Bahayakah Mengecas Laptop Sambil Dipakai? - Urban - www.indonesiana.id
x

Laptop yang menggunakan sistem operasi Windows 10

Chairul khuldan

Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya
Bergabung Sejak: 13 Desember 2022

Kamis, 15 Desember 2022 07:17 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Bahayakah Mengecas Laptop Sambil Dipakai?

    Banyak yang bilang mengecas laptop sambil dipakai itu berbahaya, apakah benar?

    Dibaca : 2.663 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

    Laptop merupakan gadget yang kita pakai setiap hari, mulai dari menonton youtube, bekerja, browsing internet, hingga bermain game. Hal-hal ini sering kali tidak bisa diganggu meskipun baterai laptop sudah habis. Yang mengakibatkan kita harus mengecas laptop sambil digunakan agar tidak mengganggu kegiatan kita apalagi saat bermain game online yang tidak dapat diganggu.

    Apakah boleh menggunakan laptop sambil dicas?

    Menggunakan laptop sambil dicas itu boleh saja, bahkan untuk laptop sekelas laptop gaming sangat direkomendasikan untuk digunakan sambil dicas karna jika tidak akan menurunkan performa laptop tersebut dan tidak menggunakan potensi penuhnya karena untuk menghemat penggunaan baterai laptop. Namun tidak semua laptop boleh digunakan sambil di cas hanya laptop yang memiliki fitur auto cut.

    Karena saat ini rata-rata laptop sudah menggunakan fitur auto cut dimana fitur ini akan berfungsi secara otomatis untuk memutus arus listrik ke baterai saat laptop sudah dicas. Fitur inilah yang mencegah baterai laptop kembung atau overcharged karena saat posisi laptop sudah penuh laptop tersebut akan tetap aman karena laptop tersebut menggunakan listrik yang dihantarkan oleh AC adapter. Justru baterai ini dapat berfungsi sebagai stabilizer jika arus listrik tidak stabil

    Cara mengetahui apakah laptop memiliki fitur auto cut

    Laptop yang menggunakan tipe baterai lithium-ions ini sebagian besar sudah menggunakan fitur auto cut ini, tetapi untuk berjaga-jaga kita bisa memeriksa fitur ini melalui device manager lalu kebagian baterai dan cari driver bernama Microsoft Acpi-compliant Control Method. Driver ini berfungsi untuk mengontrol daya yang ada baterai agar tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan. Jadi jika ada driver ini baterai laptop tidak akan overcharged ataupun kembung.

    Selain melihat driver yang ada di device manager kamu juga bisa melihat menggunakan perangkat lunak pihak ketiga yaitu battery care dengan cara mengunduhnya dari internet. Setelah diunduh dan diinstall buka aplikasi tersebut saat posisi baterai sudah penuh. Lalu di bagian basic information ada informasi tentang daya baterai yang masuk atau keluar yang bernama charge/discharge rate. Jika yang tertulis disitu “charge/discharge rate: 0 W” maka baterai tidak terisi meskipun sedang dicas karena tidak ada arus masuk ataupun keluar yang terdeteksi oleh battery care.

    Cara lainnya adalah dengan memeriksa lambang taskbar yang ada di kanan bawah.  Jika kamu menaruh cursor di icon baterai yang ada taskbar kanan bawah maka akan ada tulisan “plugged in, not charging”. Yang berarti laptop baterai laptop tidak mengisi. Kalau di taskbar kanan bawah tidak ada berarti kamu harus mengatur taskbar setting agar memunculkan lambang baterai tersebut.

    Dampak menggunakan laptop sambil dicas

    Menggunakan laptop sambil dicas bukan berarti tidak memiliki dampak sama sekali terhadap laptop. Tetap ada dampak yang dapat merusak ataupun menurukan kualitas baterai ataupun laptop tersebut salah satunya adalah

    1. Membuat laptop menjadi panas

    Menggunakan laptop sambil dicas akan membuat laptop menggunakan potensi penuhnya untuk melakukan sesuatu terutama laptop gaming yang komponennya akan memakai penggunaan listrik yang besar jika digunakan terus menerus terutama saat bermain game ataupun menggunakan aplikasi 3D lainnya. Hal inilah yang merusak komponen baterai dan juga komponen lainnya karena panas yang dihantarkan membuat laptop semakin overheat dan menurukan umur laptop tersebut secara cepat

    1. Lifecycle akan menurun

    Saat laptop dibiarkan mengecas terus menerus baik saat digunakan maupun tidak digunakan setiap persentase baterai laptop menurun secara otomatis laptop akan kembali mengecas baterai agar kembali penuh seperti sebelumnya. Hal ini akan menurunkan Lifecycle baterai tersebut, tetapi memang baterai laptop akan tetap tahan lama karena dengan penggunaan sambil dicas umumnya akan memakan waktu 3 tahun sampai efisiensi baterai laptop mulai menurun.

