Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Era Merdeka Belajar - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Peserta Didik Disabilitas Rungu berpose setelah menampilkan Tari Saman

Anis Chayrica Rezeika

Guru SLB Negeri Demung Situbondo
Bergabung Sejak: 1 Desember 2021

Minggu, 4 Desember 2022 08:05 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Era Merdeka Belajar

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2022 di SLBN Demung Situbondo sebagai kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Bhineka Tunggal Ika, setelah peserta didik mengenal dirinya, keluarganya, dan teman sekolahnya, peserta didik juga dikenalkan dengan orang-orang yang ada disekitarnya, misalnya peserta didik yang bersekolah di sekolah reguler, hal ini merupakan salah satu praktik baik dalam penerapan profil pelajar pancasila yang berkebhinekaan global.

    Dibaca : 750 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hari Disabilitas Internasional atau International Day of Person with Disablities diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini dipelopori oleh resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 47/3 sejak tahun 1992, tujuannya agar dapat memperjuangkan hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di segala bidang.

    Di tahun 2022 ini, tema yang diusung untuk peringatann Hari Disabilitas Internasional, yaitu “Transformative solutions for inclusive development: the role of innovation in fuelling an accessible and equitable world”  atau “Solusi Transformatif untuk Pembangunan Inklusif: Peran Inovasi dalam Mendorong Dunia yang Aksesibel dan Adil”. Pesan yang ingin disampaikan adalah penghapusan perlakuan diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas dalam memperoleh hak-hak di masyarakat, salah satunya adalah mendapatkan hak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

     

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional di SLB Negeri Demung Situbondo diisi dengan kegiatan Lomba Mewarnai Jenjang SD/MI dan  SLB  serta Unjuk Kreasi Seni Peserta didik Disabilitas dari berbagai Sekolah Luar Biasa di Situbondo dan Bondowoso, tujuannya untuk membangun sikap inklusif, peduli terhadap sesama, memperjuangkan hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di segala bidang, serta sebagai ajang pembuktian bahwa Peserta Didik Disabilitas mampu berkarya sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

     

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ibu Hj. Khoirani, S.Pd., M.H selaku Wakil Bupati Situbondo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso, Bapak Ahmad Jaenuri, S.Pd., M.Pd, Bapak Taufan A Jaksana selaku Camat Besuki, Kepala Desa Demung, Bapak Aguk Prayogi, perwakilan Kapolsek dan Danramil Besuki, Korwil Bidang Pendidikan Besuki, Bapak Luqman Hakim, S.Pd. SD, seluruh Kepala SLB Wilayah Situbondo dan Bondowoso, serta Guru-guru dan siswa-siwi hebat baik dari SLB maupun SD/MI.

     

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2022 di SLBN Demung Situbondo merupakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Bhineka Tunggal Ika, setelah peserta didik mengenal dirinya, keluarganya, dan teman sekolahnya, peserta didik juga dikenalkan dengan orang-orang yang ada disekitarnya, misalnya peserta didik yang bersekolah di sekolah reguler, hal ini merupakan salah satu praktik baik dalam penerapan profil pelajar pancasila yang berkebhinekaan global.

     

    Pada Kegiatan Unjuk Kreasi Seni Peserta Didik Disabilitas, peserta didik tampil dengan percaya diri di depan seluruh tamu undangan dan peserta lomba mewarnai. Beberapa Kreasi Seni yang ditampilkan adalah Menyanyi, Menari, dan Pantomim. Peserta Disabilitas Netra tampil dengan bermain musik dan menyanyikan beberapa lagu, kemudian Peserta Didik Disabilitas Rungu dan Peserta Didik Disabilitas Intelektual membawakan beberapa tarian, diantaranya Tari Landhung Situbondo dan Tari Ajem Sap-Sap yang merupakan tarian khas daerah Situbondo, serta beberapa tarian kreasi seperti Tari Elok, Tari Saman, dan Tari Inang. Penampilan Pantomim oleh Peserta Didik Disabilitas Rungu juga tidak kalah menarik, melalui pantomim mereka dapat mengekspresikan diri dengan maksimal menggunakan ekspresi wajah yang dapat menghibur penonton. Hal ini menjadi bukti bahwa setiap peserta didik memilik kemampuan dan kelebihan masing-masing, untuk itu di Era Merdeka Belajar seperti saat ini, besar kemungkinan bahwa peserta didik mendapatkan kemerdekaannya dalam belajar untuk mengembangkan kemampuan dan kelebihannya.

     

    Dengan adanya kegiatan Lomba Mewarnai jenjang SLB dan SD/MI serta Unjuk Kreasi Seni Peserta Didik Disabilitas, harapannya Peserta Didik Disabilitas tidak lagi dipandang sebelah mata karena kekurangannya, namun  didukung dengan sepenuh hati atas kelebihan dan kemampuan yang dimilikinya. Selamat Hari Disabilitas Internasional, Indonesia Inklusif, Disabilitas Berkarya dan Berdaya.

     

    Ikuti tulisan menarik Anis Chayrica Rezeika lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.