x

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Jumat, 7 Juli 2023 13:34 WIB

Kok, Mau-maunya Indonesia Impor Aspal Terus?

Pak Jokowi ini lucu. Kekuasaan sangat besar sudah berada di tangannya, tetapi mengapa kok masih tidak mampu juga mewujudkan hilirisasi aspal Buton? Apakah masih ada orang lain lagi yang lebih berkuasa daripada pak Jokowi di negeri ini?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Berita mengenai Indonesia impor aspal bukanlah berita yang baru lagi. Karena Indonesia sudah mengimpor aspal sejak tahun 1980an. Jadi sampai sekarang ini sudah 43 tahun lebih. Lalu sampai kapan Indonesia akan impor aspal? Kata pak Jokowi, Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024. Apakah pak Jokowi tidak salah menyebutkan tahunnya? Mungkin yang dimaksud pak Jokowi, Indonesia akan stop impor aspal adalah pada tahun 2042. Tidak, tidak salah mengucapkan tahunnya. Pak Jokowi sudah memutuskan dengan tegas, Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024.

Berita mengenai Indonesia memiliki deposit aspal alam di pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang jumlahnya sangat melimpah, juga bukanlah berita yang baru lagi. Karena mirisnya, produksi aspal Buton pada saat ini hanya 7% dari total aspal impor. Berarti 93% selebihnya, Indonesia harus impor. Dan Indonesia mengimpor aspal sebesar 1,2 juta ton per tahun. Atau kurang lebih senilai US$ 900 juta per tahun. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukankah idealnya produksi aspal Buton itu adalah 60% dari total aspal impor?. Upaya-upaya apa saja yang sudah pemerintah laksanakan untuk meminimalkan impor aspal? Dan kapan target Indonesia akan berswasembada aspal?

Berita mengenai pak jokowi marah-marah, karena Indonesia impor aspal, sedangkan deposit aspal alam di pulau buton yang jumlahnya sangat melimpah, bukanlah berita yang baru lagi. Karena rakyat sedang menunggu apa hasil dari marah-marah pak Jokowi itu. Yang jelas adalah mengapa sekarang ini pak Jokowi diam saja mengenai masalah Indonesia impor aspal. Mengapa tidak ada upaya dan tindak lanjut yang konkrit dari kunjungan pak Jokowi ke pulau Buton pada tanggal 27 September 2022 yang lalu? Apakah marah-marahnya pak Jokowi itu hanya merupakan sebuah drama dan sandiwara belaka, seolah-olah pak jokowi peduli dengan aspal Buton? Kalau dugaan ini benar, apakah rakyat buton harus tertawa, atau menangis? Ah, rasanya tidak mungkin, kalau pak Jokowi tidak peduli dengan aspal Buton.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masalah Indonesia impor aspal sudah dipahami dengan baik oleh pak Jokowi. Dan pak Jokowi juga sudah berulang-ulang kali mengatakan bahwa industri hilirisasi aspal Buton harus secepatnya diwujudkan untuk mengsubstitusi aspal impor. Pak Jokowipun sudah memutuskan Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024. Rasanya pak Jokowi sudah berupaya semaksimal mungkin untuk aspal Buton. Tetapi kelihatannya ada sesuatu yang tidak nyambung dengan apa yang sekarang sedang terjadi. Hilirisasi aspal Buton kok masih belum juga terwujud. Malah pak Jokowi mau stop impor aspal pada tahun 2024? Apakah maksud pak Jokowi Indonesia akan stop impor aspal pada tahun 2024 adalah karena pemerintahan pak Jokowi akan berakhir pada tahun 2024? Dan setelah itu adalah urusan presiden yang baru?

Sebenarnya Indonesia ini dipimpin oleh siapa sih? Kalau dipimpin oleh seorang presiden yang bernama Joko Widodo, mengapa masalah impor aspal menjadi begitu sulit dan rumit? Aspal kita impor, karena aspal Buton tidak mampu memenuhi kebutuhan aspal nasional. Sampai di sini tidak ada satu orangpun yang mengeluh dan merasa bekeberatan. Pemerintah sudah benar telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik untuk menyediakan aspal impor guna mendukung pembangunan infrastruktur jala-jalan.

Tetapi keadaannya sekarang ini sudah jauh berbeda dengan keadaan 15 tahun yang lalu. Sekarang ini aspal Buton sudah dapat diolah menjadi aspal Buton ekstraksi guna mengsubstitusi aspal impor. Isu yang berkembang di masyarakat adalah aspal Buton ekstraksi ini harganya bisa jauh lebih mahal hingga tiga kali lipat daripada harga aspal impor. Dan anehnya lagi, gosip ini kok dipercaya oleh pemerintah, sehingga impor aspal boleh jalan terus sampai sekarang. Padahal harga aspal Buton ekstraksi bisa jauh lebih murah daripada harga aspal impor, tetapi tidak ada orang yang percaya. Kok Indonesia mau-maunya impor aspal terus? Padahal deposit aspal alam di pulau Buton jumlahnya sangat melimpah? Siapa yang dapat menjelaskan? Karena pak Jokowi sendiri juga menanyakan hal yang sama.

Sejatinya, masalah aspal impor versus aspal Buton ekstraksi, bukanlah masalah harga. Tetapi adalah karena masalah Indonesia sudah terperosok sangat dalam, dan selama bertahun-tahun, di dalam jebakan zona nyaman impor aspal. Sehingga dengan demikian Indonesia sudah sangat sulit untuk bangkit dan keluar lagi dari perangkap zona nyaman tersebut. Akibatnya, mau atau tidak mau, Indonesia harus impor aspal terus. Inilah bahayanya impor aspal yang telah membuat Indonesia terlena, ketagihan, dan kecanduan. Sehingga potensi besar dari aspal Buton untuk mengsubstitusi aspal impor telah diabaikan. Hal ini salah. Tetapi mengapa kok dibiarkan seolah-olah kebijakan impor aspal tidak terkalahkan?

Siapakah yang harus bertanggung jawab di negara tercinta ini dengan adanya fenomena zona nyaman impor aspal? Sudah tentu pak Jokowi sebagai presiden Republik Indonesia. Pak Jokowi mempunyai kekuasaan yang sangat besar untuk stop impor aspal pada tahun 2024. Tetapi apakah dengan stop impor aspal pada tahun 2024, otomatis aspal Buton akan mampu mengsubsitusi aspal impor? Bagaimana caranya? Ini pertanyaan sulit. Sedangkan program hilirisasi aspal Buton saja sampai sekarang ini masih belum juga kunjung terwujud.

Pemerintahan pak Jokowi akan segera berakhir pada bulan Oktober 2024. Seandainya masalah impor aspal ini tidak segera pak Jokowi selesaikan dengan baik, maka akan menjadi sebuah bom waktu. Hilirisasi aspal Buton harga mati. Hilirisasi aspal Buton sudah tidak terbendung lagi. Selama ini rakyat Buton masih berharap kepada pak Jokowi. Tetapi kalau harapan itu tidak bersambut dan pupus, maka pak Jokowi jangan harap berani datang lagi ke pulau Buton. Sudah cukup sekali saja pak Jokowi datang ke pulau Buton. Karena pak Jokowi telah pergi meninggalkan pulau Buton dengan meninggalkan tragedi janji-janji kosong.

Masalah Indonesia sudah impor aspal selama 43 tahu lebih jangan dianggap enteng dan remeh. Karena rakyat tidak akan diam selamanya. Suatu saat nanti pasti rakyat akan bangit dan mempertanyakannya hal ini. Fenomena impor aspal ini telah menunjukkan dan membuktikan dengan terang kepada rakyat bahwa pemerintah tidak melaksanakan kewajibannya untuk menyejahterakan rakyatnya sesuai dengan UUD’45, Pasal 33. Oleh karena itu, pemerintah harus mampu menjawab pertanyaan pak Jokowi: “Deposit aspal Buton melimpah, kok Indonesia impor aspal?”. Pak Jokowi ini lucu. Kekuasaan sangat besar sudah berada di tangannya, tetapi mengapa kok masih tidak mampu juga mewujudkan hilirisasi aspal Buton? Apakah masih ada orang lain lagi yang lebih berkuasa daripada pak Jokowi di negeri ini?

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler