Toleransi Kunci Terwujudnya Kerukunan Umat Beragama

Kamis, 17 November 2022 06:17 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Indonesia merupakan negara yang majemuk, hal tersebut di dasari oleh banyaknya etnis, suku, agama, Bahasa, budaya, dan adat-istiadat.

Indonesia merupakan negara yang majemuk, hal tersebut di dasari oleh banyaknya etnis, suku, agama, Bahasa, budaya, dan adat-istiadat. Untuk persoalan agama, negara Indonesia bukanlah negara teokrasi, melainkan secara konstitusional negara mewajibkan setiap warga negara memeluk agama dari yang diakui eksistensinya oleh negara yang sebagaimana tercantum dalam pasal 29 ayat (1) dan (2) uud 1945. (1 ) “Negara berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa” dan (2) “Negara menjamin kemerdekaan tiap-yiap penduduk untuk memeluk agamanya dan kepercayaannya itu”. Artinya bahwa negara memberi kebebasan kepada penduduk untuk memilih salah satu agama yang telah ada di Indonesia dan telah disahkan oleh negara dari ke enam agama yaitu agama Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dab Khonghucu.

Kenyataan ini dengan sendirinya memaksa negara untuk terlibat dalam menata kehidupan beragama. Tiap pemeluk agama memiliki dan mendapatkan kesempatan untuk memeluk agama dan menciptakan kehidupan beragama sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Pengembangan agama dan kehidupan beragama tidak boleh menjurus ke arah tumbuhnya pemikiran dan pemahaman agama yang sempit karena hal ini dapat memicu perpecahan bangsa dan menimbulkan konflik antaragama melainkan dengan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus di pandang sebagai salah satu alat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa yang di implementasikan dengan selalu mengembangkan sikap toleran, saling menghargai satu dengan yang yang lainnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Keberagaman atau kehidupan dalam lingkungan majemuk merupakan sumber kekayaan budaya bangsa. Toleransi atau Toleran secara Bahasa kata ini berasal dari Bahasa latin “tolerare” yang berarti “sabar dan menahan diri”. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kemlompok atau antar individu (perseorang-an) baik itu dalam masyarakat ataupun dalam lingkup yang lain.

Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya perpecahan, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat yang serba majemuk, berbagai perbedaan seperti yang ada dalam suku, agama, rasa tau antar golongan, merupakan realita yang harus di dayagunakan untuk memajukan negara dan bangsa Indonesia,menuju cita –cita yang diinginkan yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam NKRI.

Kerukunan beragama bisa di artikan dengan keadaan hubungan antarumat beragama yang di landasi toleransi, saling pengertian dan saing menghormati dalam pengamalan ajaran agama serta kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan umat beragama itu di tentukan oleh dua factor, yakni sikap dan perilaku umat beraga serta kebijakan negara atau pemerintah yang kondusif bagi kerukunan. Semua agama mengajarkan kerukunan, sehingga agama idealnya berfungsi sebagai factor integrative. Dan dalam kenyataannya, hubungan antarpemeluk agama di Indonesia selama ini sangat harmonis. Hanya saja, sebagian oknum atau kelompok yang berpaham radikal atau intoleran, dimana jumlah mereka sangat sedikit tetapi dalam kasus-kasus tertentu mengatasnamakan kelompok mayoritas.

Jika kasus-kasus semacam di atas terus berlangsung, dikhawatirkan kondisi kerukunan umat beragama ini akan rusak. Oleh karena itu, penguatan kerukunan dan toleransi itu perlu terus-menerus dilakukan, teterutama melalui sosialisasi pemahaman keagamaan yang moderat dan menekankan pentingnya toleransi dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Seperti yang tercantum di dlam semboyan bangsa kita " Bhineka Tunggal Ika" yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu, maka sudah sehrusnya kita sesama umat beragama saling bersikap toliler dan saling menghargai antar gama masing-masing. Mari cipatakan bangsa yang bertoleransi demi kerukunan umat beragama

Bagikan Artikel Ini
img-content
Indah Afifah Lestari

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua