x

Tertanda, aku menyukaimu.

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Minggu, 18 Desember 2022 16:54 WIB

Christin Wanita Paling Sombong

(Lanjutan dari Aku Jatuh Hati pada HRD) Perkenalkan wanita paling sombong yang berani berkata kasar pada seseorang yang banyak disukai dan digilai banyak wanita. Wanita itu bernama Christin.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Aku menghela nafas..

 

"Dimana boy? Sinilah minum kita..." 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Satu pesan masuk dari Fathir, teman baikku yang akhir-akhir ini bareng denganku menghabiskan malam sunyi.

 

Malam minggu kali ini menyebalkan. Bahkan mungkin tak akan pernah aku lupakan. Setelah menulis tentang seorang wanita yang diam-diam diperhatikan oleh seorang penulis sederhana yang sudah lama lupa caranya jatuh cinta. Bagaimana setelah kamu membaca tulisan itu, Christin?

 

Hanya butuh sepersekian detik saja bagimu memblokir semuanya. Menutup semua akses yang biasa menjadi jalur bagiku untuk menerima kabarmu. Dan pesan terakhirmu malam itu sangat melukai.

 

"Banghsad..."

 

Mataku mulai berkaca-kaca..

 

Aku mulai tertegun sambil mengingat semua usahaku.

 

"Manusia seperti aku memang nggak pantes hadir di dalam hidupmu.."

 

Aku mengirim pesan walaupun ceklis satu. Aku meninggalkan banyak pesan walaupun aku tahu itu tidak akan pernah sampai padamu. 

 

"Kok keliatannya malam minggu kali ini muram, boy?" Tanya Fathir yang menyimpan rasa penasaran.

 

Aku hanya diam dan memasang lagu Tulus - Sewindu.

 

Dan kau lupakan aku, semua usahaku..

 

Aku membakar sepuntung rokok dan menikmatinya.

 

"Kenapa boy? Lagi ada masalah?" Fathir bertanya lagi hingga merasa kesal karna diamku.

 

Mataku mulai berkaca-kaca lagi dan kali ini tanpa ku sadari airmataku menetes. Itu hal yang paling memalukan seumur hidupku dan temanku melihatnya.

 

"Dihh... Nangiss malu sama umur, boy! Pasti masalah cewek nih.. Cerita aja, boy! Jangan dipendam gitu."

 

Segelas kopi dihidangkan oleh Fathir.

 

"Minum dulu nih.."

 

Pandangan kosong namun Fathir tetap menunggu bibirku berucap sepatah kata. Namun aku masih diam seribu bahasa. Hingga akhirnya dengan suara lirih, aku mengungkapkan isi hatiku.

 

"Aku diblokir cewek yang aku suka."

 

"Oh si Christin?"

 

"........................"

 

Aku diam.

 

Wanita paling sombong yang aku rasa cerminan diriku sendiri. Karna memang semua wanita yang mendekatiku, semuanya aku tolak. Hingga akhirnya aku sendiri merasakan rasa penolakan itu. Dan ternyata begini rasanya..

 

Sialnya, kenapa harus tepat pada malam minggu? Kenapa tidak di hari biasa aja?

 

“Udahlah boy, ada 1001 wanita di dunia ini. Siapa sih yang nggak mau samamu? Tapi aku heran kenapa harus dia? Dari sekian banyak, kenapa dia?”

Aku benci pertanyaan yang dilontarkan oleh Fathir. Karna nyatanya kita tidak pernah menduga kapan dan dimana bahkan dengan siapa kita akan merasakan jatuh cinta itu. Memang benar apa yang dikatakan oleh banyak orang, bahwa cinta tidak harus memiliki. Seperti mengutip bagian dari lirik Tulus –Sewindu.

Cukup bagiku melihatmu tersenyum manis di setiap pagimu, siangmu, malammu.

Aku menghela nafas…

Memang hidup isinya bukan hanya tentang kebahagiaan. Kesedihan memang bagian yang tak terpisahkan, itu satu paket yang harus kita terima. Penolakan juga mendewasakan. Bertambah lagi goresan. Dan kembali membuat tidak percaya diri. Stok keberanian perlahan berkurang. Lalu aku mulai berpikir mungkin aku perlu memberi kesempatan untuk wanita yang telah menungguku. Bukan sibuk mengejar wanita yang aku inginkan tapi tidak menginginkanku.

Aku lelah mencintai sampai aku berpikir dicintai ternyata sebuah anugerah yang selama ini aku abaikan dari banyak wanita yang mendekatiku.

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan