses belajar mengajar di sekolah sekolah yang tujuannya adalah peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. salah satu aspek yang tidak kalah pentingnya dalam mendorong terciptanya peningkatan.

                    Untuk meningkatkan hubungan yang baik tentunya menjadikan fungsi komunikasi sebagai potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. 2Komunikasi sebagai ilmu, seni dan lapangan kerja sudah tentu memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memahami fungsi komunikasi kita perlu memahami lebih dahulu tipe komunikasi yaitu komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antar pribadi, komunikasi public dan komunikasi massa.

                    Komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan, atau diartikan pula sebagai saling tukar-menukar pendapat. Komunikasi juga dapat diartikan hubungan antar manusia baik individu maupun kelompok. Adapun komunikasi yang berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang.

                    Komunikasi dengan diri sendiri berfungsi untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, memahami dan mengendalikan diri, serta meningkatkan kematangan berpikir sebelum mengambil keputusan. Mengembangkan kreativitas imajinasi berarti mencipta sesuatu lewat daya nalar melalui komunikasi dengan diri sendiri, dengan cara seperti ini seseorang dapat mengetahui kerterbatasan-keterbatasan yang dimiliki, sehingga tahu diri, tahu membawakan diri dan tahu menempatkan diri dalam masyarakat.

                    Karna komunikasi guru dan murid salah satu aspek yang mendorong terciptanya peningkatan proses belajar mengajar. Menurut saya komunikasi yang baik adalah saling interaksi secara langsung antara guru dan murid, interaksi juga sangat perlu dilakukan walaupun masih di masa pandemi akan tetapi  interaksi secara langsung bisa dilaksanakan  dengan metode:

    • Sebelum saling interaksi secara langsung guru dan murid harus terbebas dari Covid-19.
    • Guru bisa mendatangi rumah rumah murid tersebut agar tau dan memantau proses belajar mengajar selama pandemi.
    • Pembelajaran di sekolah walaupun dilakukan satu bulan sekali atau satu minggu sekali.
    • Untuk murid proses belajar mengajar bisa bergantian agar tidak mengakibatkan kerumunan.

                    Secara khusus agar para pelajar memiliki kemampuan berfikir kritis, terampil, serta kebiasaan untuk menggunakan waktu luang untuk belajar baik disekolah maupun didalam lingkungan masyarakat. 3Guru juga harus berupaya keras untuk menciptakan suasana yang aman dan tenang yang membuat siswa tertarik dengannya, sehingga dengan tertariknya siswa terhadap guru, akan menimbulkan minat pelajar untuk mempelajari apa yang akan diajarkan guru, sehingga hasil belajar pelajar meningkat.

                    Motivasi untuk belajar dan untuk berperilaku berdasarkan pada minat. Jika guru berhasil merangsang keingintahuan di antara siswa, mereka akan juga menemukan kesediaan di antara siswa untuk belajar dan berperilaku baik. Pengajaran yang memuaskan keingintahuan anak jauh lebih memotivasi dengan efektif daripada memaksa mereka untuk mengerjakan tugas-tugas yang mereka anggap tidak relevan dan membosankan. Oleh karena itu cara guru berinteraksi dengan anak dan cara mengajarnya itu penting dalam mencegah perilaku tak pantas.

                    Jika guru dan murid bisa saling   interaksi  secara   langsung     tentunya akan menimbulkan hubungan yang baik dan bisa mengedukasi murid dan orang tua murid. Karna banyaknya murid yang menyalahgunkan teknologi yang seharusnya kuota internet buat proses pembelajaran daring palah buat main game atau menonton film porno oleh karna itu betapa pentingnya edukasi guru dan murid serta orang tua murid agar orang tua.

                    Tidak hanya teknologi yang menjadi problematika belajar mengajar secara daring yang ada di wonosobo. 4Peran orang tua juga sangatlah penting untuk memandu anaknya proses belajar mengajar secara daring karna perubahan perubahan tersebut berdampak pada kesulitan yang dialami pelajar ketika menjalani pola pembelajaran yang baru. Kesulitan terjadi salah satunya akibat dari tidak dimilikinya kemampuan adaptasi yang baik dalam diri pelajar dan kemampuan kemampuan semacam ini yang perlu dikembangkan.

                    Untuk itulah peran orang tua  menjadi lebih jelas dengan adanya pandemi covid-19 ini. Psycal distancing or social distancing adalah salah satu dari sekian derat himbauan pemerintah untuk melindungi warganya agar tidak terjangkit Covid-19.   Disamping itu, Pemerintah juga mengambil kebijakan deliberatif lainnya, seperti mengalih fungsikan rumah yang tadinya hanya berurusan dengan problematika keluarga, kemudian berubah menjadi pusat dari segala kegiatan masyarakat.

                    Peran fungsional kepala keluarga dimasa pandemi Covid-19 adalah kemampuan mendisiplinkan seluruh perilaku anggota keluarganya. Mengingat kunci utama agar aman dari penularan Covid-19 adalah berperilaku disiplin. Peran strategis kepala keluarga untuk mendisiplinkan perilaku anggotanya dapat dipandang sebagai indikator pengukur keberhasilan keluarga dalam membantu pemerintah menghentikan panyebaran Covid19.

                    Orang tua sebagai pendidik perlu berhikmat untuk menuntun anak-anak menuju pencapaian hidup berkualitas. Pandemi Covid-19 membuat anak lebih banyak di rumah, sehingga kehidupan keimanan anak banyak bergantung pada peran pendidikan dalam keluarga. Sekolah tidak lagi menjalankan aktifitas rutinnya, yang pada pada hari diawali dengan doa, dan ditutup pula dengan doa pada siang hari.

              Untuk itulah maka keluarga perlu menjalankan pendidikan bagi anak untuk mengembangkan keimanannya. Temuan ini sejalan dengan teori dari Fowler bahwa salah satu tahapan iman yang harus dilalui atau dialami setiap orang adalah meniru iman orang yang sudah lebih dewasa atau lebih tua. Tahapan dan proses seperti itu dimulai di dalam keluarga pada usia anak-anak. Di mana iman anak-anak sangat tergantung pada iman yang dilihat pada orang tua dan orang dewasa lainnya yang ada di sekitarnya setiap saat. Itulah sebabnya orang tua di dalam keluarga harus menjadi teladan iman yang konsisten bagi anak-anaknya.

                    Dengan kata lain keseluruhan realitas kehidupan yang ditampilkan orangtua di depan anak anak (tutur kata, sikap dan perbuatan) harus mencerminkan karakter keimanannya. Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang kemudian melahirkan konsep pendidikan formal, nonformal, dan informal. Dalam konsep tersebut, keluarga jelas merupakan lingkungan pertama bagi pendidikan anak. Karena itu, keluarga harus memainkan peranannya sebagai alat dan/atau sarana yang efektif untuk pendidikan anak. Prinsip dan kondisi seperti itu harus mulai ditekankan pada anak-anak di dalam keluarga dan di rumah secara jelas dan tegas.

                    Tantangan dan pergaulan hidup bagai anak semakin hari semakin kompleks. Secara otomatis, kondisi seperti itu terasa secara kuat di dalam setiap keluarga tanpa terkecuali. Itulah sebabnya keluarga harus memastikan terjadinya proses pendidikan rekreasi dalam keluarga. Orang tua harus menciptakan dan memberikan suasana yang harmonis dalam lingkungan keluarganya. Dengan kata lain, keluarga harus selalu mengawasi agar anak juga berada di tempat atau pergaulan yang nyaman dan aman.

                    Dengan pandemi ini kesempatanya orang tua dan anaklah agar selalu berkumunikasi supaya mendapatkan hubungan yang harmonis. Menurut saya adalah ketahanan dan dukungan dari orangtualah yang utama karna rumah adalah sekolah pertama, untuk itu agar orang tua untuk bener bener mendidik anaknya dan agar selalu mendukung anaknya tidak hanya menyetir anak semau orang tua dan untuk selalu meuntut anak akan tetapi tidak tau apa yang diinginkan anak tersebut. Banyaknya semangat anak tapi dipatahkan oleh orang tua karna tidak tau apa yang di inginkan anak.

                    Adanya anak yang putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah diduga erat kaitannya dengan pemahaman orang tua tentang pendidikan, termasuk pemahaman tentang pola pendidikan yang diterapkan. Oleh karena itu pola pendidikan anak pada masyarakat Wonosobo ini perlu dikaji secara mendalam. bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua tentang pendidikan anak, pola yang diterapkan orang tua dalam pendidikan anak, dan aktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola pendidikan anak pada masyarakat Wonosobo.

                    Bahkan orang tualah garda utama bagi anak akan tetapi banyaknya semangat anak sering kali di patahkan oleh orang tua sendiri. Masih banyaknya orang tua yang nyuruh anaknya selalu menuruti apa yang orang tua suka bahkan anak tidak memiliki bakat dan minat apa yang orang tua suruh serta banyaknya orang tua yang selalu membanding mbandingkan orang lain akan tetapi orang tua tersebut sadar bahwa hal yang dilakukan tidak baik akan tetapi dilakukan kepada anaknya.

                    Walaupun menurut orang tua sudah paling benar akan tetapi tidak tau jika diterapkan ke anak. Biarlah anak menikmati hidup dengan masa masa sekarangnya dan biarlah orang tua menikmati hidup dengan masa lalu jangan sekali menerapkan masalalu orang tua diterapkan ke anak. Dukunglah anak apa yang dia suka suportlah anak apa yang dia belajari dan berikanlah arahan ke anak berikan kebebasan ke anak kebasan belajar kebasan apa yang dia suka. Ajari lah sopan santun, adab karna banyaknya anak sekarang cerdas tapi lupa cara menghargai orang lain bahkan menghargai orang tua.

                    Bahkan sudah terjadi adanya pemahaman orang tua dan anak kejadian ini terjadi di desa saya bahkan keponakan saya senidiri, kurangnya pemahaman orang tua dan anak serta kurangnya edukasi dari guru. Kejadian ini terjadi yaitu keponakan saya sewaktu belajar mengajar secara daring dia tidak pernah ada belajar dari rumah entah tidak pernah di arahkan orang tuanya atau anaknya yang males pas saya tanya secara langsung  kenapa  tidak  pernah  belajar online? Bahkan anak tersebut menjawab dengan mengejutkan mending buat main game dari pada belajar. Untuk itulah agar orang tua dan guru guru di Wonosobo bisa mengedukasi anak bahkan orang tua murid supaya orang tua tersebut bisa mengarahkan anaknya.

                    Kebetulan keponakan saya ini bersebelahan rumahnya dengan saya jadi saya sendiri sering liat aktivitas anak tersebut. Sewaktu siang seperti biasa bermain bersama anak anak di desa saya dan sewaktu malem dia buat main game diapun sudah sampe banyak uang yang dikeluarkan hanya untuk TOP UP game, pada saat main gamepun sering berkata kasar disaat ditegur orang tuanya malah marah marah ke orang tuanya bahkan sampe ditantang berkelahi, berkata kasar dengan orang tuanya sendiri sudah hal biasa yang dilakukan anak tersebut. Untuk itu agar orang tua bisa saling berkomunikasi dengan baik karna keponakan saya ini sewaktu kecil juga sering sekali dibentak, dikasarin oleh orang tuanya bahkan tidak di pedulikan. Sesampai orang tua sering memilih bermain hp daripada menemukan chemistry bersama anak dan sekarang semuanya apa yang diperlalukan orang tua tertanam pada anak.

                    Untuk itulah betapa pentingnya orang tua agar memantau dan mengontrol aktivitas mereka karna mereka masih pelajar anak sangat rentan kondisi psikisnya. Hal tersebut salah satunya disebabkan pula oleh berubahnya hormonal dalam tubuh juga ikut berubah juga kondisi emosional mereka yang jadi sensitiv atau cepat tersinggung. Kondisi seperti ini menyebabkan anak rentan terjebak circle pertemanan yang negatif. Apalagi ketika mereka tidak mendapatkan kedekatan di keluarganya. Akibatnya, anak mencari rasa aman di luar rumah dengan teman-teman yang dianggap mau mengerti keadaan mereka. Masalah terjadi ketika lingkaran pertemanan yang dimasuki ternyata membawa ke jalur yang salah. Sedangkan kondisi psikis anak pada masa puberitas cenderung labil, bisa jadi mereka terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.

                    Agar orang tua selalu bisa mempunyai hubungan yang baik dan kedekatan supaya bisa mengarhkan anaknya untuk mencari pertemanan yang baik, membantu kita untuk mengenal diri kita sendiri, membuat kita merasa dikenal dan dimengerti, dan mendukung kita saat kita sedang kesulitan. Sayangnya, nggak semua pertemanan punya hubungan timbal balik yang bagus. 5Seringkali kita terjebak dalam sebuah pertemanan yang buruk, bahkan bisa dibilang toxic.

                    Oleh karena itu, perlu hati-hati dalam memilih circle pertemanan karena bisa saja terjebak pada satu kebiasaan yang negatif. Karena sifatnya yang terbatas, biasanya pertemanan ini menyukai hal yang sama, dan bisa yang positif atau juga negatif. Contohnya seperti bergabung dengan kelompok aliran sesat atau berteman dengan geng yang memiliki pergaulan bebas.

                    Memang sangat menyenangkan memiliki banyak teman, tapi tetap saja seharusnya jangan asal berteman. Terutama untuk anak-anak baru memasuki usia pubertas harus dipantau pertemanannya. Pada usia ini anak-anak cenderung lebih percaya pada orang di luar rumahnya sendiri, dalam artian pada temannya. Celakanya, anak-anak ini karena usia mudanya jadi kurang pertimbangan ketika membina sebuah hubungan.

                    Karna tidak dapat dipungkiri lagi apabila penghargaan terhadap seseorang sangat berpengaruh juga pada lingkungan pergaulan, atau teman-teman yang dimilikinya. Lingkungan pergaulan seseorang sangat mempengaruhi kesuksesannya. Misalnya, orang yang bergaul dengan mereka yang penuh semangat dan sangat produktif pasti akan terpengaruh jadi orang yang penuh percaya diri. Pengaruh teman-temannya akan membuat dirinya berani mencoba dan ingin maju.

                    Di mana kita bisa membuka diri pada mereka tanpa harus takut nggak disukai. Dengan teman yang toxic semua hal ini enggak bisa kalian dapatkan. Biasanya sikap mereka yang menuntut kalian untuk selalu bersikap dengan cara tertentu, atau menyukai dan membicarakan hal tertentu, bisa bikin kalian sering membohongi diri kalian sendiri. Kalian enggak bisa berekspresi karena takut dihakimi atau bahkan kehilangan teman.

                   Sebaliknya bila bergaul dengan orang yang cenderung pesimis, maka dia juga akan ikut terpengaruh jadi kurang percaya diri dan tidak mau maju. Circle pertemanan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang karenanya, sangatlah penting untuk memahami seperti apakah lingkaran pertemanan yang dijalani selama ini. Apa lingkaran pertemanan tersebut berpengaruh baik, atau malah membawa dampak buruk pada anak.

                   Selama pandemi ini banyaknya waktu yang kita habiskan di lingkungan masyarakat untuk itu kita harus pintar memilah milah pertemanan di masyarakat. Karna hidup berada di lingkungan toxic sangatlah berpengaruh pada diri kita, karna orang toxic tidak pernah tau keberadaan kita lagi banyaknya pikiran ataupun terpuruk, dan apa yang mereka ucapkan apa yang mereka keluarkan kata kata dari mulutnya tidak pernah tau bila menyakiti orang lain. Pengaruh daripada hidup di lingkungan yang toxic akan menyebabkan kita menjadi seorang yang takut bergaul karna adanya trauma dalam diri kita, karna seringkali kita yang ucapkan dan apa yang selalu kita bicarakan selalu salah, bahkan kita berpendapatpun selalu di cela.

                    Karena banyak menghabiskan waktu sama teman yang toxic kalian jadi susah berekspresi dan melepaskan stress yang kalian alami. Bukannya nyaman dan senang, malah setress yang bertambah. Imbasnya stres yang kalian rasakan akan terasa oleh fisik kalian. Kalian jadi cepat lelah, pusing, merasa gelisah, dan nggak punya semangat. Untuk itulah kita agar selalu berhati hati dalam memilah milah pertemanan selama pandemi, karna selama pandemi ini banyaknya waktu dalam masyarakat. Untuk itu kita harus selalu hidup berdampingan dan perlu memilah milah pertemanan agar tidak berada di lingkungan toxic.

     

    Kesimpulan

                    Jadi komunikasi guru dan murid adalah salah satu aspek yang mendorong terciptanya peningkatan proses belajar mengajar. Komunikasi yang baik adalah saling interaksi secara langsung bisa dilaksanakan  dengan metode: sebelum saling interaksi secara langsung guru dan murid harus terbebas dari Covid-19, guru bisa mendatangi rumah rumah murid tersebut agar tau dan memantau proses belajar mengajar selama pandemi, pembelajaran di sekolah meskipun dilakukan satu bulan sekali atau satu minggu sekali, untuk murid proses belajar mengajar di sekolah bisa bergantian agar tidak mengakibatkan kerumunan.

                    Serta dukungan dari orangtualah yang utama karna rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Untuk itu orang tua agar bisa mempunyai hubungan yang baik agar bisa mengarahkan anaknya ke pertemanan yang baik, membantu kita untuk mengenal diri  kita sendiri, membuat kita merasa dikenal dan dimengerti, dan mendukung kita saat kita sedang kesulitan karena bisa saja terjebak pada satu kebiasaan yang negatif. Biasanya pertemanan menyukai hal yang sama, dan bisa yang positif atau juga negatif. Seperti bergabung dengan kelompok aliran sesat atau berteman dengan geng yang memiliki pergaulan bebas.

     

    Daftar Pustaka

    Jurnal

    Mar’ah, N. K., Rusilowati, A., & Sumarni, W. (2020). Perubahan Proses Pembelajaran Daring Pada                        Siswa Sekolah Dasar di Tengah Pandemi Covid-19. In Prosiding Seminar                                            Nasional Pascasarjana (PROSNAMPAS) (Vol. 3, No. 1, pp. 445-452).

    Anhar, H. (2013). Interaksi Edukatif Menurut Pemikiran Al-Ghazali. Jurnal Ilmiah Islam                                         Futura13(1), 28-41.

    Amalia, A. & Sa’adah, N. Dampak Wabah Covid-19 Terhadap Kegiatan Belajar                                                     Mengajar Di Indonesia. J. Psikol. 13, 214–225 (2020).

    Febriyanti, C. & Seruni. Peran Minat Dan Interaksi Siswa Dengan Guru. Form.  J. Ilm. Pendidik.                             MIPA 4, 245–254 (2014).

    Malik, A. (2014). Fungsi komunikasi antara guru dan siswa dalam meningkatkan kualitas                                     pendidikan (studi kasus proses belajar mengajar pada SMP Negeri 3 Sindue).                                   Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi3(2), 168-173.

    Adawiah, R. (2017). Pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap pendidikan anak:                                           Studi pada Masyarakat Dayak di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan. Jurnal                             Pendidikan Kewarganegaraan7(1), 33-48.

    Sumber Internet

    https://www.gramedia.com/best-seller/circle-pertemanan/  Diakses pada 24 juni 2021, pkl 23:45 pm.

    https://hai.grid.id/read/07905576/8-tanda-kamu-berada-di-circle-pertemanan-yang-toxic?page=all  Diakses pada 24 juni 2021, pkl 23:45 pm.

    https://www.suara.com/news/2021/06/17/135634/guru-pergoki-murid-pakai-kuota-gratis-buat-game-dan-film-dewasa-dijawab-iri-bilang-bos?page=all Diakses pada 5 juli 2021, pkl 21:43 pm.

    Ikuti tulisan menarik A4_041_heru saputro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.