Budidaya Udang Windu yang Menjanjikan Cuan

Kamis, 9 Februari 2023 07:13 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

ini adalah tugas bahasa indonesia menulis artikel

Jika kamu penyuka udang pastinya  tidak asing lagi dengan udang windu. Udang dengan nama lain Penaeus monodon adalah udang asli Indonesia yang sering sekali disebut sebagai Black Tiger Shrimp. Sama dengan udang vaname, udang jenis ini adalah udang yang menjadi komoditas ekspor perikanan nomor satu di Indonesia.

Walaupun banyak peminatnya, ternyata masih sedikit Petambak yang berbisnis budidaya udang windu, loh! Buat teman- teman yang ingin membudidayakannya, caranya gampang dan pastinya dapat menguntungkan loh. Yuk, coba mengenal dengan si loreng hitam!

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Potensi Bisnis Budidaya Udang Windu

Udang jenis ini menjadi salah satu pilihan yang cocok untuk di budidaya selain menjadi Salah satu jenis udang asli dari Indonesia yang memiliki kualitas ekspor nomer satu. Dari segi harga juga berkisar 420 ribu hingga 500 ribu per kg. Sangat menggiurkan sekali harga jualnya bukan?

Sebelum udang windu menjadi populer di Indonesia, jenis using ini adalah komoditas udang yang paling unggul.  udang windu dahulu sempat meredup karena wabah maraknya penyakit bercak putih (white spot) yang menyerang,dan hal itu sempat membuat para pejuang tambak udang kewalahan karena terancam gagal panen.

Sebab , tingkat kematian infeksi penyakit ini bisa mencapai 100% dalam waktu 1 minggu. Akibatnya, banyak Petambak yang beralih budidaya ke jenis udang lain,namun teman-teman jangan khawatir karena disini akan menjelaskan bagaimana budidaya udang windu dengan benar dan pastinya menguntungkan.

Kebutuhan pasar baik lokal maupun internasional juga menjadi salah satu faktor udang windu sangat bisa dibudidayakan untuk para pemula. Sahabat juga bisa mengembangkan hasil panen udang windu menjadi olahan  seperti frozenfood dan makanan jadi seperti kerupuk,bakso,terasi dan masih banyk lagi yang tentunya akan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Walaupun terdapat peluang usaha yang bagus, budidaya udang windu juga membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi untuk menghasilkan panen yang memuaskan.

Hal pertama yang harus teman-teman perhatikan adalah lokasi tambak. Letak tambak yang strategis dapat menjadi nilai plus dan mempermudah budidaya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi tambak adalah dekat sumber air baik muara,sungai, maupun laut. Hindari tanah yg bersifat asal Tidak terletak pada daerah kemarau panjang dan juga daerah yg mempunyai curah hujan tinggi dan mudah diakses oleh kendaraan roda 4,Pilih tanah yg bertekstur lempung agar tambak tidak mudah bocor.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pengeringan kolam tambak yang berfungsi untuk mencegah bibit-bibit hama penyakit yang tersisa dari proses budidaya sebelumnya ataupun dari kolam terpal yang baru bisa hilang. Lakukan pengeringan kolam ini selama 2-4 hari. Yang kedua adalah remediasi Sekaligus Pemupukan Kolam,remediasi adalah proses penambahan bahan tertentu yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan unsur-unsur berbahaya pada kolam.

Selanjutnya adalah pemilihan dan penebaran bibit udang,sebelum membeli bibit, pastikan benih sudah lulus uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Benih yang sebelumnya sudah lulus uji PCR akan dapat dipastikan memiliki kualitas benih yang bagus dan sehat. Secara visual, ciri-ciri benih udang yang lulus uji PCR berwarna hijau kecoklatan bersih (tidak berwarna merah),Berukuran seragam,Ekornya (uropoda) sudah terbuka,Berenang melawan arus,Memiliki anggota tubuh yang lengkap,Bersih dari pathogen dasar (sesuai SNI benih udang windu).

