Exchange Traded Fund Vs Reksa Dana Saham - Urban - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 21 September 2022 18:23 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Exchange Traded Fund Vs Reksa Dana Saham

    Biaya pembelian dan penjualan kembali untuk reksa dana umumnya 1% hingga 3%, sementara itu untuk ETF sesuai dengan biaya komisi broker (broker fee).

    Dibaca : 451 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    ETF (Exchange Traded Fund) tumbuh signifikan dan digandrungi investor individu  (retail) dan institusi. ETF ini menggabungkan dua karakteristik produk sekaligus, yaitu reksa dana berbentuk terbuka (open ended fund) dan saham (common stock).

    Karenanya, sebagai produk investasi jenis reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek layaknya saham, ETF unggul dalam diversifikasi dan fleksibilitas.

    Saat memilih investasi ETF, investor tidak perlu pusing memikirkan diversifikasi karena hal ini sudah terjadi secara otomatis atas beberapa saham unggulan hanya dalam sekali order.

    Sementara itu dari sisi fleksibilitas, jual-beli ETF sangat fleksibel karena transaksi pembelian maupun penjualan ETF bisa dilakukan kapan pun selama jam bursa berlangsung layaknya saham.

    Selanjutnya, secara lebih detail ada 9 poin perbedaan nyata antara ETF dan reksa dana saham. 

    Pertama, dari sisi perdagangan, reksa dana biasa diperdagangkan melalui Manajer Investasi (MI) atau Agen Penjual Reksa Dana, sementara ETF diperdagangkan melalui Dealer Partisipan di Pasar Primer dan broker mana pun di Pasar Sekunder.

    Kedua, minimum pembelian. Minimum pembelian reksa dana itu 1 unit, sementara kalau beli ETF di Pasar Primer bentuknya creation unit (= 1000 lot = 100.000 unit) dan Pasar Sekunder: 1 Lot (100 unit).

    Ketiga, biaya transaksi. Biaya pembelian dan penjualan kembali untuk reksa dana umumnya 1% hingga 3%, sementara itu untuk ETF sesuai dengan biaya komisi broker (broker fee).

    Keempat, risiko transaksi. Risiko transaksi reksa dana, yakni risiko Manajer Investasi (MI) terkait pengelolaan portofolio, sementara risiko transkasi ETF lebih dapat dikontrol (lebih rendah) karena transaksi jual-beli ETF dapat dilakukan setiap saat selama jam bursa berlangsung.

    Kelima, Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP). Perhitungan NAB/UP reksa dana dilakukan satu kali setelah penutupan jam perdagangan di BEI, sementara itu perhitungan indikasi NAB/UP (iNAV) ETF dilakukan setiap saat selama jam perdagangan BEI.

    Keenam, harga. Harga reksa dana baru bisa diketahui di akhir hari, sementara untuk ETF real-time.

    Ketujuh, underlying. Pada reksa dana saham investor hanya diinformasikan 10 saham top yang ada di reksa dana tersebut, sedangkan pada ETF investor bisa mengetahui semua isi portofolio ETF,  bahkan sampai bobot masing-masing per saham.Exchange Traded Fund (ETF) Vs Reksa Dana Saham

    Kedelapan, settlement. Settlement reksa dana bisa T+7 (tujuh hari setelah transaksi dilakukan), sementara itu ETF hanya T+2 (tiga hari setelah transaksi dilakukan).

    Kesembilan, Dealer Partisipan. Reksa dana tidak memiliki dealer partisipan, sementara itu untuk ETF ada Dealer Partisipan. Diketahui, Dealer Partisipan adalah anggota bursa yang bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) pengelola ETF untuk melakukan penjualan atau pembelian unit penyertaan ETF. Di Indonesia baru ada 5 (lima) Dealer Partisipan yakni Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dan Indopremier Sekuritas.

    Nah, setelah tahu perbedaan keduanya, pertanyaan berikutnya tentu seperti apa sih mekanisme transaksi ETF? Sederhana sekali. Ada dua pilihan dalam transaksi ETF, yakni di Pasar Primer dengan minimum pembelian 1 unit kreasi/basket (1000 Lot = 100.000 UP) atau di Pasar Sekunder dengan minimum pembelian 1 lot (100 UP).

    Menariknya, untuk menikmati ETF di pasar primer maupun sekunder kini sudah sangat mudah, semisal dengan aplikasi IPOT yang sudah mengintegrasikan platform transaksi ETF.

    Ikuti tulisan menarik Dhea lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.