x

Iklan

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Rabu, 16 Agustus 2023 11:09 WIB

Jangan Terkecoh, Inilah Perbedaaan Asuransi Pensiun Group Saving dan Dana Pensiun DPLK

Jangan terkecoh, inilah perbedaan asuransi pensiun (group saving) dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Pastikan tujuan keuangan Anda untuk apa?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tiba-tiba, ada pertanyaan terkait dengan asuransi pensiun (lebih dikenal dengan group saving) dengan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Apakah sama antara asuransi pensiun dengan dana pensiun? Jawabnya sangat jelas, tidak sama. Secara substansi, tujuan program asuransi pensiun adalah untuk proteksi yang pemberian manfaatnya dikaitkan dengan masa pertanggungan berakhir atau pada saat si tertanggung meninggal dunia di masa pertanggungan. Sedangkan DPLK adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) tertentu, selaku pendiri, yang ditujukan bagi karyawan yang diikutsertakan oleh pemberi kerjanya dan/atau perorangan secara mandiri. Maka siapapun yang menjadi peserta DPLK berhak mendapat Manfaat Pensiun, yang diterima oleh peserta baik secara berkala dan/atau sekaligus sebagai penghasilan hari tua yang dikaitkan dengan usia pensiun, masa kerja, dan/atau masa mengiur (sesuai UU No. 4/2023 tentang PPSK).

 

Mungkin sangat penting sebagai edukasi. Bahwa asuransi pensiun (bahkan pesangon) yang dikenal group saving sama sekali berbeda dengan dana pensiun, khususnya Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Siapapun atau publik harus tahu, apa tujuan program keuangaannya yang ingin dicapai. Bila untuk proteksi ya gunakan asuransi. Tapi bila untuk pembayaran manfaat pensiun maka harus di dana pensiun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Selain tujuan program yang berbeda antara asuransi pensiun (group saving) dengan DPLK, beberapa perbedaaan mendasar yang patut diketahuia antara lain:

  1. Dari manfaat: Asuransi pensiun (group ssaving) manfaat-nya dibayarkan bila terjadi risiko dan tidak terkait dengan usia atau masa kerja maka manfaatnya disebut “uang pertanggungan”. Sedangkan DPLK manfaat-nya dibayarkan saat masa pensiun tiba yang dikaitakn dengan usia, masa kerja, dan masa mengiur sehingga manfaatnya disebut “manfaat pensiun”.
  2. Dari istilah pembayaran: Asuransi pensiun (group saving) disebut “jatuh tempo” sehingga dibayarkanlah nilai tunai polis atau uang pertanggungan, sedangkan DPLK hanya dibayarkan saat “usia pensiun” yang ditetapkan tiba, maka dibayarkan seluruh akumulasi dana (iuran yang disetor + hasil pengembangan selama jadi peserta).
  3. Dari dokumen: Asuransi pensiun (group pensiun) dokumen perjanjiannya berbentuk “polis”, sedangkan DPLK berbentuk “kontrak” atau “perjanjian kerjasama”.
  4. Dari istilah dana yang yang disetor: Asuransi pensiun (group saving) setoran dana dalam program disebut “premi”, sedangkan DPLK disebut “iuran”.
  5. Dari investasi atau pengembangan dana: Asuransi pensiun (group saving) arahan investasi tidak dipilih peserta dan tidak ada investment specialist, sedangkan DPLK arahan investasi dipilih oleh peserta dan ditempatkan oleh investment specialist.
  6. Dari saldo dana: Asuransi pensiun (group saving) saldo dana yang terkumpul pastinya dikurangi biaya provisi atau komisi, sedangan DPLK saldo dana peserta pasti “utuh ditambah hasil pengembangan dana”.
  7. Dari regulasi: Asuransi pensiun (group saving) regulasi yang mengatur berdasar UU 14/2014 Perasuransian dan UU No. 4/2023 PPSK bidang Asuransi, sedangkan DPLK diatur dalam UU No. 4/2023 tentang PPSK bidang Dana Pensiun beserta POJK yang terkait dengan dana pensiun.

 

Memang benar, asuransi pensiun (group saving) dan DPLK sejatinya diterbitkan untuk membantu siapapun untuk mempersiapkan perencanaan dan alokasi finansial yang tepat dalam kurun waktu tertentu. Tapi secara mendasar, perbedaannya terletak pada untuk proteksi di asuransi pensiun (group saving) dan untuk manfaat pensiun di DPLK. Biasanya asuransi pensiun (group saving) dijalankan dengan prinsip “endowment” (asuransi + tabungan) atau PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan Investasi). Berbeda dengan DPLK yang memegang prinsip “pendanaan” hingga manfaat pensiun dibayarkan.

 

Sesuai UU No. 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) bidang dana pensiun ditegaskan program pensiun adalah setiap program yang mengupayakan Manfaat Pensiun bagi peserta, saat mencapai usia pensiun. Bahkan lebih dari itu, ditegaskan pula “Penyelenggaraan Program Pensiun dan manfaat lain oleh Dana Pensiun dapat diberikan perlakuan/ insentif perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan” (Pasal 171 UU. No. 4/2023).

 

Maka simpulannya, apapun produk keuangan yang dipilih tentu harus disesuaikan dengan tujuan keuangan, untuk apa dibayarkan? Bila terjadi risiko maka dibutuhkan proteksi. Bila saat usia pensiun tiba maka dibutuhkan dana pensiun atau DPLK. Jadi, tentukan tujuan keuangannya apa? Untuk proteksi atau untuk manfaat pensiun atau kompensasi pascakerja? Salam #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #EdukatorDanaPensiun

Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan