Manfaat Skemata terhadap Kemampuan Membaca pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

Minggu, 4 Desember 2022 07:55 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Skema dan membaca merupakan dua hal yang saling berkaitan erat, untuk dapat menerima informasi baru perlu adanya skema tentang informasi lama yang berkenaan dengan informasi baru tersebut sehingga terjalin interaksi dan pemahaman.

Betapa pentingnya skema pada seorang pendidik dalam membantu kemampuan membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Misalnya dalam pembelajaran terhadap proses perkembangan anak melalui kegiatan membaca suatu bacaan dalam buku Bahasa Indonesia. Pemahaman terhadap isi bacaan bergantung pada kemampuan anak menghubungkan pengetahuan yang telah ada dengan informasi yang terdapat dalam teks sehingga terjadi interaksi antara pengetahuannya dengan informasi baru tersebut. Pengembangan skema dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman sebanyak-banyaknya kepada anak-anak. Semakin banyak pengalaman mereka maka akan semakin bertambah penguasaan skemanya.

Skema dan membaca merupakan dua hal yang saling berkaitan erat, untuk dapat menerima informasi baru perlu adanya skema tentang informasi lama yang berkenaan dengan informasi baru tersebut sehingga terjalin interaksi dan pemahaman.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Skemata berawal dari teori skema, yang menggambarkan proses di mana pembelajar membandingkan latar belakang pengetahuan yang mereka miliki dengan informasi yang baru akan didapatkannya. Teori skema ini didasarkan pada kepercayaan bahwa setiap kegiatan pemahaman dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang yang luas.

Menurut Piaget, skemata merupakan representasi bentuk dari seperangkat persepsi, ide, dan aksi yang diasosiasikan, dan merupakan dasar pembangunan pemikiran. Skemata selalu berkembang sejalan dengan kapasitas pengalamannya. Dalam perkembangannya skemata sebelumnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari skemata baru.

Ada dua proses yang saling mengisi yang menyebabkan skemata seseorang senantiasa berkembang, yaitu: Proses asimilasi dan proses akomodasi. Asimilasi adalah proses penyerapan konsep baru ke dalam struktur kognitif yang telah ada, pada proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang ada untuk menanggapi masalah yang datang dari lingkungannya. Akomodasi adalah proses pembentukan skemata baru atau memodifikasi struktur kognitif yang telah ada supaya konsep-konsep baru dapat diserap.

Upaya mengaktifkan skemata dalam pembelajaran siswa adalah dengan menggunakan advance organizer atau pengorganisasian awal. Contoh advance organizer atau pengorganisasian awal adalah: menggunakan Visual aids (bantuan visual) berupa gambar, melakukan demonstrasi, berbicara tentang pengalaman hidup yang nyata yang dihubungkan dengan materi pelajaran yang ada, memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ada, dan melakukan diskusi.

Ada beberapa cara yang dapat dilaku­kan untuk menggunakan skemata dalam pembelajaran. Pemanfaatan skemata untuk meningkatkan pemahaman terhadap teks dapat dilakukan dengan membuat analogi - analogi, membuat perbandingan serta menggunakan contoh, serta memanfaatkan gambar-gambar visual yang erat kaitannya dengan bacaan yang dapat dilakukan pada kegiatan prabaca, saat baca, dan pasca- baca. Pemanfaatan skemata pada saat pra- baca dilakukan untuk pembentukan penge- tahuan awal, pengaktifan pengetahuan awal, dan pemfokusan perhatian siswa pada saat membaca.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Aulia Azzahra

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler