Aksi Begal Kian Marak di Jambi - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi kejahatan di dunia maya. Imaji oleh S. Hermann \x26amp; F. Richter di Pixabay

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Rabu, 12 Oktober 2022 08:11 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Aksi Begal Kian Marak di Jambi

    Provinsi Jambi yang dikenal selama ini, merupakan salah satu wilayah paling aman di Indonesia. Kini, telah berubah. Menjadi tidak nyamanan bagi masyarakat yang mencari nafkah. Aksi begal semangkin menjadi, dalam kurun waktu dua hari, satu orang tewas dibacok, dan seorang lainnya luka tembak.

    Dibaca : 815 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Provinsi Jambi yang selama ini dikenal merupakan salah satu wilayah paling aman di Indonesia kini telah berubah. Jambi kini menjadi tidak nyamanan bagi masyarakat yang mencari nafkah. Aksi begal semangkin menjadi. Dalam kurun waktu dua hari satu orang tewas dibacok dan seorang lainnya luka tembak.  

    Seorang pria yang dikenal warga bernama Agusrizal alias Bujang (54), warga Simpang Harapan, Kota Bangko, Kabupaten Merangin, Jamb, ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa-lagi. Tubuhnya tergeletak diatas aspal, Jalan Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin.

    Seorang-lagi adalah Dangku (45 tahuh, bukan nama sebenarnnya), warga RT 06, Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari juga jadi korban begal. Ketika itu ia hendak pergi ke Pasar Keramattinggi bersama istri dan anaknya mengendarai sepeda motor. Ketika berada di kawasan Desa Malapari dia ditembak oleh kawanan begal.

    Tim Polsek Pamenang yang di-back up Satreskrim Polres Merangin, setelah mendapat laporan dari warga setempat, langsung menuju lokasi kejadian. Setelah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) jenasah Agusrizal alias Bujang dilarikan ke Puskesmas, untuk diotopsi. Sedangkan Dangku yang mengalami luka tembak dibawa tim Polres Batanghari ke rumah sakit.  

    Menurut Wakapolsek Pamenang IPDA Rusdianto jenasah Agus Rizal ditemukan warga pada hari Minggu Siang, (09/10/2022), sekitar pukul 12.30 WIB. Agus Rizal mempunyai usaha jual-beli perhiasan emas.

    IPDA Rusdianto mengatakan setelah dilakukan otopsi, jenasah Agus Rizal langsung diserahkan pada keluarga almarhum untuk dikebumikan. Sedangkan Dangku masih mendapat perawatan di rumah sakit Kabupaten Muara bulian, setelah oprasi  pengankatan proyektil di bagian leher korban.

    “Pada saat ditemukan, Tubuh korban Agus Rizal mengenakan celana panjang jenis Levis, berwarna biru dan baju kaos lengan pendek berwarna hitam. Tergeletak dalam keadaan tubuh terlentang di  atas aspal jalan. Dibagian leher korban, terdapat sejumlah luka bacok. Belum diketahui apa saja yang dibawa oleh korban ketika itu,” kata Wakapolsek Pamenang IPDA Rusdianto, (10/10/2022).

    Sementara itu dari keluarga korban Agus Rizal mengatakan ketika itu korban pergi dengan sepeda motor Honda Revo warna merah, dan handphone (HP), serta uang dan perhiasan emas untuk dagangan. Diduga barang itu raib diambil oleh kawanan begal tersebut. Diduga, perampokan itu terjadi pada saat Agus Rizal hendak pulang kerumahnya di Merangin Bangko.

    Menurut Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto, didampingi Kasat Reskrimnya AKP Piet mengatakan, kronologis kejadian korban Dangku, pada hari Sabtu (08/10/2022) sekita pukul 10.30 Wib. Korban bersama istri dan anaknya dari rumahnya RT 06, desa Malapari Muara Bulian hendak pergi ke pasar keramat tinggi, dengan mengendarai sepeda motor.

    Ketika berada di jalan, kawasan RT.18 Desa Malapari Kecamatan Muara Bulian, korban Dangku mengurangi kecepatan sepeda motor yang dikendarainya, dikarenakan adanya jalan yang berlubang dan becek. Pada saat itu korban mendapatkan dua kali tembakan, sehingga korban jatuh dari motor dan istri bersama anaknya berteriak minta tolong.

    Tidak lama berselang, sejumlah warga menghampirinya kemudian korban langsung dibawa ke rumah sakit Batanghari, untuk mendapat pertolongan medis. Kini korban masih dalam perawatan, setelah operasi pengankatan proyektil di bagian kepala korban, kata Kasat Reskrim Polres Batanghari. AKP Piet.  

    Menurut Wakapolsek Pamenang IPDA Rusdianto, tersangka pelaku pembunuhan Agus Rizal, kini  masih dalam pengejaran Polisi, demikian-halnya dengan tersangka pelaku penembakan, atas korban Dangku, menurut Kasat Reskrimnya AKP Piet, masih dalam pengejaran. “ Mohon doanya, Tim kita masih bekerja di lapangan, untuk mengungkap kejadian Peluru nyasar ini,” kata Piet.

    Sebelum peristiwa pada tanggal 8 – 9 Oktober 2022 itu terjadi, jajaran Polresta Jambi menangkap 137 orang geng motor, dianggap meresahkan masyarakat, sering melakukan aksi begal. Kemudian, Wali Kota Jambi mengeluarkan suratnya Nomor ; 18, tahun 2022. Tentang diberlakukannya Jam malam, mulai pukul 22.00 WIB, hingga pukul 04.30 WIB, dilarang berkumpul dalam bentuk pawai/ konvoi dengan kendaraan bermotor.

    Maksud tujuannya hal itu dilakukan, menurut Asisten bidang Administrasi Umum Setda kota Jambi, Jaelani, untuk menghindari adanya korban, dari aksi ugal-ugalan geng motor yang sering membuat onar(Keributan) dan meresahkan masyarakat. Dengan demikian maka dapat disimpulkan, Provinsi Jambi yang dahulunya dikenal cukup Aman. Kini berubah, membuat masyarakat jadi tidak nyaman. ***

    Ikuti tulisan menarik djohan chan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.