BBM Naik dan Galang Rambu Anarki

Sabtu, 22 Oktober 2022 10:40 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kebenaran harus terus disuarakan melalui berbagai kanal. Bagai lirik lagu om Iwan Fals yang nyata menggambarkan perasaan rakyat Indonesia; rakyat semakin menderita karena naiknya harga kebutuhan pokok. Layaknya dalam penggalan lirik ini “Maafkan kedua orang tuamu kalau tak mampu beli susu, BBM naik susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi”.

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali naik. Kenaikan harga BBM itu diumumkan oleh pemerintah di Istana Negara per tanggal 03 Agustus 2022. Harga BBM yang dinaikkan adalah jenis minyak Pertalite, Solar, dan Pertamax. Selain itu, kenaikan harga masing-masing jenis tersebut terbilang cukup drastis.

  • Harga Pertalite semula Rp7.650 per liter naik menjadi Rp10.000;
  • Harga Solar subsidi dari Rp5.150 per liter naik menjadi Rp6.800;
  • Harga Pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.

Kenaikan harga BBM mengkhawatirkan masyarakat. Sebab, kenaikan harga BBM selalu berpengaruh pada naiknya harga bahan pokok seperti biaya transportasi, dan harga sembako (logistik). Dengan kata lain biaya hidup tambah mahal.

Iwan Fals, seorang musisi Indonesia, menceritakan dalam lirik lagunya berjudul “Galang Rambu Anarki” tentang kenaikan harga BBM pada masa lampau. Lagu ini mengisahkan kelahiran seorang anak ke dunia di belahan negara Indonesia. Kelahiran anak itu berbarengan dengan kenaikan harga BBM “Galang rambu anarki ingatlah tangisan pertamamu ditandai BBM melambung tinggi”.

Lagu ini menceritakan betapa kenaikan harga BBM membuat rakyat semakin susah “Maafkan kedua orang tuamu kalau tak mampu beli susu, BBM naik susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi”.

Selengkapnya:

Lirik Lagu Galang Rambu Anarki

Galang rambu anarki anakku
Lahir awal januari menjelang pemilu
Galang rambu anarki dengarlah
Terompet tahun baru menyambutmu
Galang rambu anarki ingatlah
Tangisan pertamamu ditandai bbm
Membumbung tinggi

 

Maafkan kedua orangtuamu
Kalau tak mampu beli susu
Bbm naik tinggi
Susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi

 

Galang rambu anarki anakku
Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

 

Galang rambu anarki dengarlah
Terompet tahun baru menyambutmu
Galang rambu anarki ingatlah
Tangisan pertamamu ditandai bbm
Melambung tinggi

 

Maafkan kedua orangtuamu
Kalau tak mampu beli susu
Bbm naik tinggi
Susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi

 

Galang rambu anarki anakku
Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

 

Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Hantamlah sombongnya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu

 

Iwan Fals memang dikenal acap menyanyikan lagu bertema kritik terhadap pemerintah yang dianggapnya menyimpang dan mengabaikan rakyat. Lagu-lagu Iwan Fals selain dapat menghibur masyarakat, juga menjadi kritik keras bagi pemerintah Indonesia.

Kebenaran memang perlu terus disuarakan melalui berbagai kanal. Bagai lirik lagu om Iwan Fals yang nyata menggambarkan perasaan rakyat Indonesia; rakyat semakin menderita karena naiknya harga kebutuhan pokok. Layaknya dalam penggalan lirik ini “Maafkan kedua orang tuamu kalau tak mampu beli susu, BBM naik susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, mungkin bayi kurang gizi”.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Janwan S R Tarigan (Penggembala Kerbau)

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler