Filosofi Manfaat Mainan Tradisional Untuk Kegiatan Pembelajaran - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Bayu Lukmana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Februari 2022

Senin, 12 September 2022 06:19 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Filosofi Manfaat Mainan Tradisional Untuk Kegiatan Pembelajaran

    Anthesianz yang saat itu memberikan edukasi tentang manfaat mainan tradisional kepada siswa-siswi kelas 7 Binus  School Simprug (31/8/2022)  memaparkan betapa pentingnya mengalihkan penggunaan gawai sebagai mainan anak dengan melakukan aktivitas permainan tradisional.

    Dibaca : 561 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Anthesianz yang saat itu memberikan edukasi tentang manfaat mainan tradisional kepada siswa-siswi kelas 7 Binus  School Simprug (31/8/2022)  memaparkan betapa pentingnya mengalihkan penggunaan gawai sebagai mainan anak dengan melakukan aktivitas permainan tradisional. Salah satu kebutuhan anak-anak adalah bermain dengan menggunakan tubuhnya untuk melompat. Dalam paparan serunya, satu ciri khas mainan tradisional yang sarat dengan aksi melompat adalah peramainan engklek.

    Dengan melompat, anak akan belajar mengontrol pergerakan tubuhnya. Saat melompat, kedua sisi otak dan tubuh akan berkoordinasi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Melompat juga berperan penting untuk kesehatan jantung anak, memperkuat otot dan tulang. Pada saat bersamaan, kemampuan motorik kasar anak akan terlatih. Yang tidak kalah penting, melompat juga dapat mencegah obesitas pada anak.

    Menyenangkan sekali mengingat masa bermain, suara riuh tertawa khas anak-anak, juga berlari, dan melompat seolah tak kenal rasa lelah. Selain sebagai sarana bernostalgia, bermain permainan tradisional ternyata punya banyak manfaat untuk anak.  Permainan tradisional memiliki manfaat holistik untuk melatih kemampuan motorik, sensorik, matematika, dan interaksi sosial. 

    Acara menyenangkan dan bermakna tersebut diperlengkapi oleh komunitas sukarelawan Traditional Games Returns (TGR) yang berfokus pada pengadaan sosialisasi permaianan tradisional untuk mengatasi masalah kecanduan anak-anak pada gawai. Selain itu, TGR mendukung pelestarian kearifan lokal mainan tradisional untuk digunakan di dunia pendidikan. 

     

    Ikuti tulisan menarik Bayu Lukmana lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.