    Hal yang harus dihindari saat mengecas laptop

     

    Karena memakai laptop sambil dicas memiliki dampak yang dapat membuat kualitas laptop turun atau rusak. Berikut adalah hal hal yang harus dihindari saat memakai laptop sambil dicas.

    1. Jangan mengecas laptop di permukaan yang menutup ventilasi laptop

    Mengecas laptop di area yang menutup ventilasi laptop membat laptop tidak dapat mengeluarkan udara panas yang dihasilkan dari komponennya. Hal ini menyebabkan udara terperangkap di dalam laptop yang mengakibatkan laptop menjadi lebih panas. Permukaan yang harus di hindari adalah permukaan kasur, permukaan sofa, dll yang dapat menutup jalur keuar udara yang panas

    1. Jangan mengecas laptop terus menerus dalam keadaan mati

    Laptop memiliki fitur auto cut namun itu adalah driver yang hanya bekerja jika laptop menyala. Jika dalam keadaan mati otomatis driver tersebut tidak dapat bekerja dan laptop akan melembung atau kembung. Inilah penyebab utama kenapa laptop tetap kembung walaupun memiliki fitur auto cut karena pengguna tetap mengecasnya meskipun dalam keadaan mati maupun sleep.

    1. Jangan menggunakan laptop dengan keadaan tanpa baterai

    Menggunakan laptop saat baterai dicopot memiliki risiko seperti laptop mendadak mati. Penyebabnya bisa dari berbagai macam mulai dari ac adapter tercabut maupun mati listrik. Jadi lebih baik untuk mengecas laptop sambil menggunakan baterai daripada tidak ada baterainya.

    Tips ketika mengecas laptop

    Karena saat mengecas laptop tetap dapat menimbulkan, berikut adalah tips-tips yang dapat dilakukan agar laptop tetap aman yaitu:

    1. Gunakan pendingin eksternal

    Saat kita menggunakan laptop sambil dicas terutama saat bermain game ataupun aplikasi 3D tentunya akan membuat laptop semakin panas. Pendingin eksternal ini akan membantu mendinginkan laptop agar tidak terjadi overheat. Jenis pendingin eksternal ada yang cooling pad adapun juga yang vacuum cooler. Keduanya memiliki fungsi yang sama namun vacuum cooler lebih berfungsi dengan baik ketimbang cooling pad.

    1. Mengundervolt CPU

    Jika masih terasa panas kamu dapat mencoba untuk mengundervolt CPU nya atau menurunkan voltage cpunya. Hal ini cukup berbahaya jika dilakukan secara asal namun dapat menurunkan suhu beberapa derajat. Jika kamu ingin melakukan undervolt sangat disarankan untuk melihat tutorial ataupun saran di youtube sesuai dengan cpu kamu sendiri.

    1. Mengatur SpeedFan

    Karena cooling pad bentuknya besar otomatis kamu tidak dapat membawanya ke berbagai tempat dan juga vacuum cooler lebih mahal dibandingkan cooling pad. Salah satu alternatif selain menggunakan pendingin eksternal adalah dengan mengatur kecepatan kipas laptop dengan menggunakan berbagai aplikasi pihak ketiga seperti SpeedFan ataupun notebookfancontrol. Dengan mengatur kecepatan kipas menyesuaikan penggunaan.       

    Menurut saya mengecas laptop sambil dipakai itu tidak apa-apa selama penggunanya paham dengan dampak dan cara mengatasi dampaknya. Agar tidak terjadi kerusakan pada baterai laptop maupun komponen lainnya. Karena dari pengalaman saya sendiri laptop saya selalu mengecas dirumah dan jarang dilepas dari chargernya. Baterai tersebut tahan hingga 3 tahun pemakaian dengan full load yang setiap harinya saya pakai untuk rendering maupun bermain game berat.

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Chairul khuldan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Mulia Zachrie

    Jumat, 13 Januari 2023 21:58 WIB

    Digital Marketing di Era 4.0

    Dibaca : 449 kali