Dengan Bidikmisi, Lailatul Hasanah Menjangkau Gelar Sarjananya - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Itul lulus kuliah

Pipiet Palestin Amurwani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Kamis, 8 September 2022 05:58 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Dengan Bidikmisi, Lailatul Hasanah Menjangkau Gelar Sarjananya

    Tidak bisa kuliah karena terkendala biaya? Kini ada bidikmisi. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

    Dibaca : 822 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bisa mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan menjadi impian banyak orang. Namun, tidak semua orang memiliki keberuntungan mendapatkannya. Biaya pendidikan di perguruan tinggi yang cukup besar menjadi kendala utama.

    Di awal masuk perguruan tinggi biaya yang harus dibayarkan bisa mencapai jutaan rupiah. Sebut saja perguruan tinggi X, yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Kabupaten Jember. Untuk masuk kuliah di lembaga ini calon mahasiswa harus menyiapkan biaya pendidikan sekitar Rp5 juta an. Belum lagi biaya rutin setiap semester dan juga biaya-biaya lain selama masa kuliah. Bagi siswa lulusan SMA/SMK yang kurang mampu tentu saja jumlah itu sangatlah memberatkan.

    Tapi kini masalah biaya itu tidak perlu dirisaukan. Asalkan memiliki prestasi akademik yang bagus calon mahasiswa bisa mengajukan bantuan bidikmisi. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

    Untuk mengajukan bantuan bidikmisi calon mahasiswa bisa meminta bantuan guru BK yang ada di sekolah. Yang perlu dipersiapkan untuk mengajukan bantuan Bidikmisi adalah nilai raport semester 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) harus baik. Nilai tersebut nantinya diranking tingkat sekolah. Kemudian nilai di masukkan ke dalam format excel dan dikirim ke pusat melalui PDSS.  

    Selain nilai yang baik, pemohon bidikmisi haruslah dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Kriteria tidak mampu disini yakni memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau pendapatan kotor gabungan orang Tua/Wali (suami istri) maksimal sebesar Rp4.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 setiap bulannya. Lebih lengkapnya tentang bidik misi dapat dibaca di laman https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/.

    Lailatul Hasanah (Itul) atau yang biasa disapa Itul adalah mahasiswa bidikmisi yang lulus tepat waktu di jenjang Diploma 4 (D4). Alumni SMKN 7 Jember ini adalah siswi berprestasi di sekolah. Keinginannya yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan tak pupus walau kondisi ekonomi keluarganya kurang mampu.

    Setelah kepergian ayahnya untuk selamanya, Itul sempat merasa putus asa untuk melanjutkan kuliah. Namun karena motivasi dari guru dia berjuang kembali untuk mencapai cita-citanya. Dengan semangat dan doa Itul berhasil masuk perguruan tinggi negeri di Kabupaten Jember dengan Bidikmisi. Semua biaya perkuliahan ditanggung Bidikmisi.

    Selain itu, Bidikmisi juga memberikan uang saku sebesar Rp700 ribu rupiah setiap bulannya. Besar uang saku yang diberikan berbeda di tiap daerah. Kini, Itul telah menyandang gelar sarjana. Untung ada bidikmisi. Jadi, bagi kalian yang kurang mampu secara ekonomi jangan patah semangat ya. Tetaplah belajar dengan giat dan jangan lupa berdoa.

     

    Ikuti tulisan menarik Pipiet Palestin Amurwani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.