Pengaruh Musik terhadap Emosi dan Pembelajaran - Analisis - www.indonesiana.id
x

Fahmi Hisyam

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Januari 2023

Kamis, 19 Januari 2023 11:42 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pengaruh Musik terhadap Emosi dan Pembelajaran

    apakah musik memiliki pengaruh terhadap pembelajaran dan emosi seseorang?

    Dibaca : 221 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    PENDAHULUAN

    Dikutip dari KBBI, musik ialah (1) Ilmu atau seni yang menyusun nada dan suara dalam sebuah urutan, hubungan temporal, juga kombinasi guna melahirkan aransemen (suara) yang memiliki sebuah kesinambungan dan kesatuan. (2) Suara yang ditata sedemikian rupa sehingga menghasilkan lagu, irama, nada, dan keharmonisan dari suara yang dihasilkan dari alat-alat yang menghasilkan irama. Ade Prianto Nugroho berpendapat “musik merupakan seni yang melukiskan tentang keindahan yang dipertunjukkan melalui wujud suara dan tanpa kita sadari suara-suara tersebut memiliki peran dalam pembentukan kepribadian seseorang.”

    Musik juga memilki beragam manfaat untuk kesehatan dan dapat memberikan tambahan mentalitas yang apik bagi peminatnya. Pendengar musik akan memiliki emosi yang lebih tenang, mental lebih terjaga, hidup nyaman serta membuat hidup mereka menjadi lebih percaya diri dengan mekarnya intelektual serta pengetahuan mereka. Musik tertentu telah menjadi konsumsi harian sebagai teman di  segala aktivitas, seperti belajar, bekerja, membaca, olahraga, dan sebagainya. Jenis musik pun bermacam-macam yang tentunya setiap individu pasti memiliki ketertarikan terhadap satu atau beberapa jenis musik yang menjadi favoritnya. Hal tersebut juga bisa dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, hobi, selera, dan lain-lain. 

    Bagi para penggemar, musik bukan sekadar intermezo yang berlalu begitu saja dari ingatan, tapi mungkin merupakan salah satu sarana yang insipiratif, memberi motivasi, dan dedikasi. Musik juga dapat meningkatkan insipirasi disaat sang pendengar sedang membayangkan apa yang sebenarnya terjadi pada isi lirik musik yang diengarkan pada masa lalu, masa kini serta masa yang akan datang, bisa memotivasi seseorang bilamana mereka mendengarnya sebagai pembangkit antusiasme, atau bisa memberi sumbangasih bilamana memberi perhatian lebih pada liriknya yang berisi nasihat-nasihat moral. Musik pun dapat mendirikan hasrat yang membuat pendengarnya berimbuh cintanya pada lingkungan bilamana mendapati lingkungan yang harus diperbaiki. Melalui karisma dari musik, seseorang berkeinginan untuk melihat dan mengenyam atmosfer yang romantis, indah, dan mempesona (Hirzi, Aziz Taufik.2005)

    PEMBAHASAN

    Secara umum, musik diartikan sebagai seni dalam aransemen bunyi untuk menciptakan berbagai kombinasi harmoni, melodi, ritme atau konten ekspresif lainnya. Musik memiliki banyak definisi berbeda di seluruh dunia tergantung dari perspektif masyarakat, dan budaya universal. Musik bisa menghasut dengan cara apa manusia berpikir, merasa, dan berkarakter. Fakta saintifik juga menyatakan bahwa musik memiliki asas biologis. Manfaat dari musik dapat diperoleh dari berbagai bidang seperti pendidikan dan kesehatan.

    Belajar merupakan sebuah kegiatan mental atau psikologis yang terjadi saat korelasi lingkungan yang menimbulkan transformasi dalam intelektual, keterampilan, dan prilaku (Winkel, 1996). Agar dapat menjangkau hasil belajar yang optimal, maka membutuhkan cara belajar yang lebih ampuh. Goleman (dalam Supradewi, Ratna. 2010) menunjukkan bahwa penelitian terbaru menyebutkan adanya korelasi antara keterkaitan emosi, cara belajar, dan ingatan jangka panjang. Tanpa kontribusi sentimental, kegiatan saraf otak masih belum cukup dari yang dibutuhkan guna  ʺmengingatʺ  pelajaran. Salah satu teknik belajar guna meraih efek lebih maksimal ialah dengan menerapkan quantum learning.

