Pentingnya Pencegahan Perundungan di SMAN 1 Sebuku - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Sulistra Manurung

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2022

Jumat, 11 November 2022 22:14 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Pentingnya Pencegahan Perundungan di SMAN 1 Sebuku

    Perundungan atau Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Kata bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata bull yang berarti banteng yang senang merunduk kesana kemari. Dalam Bahasa Indonesia, secara etimologi kata bully berarti penggertak, orang yang selalu mengganggu orang lemah. Pelaku bullying yang biasa disebut bully bisa seseorang, bisa juga sekelompok orang, dan ia atau mereka mempersepsikan dirinya memiliki power (kekuasaan) untuk melakukan apa saja terhadap korbannya. Korban juga mempersepsikan dirinya sebagai pihak yang lemah, tidak berdaya dan selalu merasa terancam oleh bully.

    Dibaca : 893 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Perundungan atau bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Kata bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata bull yang berarti banteng yang senang merunduk kesana kemari.

    Dalam Bahasa Indonesia, secara etimologi kata bully berarti penggertak, orang yang selalu mengganggu orang lemah. Pelaku bullying yang biasa disebut bully bisa seseorang, bisa juga sekelompok orang, dan ia atau mereka mempersepsikan dirinya memiliki power (kekuasaan) untuk melakukan apa saja terhadap korbannya. Korban juga mempersepsikan dirinya sebagai pihak yang lemah, tidak berdaya dan selalu merasa terancam oleh bully.

    Bullying di sekolah bisa terjadi akibat seorang anak ingin mencari perhatian atau sering bermain game dengan unsur kekerasan. Untuk mengatasinya, orangtua dan guru perlu mengenali ciri-ciri korban bullying, mengajarkan sifat baik dan tegas, hingga meminta anak untuk tidak diam saat di-bully. Bullying adalah tindakan penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang bertujuan untuk merugikan orang lain secara fisik, sosial, maupun psikologis. Tindakan ini dapat terjadi di mana saja, termasuk di sekolah. Artikel tentang bullying berikut akan menjelaskan seputar bullying di sekolah, mulai dari penyebab, cara mengatasi, hingga contoh kasusnya.

    Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Pencegahan Perundungan:

    1. Sosialisasi Program Anti Bullying dilakukan setahun sekali pada Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah pada materi Pendidikan Karakter yang diikuti oleh seluruh siswa baru SMAN 1 SEBUKU
    2. Program Pembinaan Karakter (bagi muslim) dilaksanakan secara rutin setiap pekan dan bagi non muslim serta seluruh siswa diberikan arahan dan pembinaan setiap hari pada Kegiatan Apel Pagi.
    3. Menerima Laporan Program Pembinaan Karakter siswa dan melakukan pendekatan khusus bagi siswa yang bermasalah dalam karakternya.
    4. Guru pengajar/wali kelas melaporkan kepada Guru BK jika menerima laopran perundungan dari siswa.
    5. Guru BK memberikan pembinaan secara intensif kepada pelaku perundungan, jika berkelanjutan maka wakasek kesiswaan dan kepala sekolah akan menindak lanjuti pelaku perundungan tersebut.

    Kegiatan  Pencegahan Perundungan yang dilaksanakan setelah satu tahun pelajaran yaitu  memberi pemahaman kepada siswa tentang arti saling menghargai dan menghormati antar sesama. Siswa terbiasa melakukan aktivitas gotong royong di sekolah dalam setiap kegiatan. Siswa menyadari akan perlunya pembiasaan yang rutin dan konsisten, bukan hanya didalam kelas tapi juga diluar kelas.

    Di samping siswa juga membiasakan diri berperilaku unggul dan beretika dan konsisten melakukannya, para guru juga tidak kalah dengan siswa, bahwa setiap hari juga guru dan pegawai mendapatkan pembinaan dan arahan dari Kepala Sekolah untuk terus memberi contoh dan teladan yang baik bagi para siswa. Kami yakin dan percaya banyak kekurangan dari artikel ini baik dari sistem pelaksanaannya maupun bentuk penulisan laporan ini. Oleh sebab itu kami memohon maaf dan berharap semoga kekurangan-kekurang tersebut dapat menjadi awal untuk lebih baik lagi di masa yang akan datang.

     

                                                           STOP BULLYING...!!!

    Ikuti tulisan menarik Sulistra Manurung lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.