Lingkar Kampus Undip Sambut Ekspo KKNT dengan Nyanyian Rabuk Semarang dan Pertunjukkan Kuda Lumping - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

rohmat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 September 2022

Selasa, 29 November 2022 17:39 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Lingkar Kampus Undip Sambut Ekspo KKNT dengan Nyanyian Rabuk Semarang dan Pertunjukkan Kuda Lumping

    Lagu Rabuk Semarang memeriahkan suasana ekspo di stand Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) “Sungaiku Bersih Kampusku Asri”, yang berlangsung di Kampung Seni Jurang Blimbing, Tembalang.

    Dibaca : 633 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Lagu Rabuk Semarang yang dikarang Guru Besar Fakultas Teknik Sipil Undip, Prof. Sriyana memeriahkan suasana ekspo di stand Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) “Sungaiku Bersih Kampusku Asri”, yang berlangsung di Kampung Seni Jurang Blimbing, Tembalang, Sabtu (26/11) siang kemarin. Lagu tersebut dikumandangkan dengan antusias dan semarak dalam acara Capasity Building Kelembagaan untuk mendukung Waduk Diponegoro Lestari yang berlangsung dari pagi hingga siang, di Aula Kantor Kecamatan Banyumanik.

    Acara ekspo dan penguatan kelembagaan merupakan rangkaian dari kegiatan KKNT Lingkar Kampus yang berkolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Sipil Undip. Dalam acara ekspo ditampilkan sepuluh stand KKN Tematik Lingkar Kampus 2022.

    Ekspo KKNT Lingkar Kampus Undip dibuka oleh Wakil Ketua LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Undip, Prof. Dr. Rahayu, S.H, M.Hum didampingi Anis, staf kantor kecamatan Tembalang, sekretaris Lurah Tembalang, serta sejumlah tokoh masyarakat dan dosen Undip. Wakil Ketua LPPM Undip, Prof. Rahayu mengapresiasi tim KKNT yang menampilkan karya luarannya pada sepuluh stand eskpo tersebut. LPPM terus mendorong agar beberapa luaran yang berhasil terus ditindaklanjuti dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat lainnya, baik melalui kegiatan KKNT berikutnya maupun program pengabdian masyarakat dengan skema IDBU (Iptek Bagi Desa Binaan Undip).

    “Program yang luarannya berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat dapat dilanjutkan dengan program pengabdian kepada masyarakat berikutnya,” ujar Prof. Yayuk yang membuka ekspo KKNT dengan memukul gendang bertalu-talu didampingi salah satu DPL KKN, Dr. Adi Nugroho, M.Si.

    Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan KKNT sebelumnya, lagu berjudul Rabuk Semarang dinyanyikan untuk memberi semangat masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Guru Besar Teknik Sipil Undip, Prof. Sriyana berharap pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat berkolaborasi mendukung bumi hayati yang lestari. Dengan liriknya yang mendapat respon postitif dari masyarakat Semarang, nama Rabuk Semarang sendiri memiliki kepanjangan “Rawat Bumi Kolaborasi”. Rabuk Semarang diartikan bahwa segenap komponen masyarakat sudah seharusnya berkolaborasi untuk melestarikan lingkungan terutama sungai, seperti Sungai Krengseng di lingkungan Kampus Undip dan Waduk Diponegoro Lestari.

     “Ini merupakan kegiatan KKN Tematik kami dengan tema Sungaiku Bersih Kampusku Asri”, ujar mahasiswa Teknik Undip sekaligus ketua kelompok KKNT 3 Muhammad Faesal. Acara penguatan kelembagaan tim KKNT Lingkar Kampus “Sungaiku Bersih Kampusku Asri” dibuka Sekcam Banyumanik, Tjatur Edi S.H. dan diikuti oleh para lurah kecamatan Banyumanik & Tembalang serta utusan dari Kodam IV/ Diponegoro, Danramil Banyumanik, Mayor Susanto, para Ketua LPMK se-Kecamatan Banyumanik, kalangan dunia usaha, DLH Kota Semarang, dan kalangan perguruan tinggi di Kecamatan Banyumanik & Tembalang.

    Wakil Ketua LPPM Prof. Rahayu mendengarkan paparan kelompok KKNT Sungaiku Bersih Kampusku Asri di stand kelompok 3

    Acara ini berhasil membentuk kelembagaan untuk mendukung Waduk Diponegoro Lestari, yang nantinya akan menguatkan peran masyarakat dalam merawat bumi utamanya sepanjang daerah aliran sungai dari Pudakpayung, Watugong hingga Sungai Krengseng dan Waduk Diponegoro Lestari.

    “Program ini ingin mengajak masyarakat untuk menguatkan SDGS (Sustainable Development Goals) berdasarkan PP Nomor 59 Tahun 2017. Oleh karena itu program ini dibentuk untuk menguatkan kolaborasi, dan membentuk wadah kelembagaan yang nantinya wadah kelembagaan tersebut saling berkolaborasi untuk mendukung pengelolaan sungai dan Waduk Diponegoro Lestari”, kata Prof. Sriyana.

    Dalam kesempatan ini, Prof. Sriyana mengajak masyarakat untuk menyanyikan lagu Rabuk Semarang dan memikirkan kondisi lingkungan sungai, yang berdampak kepada pencemaran lingkungan dan dapat menimbulkan kontradiksi di masyarakat.

    “Lagu tersebut memiliki pemaknaan yang sangat dalam, untuk mengelola sungai dan mencintai lingkungan”, ujar lurah Tembalang, Maryono. Ditambah Dosen Fakultas Teknik Sipil Undip, Priyo Nugoho Parmantoro, S.T., M.Eng. yang turut berpartisipasi dalam memberikan materi peran masyarakat dalam penguatan kelembagaan pengelolaan dan monitoring sungai.

    Sementara itu, kegiatan KKNT Lingkar Kampus Undip juga mengusung program lain yang mendukung berjalannya kegiatan KKN di sekitar wilayah kampus, seperti pembangunan Pojok Baca, pemetaan wilayah sungai, pembuatan jalur evakuasi serta titik kumpul yang dilaksanakan di wilayah RW 003 RT 002 Kelurahan Tembalang, beserta juga alat pembasmi nyamuk bagi warga di pinggiran sungai.

    Dalam ekspo KKNT di pelataran dan jalan Kampung Jurang Blimbing juga dipamerkan karya dan luaran KKNT lainnya antara lain dari program KKNT Literasi Digital yang mendorong peranan tokoh masyarakat meminimalisir dampak buruk media digital. KKNT juga mengangkat tema kesenian untuk mendorong makin majunya kesenian kuda lumping di Tembalang, serta KKNT pembangunan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang SK Lurahnya diserahkan pada saat ekspo kemarin.

    “Pokdarwis di Jurang Blimbing ini sudah dirintis oleh masyarakat, dan mahasiswa KKNT menguatkannya. Jadi bukanlah yang baru sama sekali,” terang Dr. Daud Samsudewa, dosen pembimbing KKNT. Hadir pula seluruh tim KKNT yang di bimbing Dr. Suzana, Dr. Fuad, dosen Siskom FT Undip, Adnan Fauzi, DPL Fisip, Amni Zarkasyi Rahman serta sejumlah dosen KKNT lainnya. Ekspo dirangkaikan dengan pementasan kesenian serta festival kuda lumping hingga Sabtu malam. Masyarakat Tembalang, para mahasiswa Undip lainnya dan para santri Ponpes Galang Sewu di sekitar lokasi ekspo juga antusias mengunjungi stand ekspo KKNT Undip yang menyediakan doorprize dan hadiah.  

    Ikuti tulisan menarik rohmat lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.