Bob Tutupoly, Penyanyi Legendaris Berpulang - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Bob Tutupoly. Tempo/Agung Pambudy

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Selasa, 5 Juli 2022 16:10 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Bob Tutupoly, Penyanyi Legendaris Berpulang

    Penyanyi legendaris Bob Tutupoly wafat. perjalanan karier dan prestasinya, patut diteladani.

    Dibaca : 910 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Memang lidah tak bertulang

    Tak terbekas kata-kata

    Tinggi gunung seribu janji

    Lain di bibir, lain di hati

     

    Aku pergi takkan lama

    Hanya satu hari saja

    Seribu tahun tak lama

    Hanya sekejap saja

    Kita 'kan berjumpa pula

     

     

    Lirik tersebut dikutip dari lagu Tinggi Gunung Seribu Janji ciptaan komponis Ismail Marzuki. Sebuah lagu yang di masyarakat lebih populer dengan “Lidah tak Bertulang”. Lagu tersebut sangat populer pada tahun 1965-an, saat dilantunkan dengan apik dari suara merdu khas penyanyi Bob Tutupoly.  

    Hari ini, penyanyi legendaris bernama lengkap Bobby Willem Tutupoly itu wafat pada Selasa 5 Juli 2022 pukul 00.00 di RS Mayapada Jakarta.  Ia wafat dalam usia 82 tahun.

     

    Perjalanan Karier

    Bob Tutupoly adalah anak kedua dari lima bersaudara, pasangan perantau asal Negeri Ouw, Maluku, Adolf Laurens Tutupoly dan Elisabeth Wilhemmina Henket-Sahusilawane. Ia dilahirkan di RS William Booth, Jalan Diponegoro, Surabaya pada tanggal 13 November 1939.

    Bakat seni Bob memang diwariskan dari kedua orang tuanya, ayahnya adalah pemain suling dan ibunya merupakan penyanyi di gereja.

    Kegemaran Bob Tutupoly dalam menyanyi ditunjukkannya sejak kecil. Saat duduk di bangku SMA, Bob diajak bergabung dalam Kwartet Jazz di RRI Surabaya oleh Didi Pattirane.

    Bersama Didi Patirane, Bob juga merekam lagu-lagu daerah Maluku, seperti Mande-mande, Sulie, dan Donci Bagici. Rekaman tersebut difasilitasi oleh perusahaan rekaman milik negara, Lokananta.

    Bob Tutupoly pernah tergabung di dalam Band Bhinneka Ria bersama dengan Bubi Chen, Loudy Item, Award Seweileh, Marius Diaz, Hasan Alamudin, dan Yusmin. Band ini berhasil menjuarai festival band di Surabaya dan festival Band se-Jawa di Jakarta.

    Bob juga diminta bergabung dengan Chen Brothers (Bubi Chen, Nico, Jopie Chen, dan Frans) untuk mengisi acara dansa kalangan atas. Juga bergabung dengan Band Bhinneka Ria sempat bermain bersama Trio Los Pancos dan merekam lagu Oto Bemo, Kopral Jono. bersama dengan Jack Lesmana pada tahun 1960.

    Bob Tutupoly mulai rekaman di Jakarta pada tahun 1965 bersama Pattie Bersaudara. Ia dikenal dengan lagu-lagu seperti:  Tiada Maaf Bagimu,  Lidah Tak Bertulang, Tinggi Gunung Seribu Janji.  Ia bergabung dengan Bill Saragih di band The Jazz Riders pada 1960.

    Tahun 1977, ia tambah populer sepulang dari Amerika, dengan membawakan lagu Widuri ciptaan Slamet Adriyadi, yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini.

    Bob Tutupoly kerap mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Selain itu, ia juga banyak menerima penghargaan sebagai penyanyi. Diawali tahun 1978, Bob dan penyanyi Grace Simon terpilih untuk menjadi wakil Indonesia dalam pertukaran artis ASEAN.

    Pada tahun 1980, ia menjadi pemenang pertama dalam Festival Lagu Populer 1980 dan mewakili Indonesia dalam Festival Internasional di Budokan Hall, Jepang.

    Bob Tutupoly tidak hanya piawai dalam menyanyikan lagu. Ia kerap terlibat menjadi pembawa acara di sejumlah kegiatan dan program televisi, sebut saja  Pesona 13 dan Ragam Pesona.

    Bahkan saat Bob sudah tak lagi muda, ia masih membawakan program Tembang Kenangan pada era milenium selama beberapa tahun. Atas kiprah di dunia musik tersebut, Bob Tutupoly dianugerahi AMI Legend pada 2015.

    Pada 2019, Bob menggelar perayaan ulang tahunnya ke-80 dengan sebuah konser musik bertajuk 80th Celebration Bob Tutupoly.  Ia menggandeng beberapa teman artis kenamaan, mulai dari Glenn Fredly, Tompi, hingga Vina Panduwinata di Jakarta.

     

    Selamat jalan, Om Bob!

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Slamet Samsoerizal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.