Sebelum ditebar, disarankan benur harus melalui proses adaptasi suhu terlebih dahulu agar tidak stress.Adaptasi dilakukan dengan memasukkan benur ke dalam kantong plastik dengan air bersuhu 22 derajat celsius dan mengapungkannya di atas air tambak. Proses ini dianggap cukup ketika bibit udang yang ada di dalam kantong sudah  berenang dengan aktif.

Setelah proses pemilihan bibit, maka langkah selanjutnya adalah proses penebaran bibit benur. Agar proses penebaran bibit udang windu/benur berjalan lancar, Maka perlu melakukan penebaran bibit udang windu ketika kolam sudah siap (sudah ditumbuhi pakan alami udang windu), Lakukan aklimatisasi (penyesuaian habitat) agar benur tidak stress. Caranya,pertama letakkan kantong plastik/wadah bibit kedalam kolam tambak selama beberapa saat. Buka kantong/wadah perlahan dan biarkan bibit keluar dengan sendirinya. Lakukan penebaran bibit pada pagi hari (pukul 06-07), padat tebar benur yang disarankan adalah 8 ekor/m2.

Selanjutnya hal utama utama yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang adalah pemberian pakan yang dilakukan secara teratur. Udang windu bisa juga diberikan pakan alami atau buatan. Pakan alami udang windu dapat berupa plankton, lumut, bahkan sisa hewan maupun tumbuhan yang telah membusuk dalam tambak. Untuk memicu pertumbuhan plankton yang ada di tambak, berikan pupuk urea dan kompos.

Selain pakan alami, udang windu juga memerlukan pemberian pakan buatan seperti pelet yang bertujuan sebagai nutrisi tambahan udang. Teman- teman dapat memberikan pelet buatan pabrik yang khusus untuk pakan udang. Pemberian pakan sendiri dapat dilakukan pada pagi dan sore hari.

Udang windu harus diberikan makanan tambahan ketika udang sudah mencapai usia 3 bulan untuk menunjang pertumbuhan udang lebih cepat. Pakan tambahan bisa  berupa dedak yang dicampur dengan siput, bekicot , atau ikan yang telah dicincang halus.

Untuk perawatan udang windu sendiri perlu dilakukan penggantian air secara berkala untuk mencegah terjadinya serangan penyakit akibat air yang kotor.  Lakukan penggantian air dengan cara kuras air sampai hanya tersisa 40% volume air,tambahkan air hingga volume air tambak mencapai 100%. Setelah volume air mencapai 100%, dulur bisa mengecek kembali suhu air, kecerahan air, pH, DO, BOD dan keberadaan planktonnya sesuai dengan ketentuan diatas,disarankan untuk melakukan penggantian air secara berkala, setidaknya setiap 2 minggu sekali. Untuk kualitas air udang windu yang disarankan yaitu 15-25 ppt.

Panen udang windu yang ideal adalah berbobot sekitar 140 gram per ekor. Untuk mencapai ukuran ini, udang membutuhkan waktu sekitar 5-6 bulan.

Udang windu yang sudah siap panen akan terlihat segar, mempunyai kulit yang keras, bagian tubuh yang lengkap, bersih, licin, dan bersinar. Sahabat dapat memanen udang windu pada malam/dini hari menggunakan jala yang ditebar diseluruh tambak. Cara dilakukan untuk menghindari matahari yang bisa membuat udang menjadi kurang segar/kurang fresh. Setelah itu, udang direndam dengan es batu agar kualitas udang tetap terjaga ketika sampai di tangan pembeli.

Tidak perlu takut lagi untuk sahabat yang ingin mencoba memulai budidaya udang windu dalam skala besar atau kecil, karena mudah dan pastinya ini adalah bisnis yang menguntungkan dan dilirik udang windubanyak calon petambak muda.

Bagikan Artikel Ini
img-content
07_Devita Puji Lestari_XI AKL 1

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Budidaya Udang Windu yang Menjanjikan Cuan

Kamis, 9 Februari 2023 07:13 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler