Aqidah Dasar Pembinaan Akhlak Muslim - Analisis - www.indonesiana.id
x

Nisrina Zahrani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 November 2022

Selasa, 22 November 2022 11:33 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Aqidah Dasar Pembinaan Akhlak Muslim

    Aqidah dan akhlak yang baik merupakan cerminan dari seorang muslim yang baik dan taat. Keduanya harus ada di dalam diri seorang muslim, namun masih banyak aspek-aspek pendukung di dalamnya.

    Dibaca : 302 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Aqidah menjadi dasar pembinaan bagi umat muslim. Aqidah sendiri merupakan ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang telah mengambil suatu keputusan. Aqidah menurut istilah adalah perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram larenan, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, tidak tercampuri oleh keraguan dan keimbangan. 

    Aqidah dan akhlak di umpamakan seperti sebuah pohon. Aqidah sebagai akarnya dan akhlak sebagai batang, ranting, daun, dan buahnya. Pohon akan mudah tumbang apabila akarnya rapuh. Aqidah tidaklah lengkap tanpa adanya akhlak, keduanya telah menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    "Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda, orang mukmin yang sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya." (H.R Muslim).

    Dengan demikian, untuk melihat kuat atau lemahnya iman dapat diketahui melalui tingkah laku (akhlak) seseorang. Sebab, tingkah laku tersebut merupakan perwujudan dari imannya yang ada di dalam hati. Pada zaman Nabi Muhammad SAW. kehidupan umat muslim berdasarkan pada wahyu Allah SWT. dan berpatok pada Al-Qur'an. Penanaman iman pada seseorang akan membuatnya menjadi bertakwa kepada Allah SWT. dan dengan melakukan penguatan aqidah maka seorang individu akan menerapkan nilai-nilai yang baik, serta menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 

    Ada empat langkah dalam penanganan masalah :

    1. Preventif : Melindungi, menjaga, menyelamatkan yang baik supaya tidak menjadi buruk.

    2. Kiratif : Melakukan tindakan pada yang bermasalah. Kiratif masuk ke dalam kelompok minoritas. 

    3. Promotif : Berbentuk penyuluhan dan penerangan yang ditujukan kepada dua pihak. Mempromosikan supaya tertarik untuk melakukan hal yang baik.

    4. Represif : Penindakan secara hukum apabila krisis akhlak atau moral bergeser ke tindakan pidana.

    Sistem keislaman terbagi menjadi lima :

    1. Memiliki sistem kepercayaan (Aqidah).

    2. Memiliki sistem ritual (Shalat).

    3. Memiliki sistem etika (Akhlak).

    4. Memiliki sistem prediksi (Ada hidup setelah mati / Akhirat).

    5. Memiliki sistem sosial.

    Yang pokok bagi seorang muslim adalah mendalami agama. Haqqul Yaqin yaitu tingkat keyakinan dalam diri seseorang yang paling tinggi derajatnya. Orang-orang yang mencapai tingkatan ini telah merasakan, menjalani, dan menjiwai ilmu dan amalnya. Proses ilmu berawal dari belajar kemudian menjadi seseorang yang ahli dan yang terpenting adalah mengamalkannya. Ibadah diiringi ilmu maka akan terbentuk akhlak yang baik. Agama tanpa ilmu itu lumpuh dan ilmu tanpa agama itu buta, jadi keduanya harus beriringan.

    Haqqul Yaqin : ilmu. Ilmu terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu pengetahuan, pengertian, dan pemahaman. Kekurangan bukanlah hambatan untuk menuju kesempurnaan.

     

    Penulis : Nisrina Zahrani, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik; Prof. Asep Usman Ismail, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

     

    Ikuti tulisan menarik Nisrina Zahrani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.