    Quantum learning adalah teknik pembelajaran yang disusun agar lebih mengasyikkan juga atraktif De Porter & Hernacki(Supradewi Ratna. 2010). Dengan desakan positif ataupun suportif, yang diketahui sebagai eustress, otak bisa ikut serta secara emosional serta memungkinkan aktivitas saraf yang optimal. Csikszentmihalyi (dalam Supradewi, Ratna. 2010). Hasil riset membuktikan bahwa murid kian tertarik mempelajari sesuatu ketika pelajaran tersebut menggembirakan, menantang, juga bersahabat, dan mereka mendapatkan hak suara untuk pengambilan sebuah keputusan. Dengan keadaan tertera, siswa menjadi lebih kerap turut serta pada aktivirtas sukarela yang berkaitan pada materi pembelajaran. Walberg(dalam Supradewi, Ratna. 2010).                     

    Musik mempunyai pengaruh yang kokoh pada area belajar. Riset menampilkan jika belajar lebih mudah dan lebih efisien ketika siswa dalam keadaan rileks serta tanggap pada sebuah pendapat. Orang dengan kondisi tersebut memiliki detak jantung 60 hingga 80 detakan per menit. Mayoritas musik klasik memiliki kesesuaian pada kondisi detak jantung manusia yang rileks saat sedang dalam kondisi belajar maksimal (Schuster & Gritton, dalam Supradewi, Ratna 2010).

    Musik juga bisa sebagai sarana untuk melampiaskan kekesalan disaat sesorang sedang menjalani masa “pancaroba” ataupun masa “kritis”. Pelepasan rasa frustasi ini biasa disalurkan melalui musik yang keras(rock/ hardrock). Musik lembut, semi keras, atau datar, atau musik yang memiliki bebagai macam warna yang dapat memberi makna pada pendengarnya ketika mereka meresapinya secara mendalam. Musik tidak hanya cukup dinikmati dan dimainkan, tapi penghayatan tersebut yang membantu pembentukan karakter pribadi seseorang. Komunikasi inilah yang terjadi antara seseorang bersama musik yang mereka dengarkan ataupun yang mereka mainkan. (Hirzi, Aziz Taufik.2005)

    Pengaruh musik pada kecerdasan otak manusia adalah ketika neuron hendak membentuk sirkuit bila ada impuls dari musik yang terjadi, akibatnya menyebabkan neuron yang terurai terhubung juga berintegrasi pada sirkuit otak, akibatnya menciptakan sebuah koneksi neuron otak kanan dan kiri. Khasiat musik untuk kepandaian otak adalah musik bisa membagikan stimulasi secara menyeluruh pada aspek pertumbuhan secara psikis serta kecerdasan intelektual. Pengaruh buruk dari terapi musik adalah ketika pendengarnya berlebihan saat menikmati musik bervolume tinggi karena dapat menggerecoki skema kerja syaraf rungu. Musik yang sesuai guna terapi kepandaian otak adalah musik yang berirama teratur, hendaknya dianjurkan untuk memilih musik yang lembut. Efektivitas terapi musik pada kecerdasa seseorang yaitu sebesar 70%(Prajnamita, 2010 dalam Roffiq, Ainur, dkk. 2017).

    PENUTUP

    Musik adalah seni yang lebih dari hiburan semata. Musik memiliki manfaat lain dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Pada bidang Pendidikan, musik berperan sebagai pemberi stimulasi kognitif dan kecerdasan emosional agar para siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran dengan maksimal. Sedangkan dalam bidang kesehatan, musik biasa digunakan sebagai sarana terapi yang digunakan untuk mempercepat pemulihan pasien pasca operasi, dan lain-lain. Musik juga dapat menjadi salah satu sarana pelampiasan emosi seseorang, entah itu marah, senang, sedih semua emosi dapat terlampiaskan secara sempurna melalui musik. “Apabila nutrisi bermanfaat guna menjadikan otak lebih sehat bugar, musik berpengaruh agar otak lebih prima. Dikala belajar ataupun bekerja, gerakan otak tidak merasa ‘terpaksa’. Sebaliknya, saraf-saraf serta segala sistem di dalam otak telah dalam kondisi terbaik juga siap bertugas. Musik menunjang persiapan jalur jalannya informasi pada otak.” (Hirzi, Aziz Taufik 2005)

    Ikuti tulisan menarik Fahmi Hisyam lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.