x

Foto Mahasiswa Bersama dengan Perangkat Desa Sukokerto

Iklan

KKN 215 Sukokerto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Juli 2022

Kamis, 28 Juli 2022 19:03 WIB

KKN Kolaboratif PT Jember Sosialisasi dan Diskusi Bersama Perangkat Desa serta Perwakilan Warga Sukokerto.

Tim KKN Kolaboratif 215 telah melaksanakan sosialisasi dan diskusi perihal DTKS pada masyarakat Desa Sukokerto

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Jember − Selasa (26/07), kelompok KKN 215 kolaboratif yang terdiri dari gabungan 13 perguruan tinggi se- Kabupaten Jember mengadakan diskusi bersama perangkat Desa Sukokerto. Diskusi ini membahas mengenai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember terkait DTKS. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Gambar 1. Foto sosialisasi dengan perangkat Desa Sukokerto

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sendiri merupakan basis data untuk calon penerima Bansos dari Kemensos, termasuk BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan PKH (Program Keluarga Harapan). Masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai penerima BPNT dan PKH dengan melakukan registrasi DTKS melalui aplikasi cek Bansos. Pemerintah Kabupaten Jember juga meluncurkan aplikasi DTKS dengan melibatkan KKN Kolaboratif 13 Perguruan Tinggi dari Jember, meliputi Universitas jember (1.469 orang), Universitas Muhammadiyah (300 orang) , Universitas Argopuro (28 orang), Universitas Sroedji (26 orang), STIA Pembangunan (20 orang), STIE Mandala (6 orang), Universitas dr. Soebandi (352), dan Universitas Islam Jember (74 orang).

Terdapat lima kategori yang digunakan sebagai patokan dari DTKS; Pertama, anggota keluarga miskin meninggal dunia dengan tidak ada ahli waris dalam satu KK, Kedua keluarga tidak ditemukan, Ketiga pindah domisili keluar kabupaten, namun tidak terlaporkan/melapor, Keempat anggota keluarga dalam satu KK dengan ASN/TNI/POLRI, Kelima, masuk kategori keluarga sejahtera berdasarkan hasil kesepakatan/konfirmasi RT/RW yang melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Gambar 2. Foto bersama dengan perangkat Desa Sukokerto

Diskusi dan sosialisasi mengenai DTKS ini diadakan di kantor Balai Desa Sukokerto, Kecamatan Sukowono dengan mengundang Bu Shofia selaku petugas PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) setempat. Selain itu, perangkat Desa Sukokerto juga dilibatkan dalam diskusi, yang terdiri dari ketua RW dan RT. Acara diskusi dibuka oleh perwakilan perangkat Desa Sukokerto dengan memperkenalkan Mahasiswa KKN, yang akan bertugas di Desa Sukokerto.

Acara dilanjutkan dengan penjelasan dari Koordinator Desa kelompok KKN 215 mengenai pengenalan sistematika Aplikasi DTKS yang akan diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Mahasiswa yang terlibat dalam KKN Kolaboratif ditugaskan untuk membentuk tim DTKS dengan warga setempat dan juga memverfikasi data warga Desa Sukokerto.

“Data DTKS harus adil,” tanggapan dari salah satu ketua RT yang menghadiri acara. Bu Shofia selaku PSM setempat juga menambahkan informasi mengenai bagaimana bantuan-bantuan DTKS agar merata keseluruh masyarakat Desa Sukokerto. KKN kolaboratif Perguruan Tinggi juga akan ikut terjun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang layak mendapatkan bantuan Masyarakat Desa Sukokerto.

Ikuti tulisan menarik KKN 215 Sukokerto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu