x

Ilustrasi Jatuh Cinta. Pixabay.com

Iklan

Naufal Haikal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Desember 2022

Kamis, 15 Desember 2022 15:11 WIB

Temen, kok, Demen

‘’Cukup aku mengagumimu dalam bisu. Menatapmu dari sudut ter-aman di dalam zona ter-nyaman. Yang kita sebut, teman” -My Dream

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

            Sebagai manusia pasti membutuhkan manusia lain dalam hidup, contohnya pertemanan. Teman adalah sosok manusia yang paling dekat dengan kita, Pertemanan membantu kita mengatasi stres dan segala bentuk masalah perasaan. Menghabiskan waktu bersama teman juga bisa mendapatkan segala bentuk pengalaman dan pembelajaran, oleh karena itu pertemanan dapat membuat kita lebih bahagia. Namun, tak sedikit juga di dalam sebuah pertemanan muncul rasa ingin saling memiliki diantara pertemanan laki-laki dan perempuan.

            Sudah banyak remaja yang terikat dalam hubungan pertemanan antara laki-laki dan perempuan ini, biasanya mereka menyebutnya friendzone. Di mana ada seorang laki-laki yang mencintai seorang perempuan namun sayangnya ia tak bisa memilikinya karena mereka sudah memiliki hubungan pertemanan, hubungan inilah yang membuat mereka merasa serba salah karena jika ia ingin menyatakan perasaannya, apakah mungkin cintanya akan berbalas?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

            Akhir dari hubungan persahabatan yang terjebak dalam friendzone tidak selalu berakhir indah. Adanya keinginan untuk mengembangkan hubungan dari seorang sahabat menjadi pacar tidak terwujud sehingga hubungan persahabatan menjadi renggang bahkan tidak jarang putus hubungan. Dalam kasus friendzone, perusakan hubungan bisa saja terjadi baik secara berangsur atau pun mendadak (De Vito, 1997 : 249).

Di dalam Podcast Suara Ibra pun menjelaskan, “Jatuh cinta dengan teman sendiri adalah jatuh paling mudah dan jatuh cinta yang paling tulus karena jatuhnya pasti karena sebuah kenyamanan yang dirasakan, mungkin karena tiap hari bareng terus begitu. Jatuh cinta sama temen sendiri, gampang jatuh cintanya tetapi susah bilangnya, itulah friendzone”.

Fakta dalam hubungan ini sangatlah tidak mudah, jika kita menjalani hubungan ini maka banyak risiko yang harus kita ambil, kita akan lebih sering mendapatkan sakit hati dibandingkan kebahagiaan karena kita akan selalu mendengarkan ceritanya entah tentang perasaan dia kepada orang lain, keluarganya dan masa depan dia. Kita sebagai seseorang yang menyukai teman kita hanya bisa menghiburnya jika ia merasa tersakiti dan kesepian, karena itulah tugas teman dan menunjukkan perhatian kita kepada teman kita.

            Lalu apakah kita bisa bahagia dalam menjalani hubungan pertemanan ini?

Jangan khawatir! Kita semua berhak bahagia atas apa yang kita lakukan. Dalam hubungan pertemanan ini kita pasti sangat berharap bahwa kita bisa memiliki hatinya, namun sangat disayangkan di dalam hubungan ini kita tidak boleh terlalu berharap karena hubungan ini didasari oleh sebuah pertemanan, ketika kita menyatakan perasaan kita terhadap teman kita, kita tidak akan tahu bahwa dia akan menerima atau menolak kita. Ketika kita mendapatkan penolakan maka pertemanan yang kita jalani akan mulai renggang, karena perasaan yang tidak enak dan canggung muncul diantara pertemanan ini. Tetapi tenang saja, jika ingin bahagia dalam menjalani hubungan ini alangkah baiknya kita tidak menyatakan perasaan kita, selain untuk menghindari hubungan yang renggang kita pun masih bisa selalu berada di sisinya, mendengarkan semua ceritanya, dan menghiburnya.

Bagi kalian yang sedang menjalani hubungan pertemanan ini, alangkah baiknya kalian menjalaninya sebagai bentuk rasa sayang kalian kepada teman kalian tanpa melibatkan perasaan suka dan ingin memilikinya, karena perasaan itulah yang membuat kalian tersakiti sendiri. Sekarang saatnya kalian berpikir bahwa kalian hanyalah seorang teman.

            Pertama, tunjukanlah perasaan peduli kalian dan kekhawatiran yang kalian miliki sebagai bentuk rasa sayang kalian kepada teman kalian. Perasaan ini selalu menjadi  poin utama dalam sebuah hubungan pertemanan. Terkadang kita merasa peduli dengan teman kita sendiri dengan perasaan yang berlebih sehingga ketika kita sedang menghiburnya kita berharap dia akan menyukai kita balik. Mengontrol perasaan dan menurunkan ekspetasi yang berlebih dapat membantu kita dalam menjalani hubungan pertemanan ini dengan baik. "Jika perempuan dan laki-laki bersahabat, ujian terberatnya adalah perasaan." - Rintik Sedu

            Kedua, jangan memberi perhatian lebih. Pada saat dia membutuhkanmu, alangkah baiknya kamu memberikan perhatianmu secukupnya. Cukup dengan mendengarkannya dan memberi saran padanya maka kamu sudah dianggap teman yang baik. "Jangan memberi perhatian lebih seperti itu. Cukup biasa saja tanpa perlu menimbulkan rasa".

            Menjalani hubungan friendzone tidaklah mudah, banyak tantangan dan rintangan yang kita hadapi, banyak pula rasa sakit yang akan kita alami.  Berhentilah berharap bahwa dia akan menyukai balik, jika dia tau bahwa kamu menyukainya maka bersiaplah bahwa hubungan kalian akan renggang dan perlahan dia akan meninggalkanmu. Jika kamu masih saja berharap hubungan ini akan baik-baik saja, ya , sudah. Akan tetapi, apakah kamu siap kehilangan seorang teman yang kamu cintai?

Ikuti tulisan menarik Naufal Haikal lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan