x

desain me by canva

Iklan

M Diva Mu'zizat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Agustus 2023

Minggu, 20 Agustus 2023 06:37 WIB

Eksistensialisme pada Masa Modern: Meretas Makna di Era Kompleksitas

Eksistensialisme pada masa modern dapat menjadi panduan berharga dalam membantu individu menemukan makna dalam dunia yang semakin kompleks. Dalam era informasi, keterasingan, ketidakpastian, dan banyak pilihan, eksistensialisme memberikan landasan untuk menjalani hidup dengan kesadaran, tanggung jawab, dan makna pribadi yang mendalam. Dengan meretas makna ini, individu dapat menghadapi tantangan zaman modern dengan lebih kuat dan penuh makna.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dewasa kini, perkembangan zaman semakin tidak terbendung. Kecepatan perkembangan teknologi memiliki dampak yang baik dan juga buruk bagi kehidupan bermasyarakat. Di era modern ini setiap indivudu dihadapkan segala problematik ketidaksiapan mengikuti perkembangannya. Kecepatan informasi dan keragaman pandangan membuat individu cemas dalam bertindak dan berkspresi.  Ekspetasi setiap manusia menjadi beragam dengan informasi yang disajikan. Inilah salah satu polemik setiap manusia di era ini, menjadikan dirinya cemas dan penuh kekhawatiran. Dalam era modern yang semakin kompleks dan penuh tantangan ini, konsep eksistensialisme dapat membantu setiap individu untuk meretas makna dalam realitas yang serba cepat dan terkadang membingungkan.

Eksistensialisme, sebuah aliran filosofis yang muncul pada abad ke-19 dan mencapai puncaknya pada abad ke-20, telah menjadi landasan pemahaman tentang manusia, kebebasan, dan makna hidup. Beberapa tokoh eksistensialisme sepert jean paul satre, Fredriech Nitsczhe, Albert Camus, mencari makna kehidupan pada zamannya. “Eksistensialisme" berasal dari kata dasar "eksistensi" (existence) dan akhiran "-alisme." Secara etimologi, kata "eksistensi" berasal dari bahasa Latin "existentia," yang berarti "keberadaan" atau "ada." Akhiran "-alisme" digunakan untuk membentuk kata-kata yang merujuk pada suatu sistem, aliran, atau filsafat tertentu.

Jadi, secara sederhana, "eksistensialisme" mengacu pada aliran filsafat yang menekankan pentingnya keberadaan (eksistensi) individu, pilihan, dan tanggung jawab pribadi dalam meraih makna dan menghadapi realitas hidup. Eksistensialisme berfokus pada pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang eksistensi manusia, kebebasan, makna hidup, keterasingan, dan hubungan antara individu dengan dunia sekitarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah satu tokoh eksistensialis yang memiliki relevansi besar dengan era modern adalah Jean-Paul Sartre. Sartre merupakan salah satu filsuf eksistensialis paling berpengaruh dan pandangannya memiliki banyak kaitan dengan tantangan dan dinamika yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Pendapat Sartre tentang kebebasan dan tanggung jawab pribadi sangat relevan dalam era modern yang kaya akan pilihan dan kompleksitas. Sartre berpendapat bahwa manusia adalah "condemned to be free" (dihukum untuk bebas), yang berarti bahwa manusia memiliki kebebasan mutlak untuk membuat pilihan dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Dalam dunia yang penuh dengan berbagai opsi dan keputusan yang kompleks, pandangan ini mengajak individu untuk lebih sadar akan konsekuensi dari pilihan mereka.

Konsep "bad faith" (ketidakjujuran diri) yang ditekankan oleh Sartre juga relevan dalam konteks modern. Dalam era sosial media dan citra yang terkadang diubah dengan semu, banyak individu cenderung berusaha untuk memainkan peran atau menyembunyikan aspek-aspek diri yang sebenarnya. Sartre menekankan pentingnya menghadapi kenyataan diri dengan jujur, yang dapat membantu individu meretas makna dalam hidup mereka.

Selain itu, pandangan Sartre tentang keterasingan juga memiliki relevansi yang kuat dalam era digital dan globalisasi. Keterhubungan teknologi dapat terkadang meredam kualitas hubungan manusiawi yang dalam. Sartre menekankan pentingnya interaksi yang otentik dan menjalin hubungan yang berarti untuk merasa terhubung dengan manusia lain secara lebih mendalam.

Tantangan etika dan tanggung jawab sosial yang dihadapi oleh masyarakat modern juga sejalan dengan pandangan Sartre. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab individu dalam membentuk dunia di sekitarnya. Dalam era di mana isu-isu global seperti perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan hak asasi manusia menjadi semakin penting, pandangan Sartre tentang tanggung jawab individu dapat memberikan inspirasi bagi individu untuk terlibat dalam perubahan positif.

Selain Jean-Paul Sartre, tokoh eksistensialis lainnya yang memiliki relevansi dengan era modern adalah Albert Camus. Pandangan dan karya-karya Camus juga memiliki banyak kaitan dengan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Albert Camus dikenal karena konsep "absurditas" yang dijelaskan dalam karyanya "The Myth of Sisyphus." Absurditas mengacu pada pertentangan antara keinginan manusia untuk mencari makna dalam hidup dan kenyataan bahwa dunia itu sendiri mungkin tidak memiliki makna inheren. Dalam era modern yang sering kali diwarnai oleh ketidakpastian, perubahan yang cepat, dan pertanyaan tentang makna hidup, konsep absurditas Camus tetap relevan. Masyarakat modern sering kali menghadapi tantangan untuk menemukan makna dalam konteks yang kompleks, dan pandangan Camus dapat membantu individu merenungkan tentang bagaimana menjalani hidup dengan integritas dalam menghadapi kenyataan ini.

Selain itu, pandangan Camus tentang pemberontakan dan revolusi juga memiliki relevansi dalam era modern. Dalam dunia yang penuh dengan ketidaksetaraan, konflik, dan perubahan sosial, pandangan Camus tentang pemberontakan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan dapat memberikan inspirasi bagi individu untuk berperan sebagai agen perubahan positif. Lalu bagaimana konsep eksistensialisme dalam meretas makna saat ini.

Dalam pandangan eksistensialisme kita dapat mencari makna di tengah kekacauan informasi. Dalam era digital dan globalisasi, individu dihadapkan pada ledakan informasi dan keragaman pandangan. Eksistensialisme memberikan kerangka untuk menggali makna pribadi di tengah kekacauan ini. Konsep pemilihan eksistensial mengajarkan bahwa meskipun realitas mungkin absurd, manusia memiliki kemampuan untuk memilih respons yang memberikan makna dalam hidup mereka.

Sering kali kita merasakan keterasingan dalam kehidupan modern. Perkembangan teknologi dan urbanisasi telah membawa manusia lebih dekat secara fisik, tetapi terkadang jauh secara emosional. Eksistensialisme menggarisbawahi keterasingan individu dalam masyarakat modern dan pentingnya menjalin hubungan bermakna. konsep eksistensialisme mengajak manusia untuk mengatasi isolasi dengan menggali kedalaman hubungan manusiawi.

Dalam masa yang absurd atau ketidakpastian manusia sulit mencari identitas. etidakpastian tentang masa depan, ekonomi global, dan perubahan sosial telah menjadi ciri zaman modern. Eksistensialisme menekankan pentingnya menemukan identitas dan nilai-nilai dalam keadaan ini. Pembahasan tentang eksistensialisme dapat memberikan pandangan tentang bagaimana individu dapat mengejar keterampilan dan minat yang sesuai dengan eksistensi mereka.

Di era modern ini setiap individu dihadapkan banyak sekali pilihan Era modern menawarkan banyak pilihan, tetapi kebebasan ini sering kali diikuti oleh kebingungan dan rasa takut akan tanggung jawab. Eksistensialisme berbicara tentang kebebasan sebagai beban, menggarisbawahi pentingnya memilih dengan penuh kesadaran dan menjalani akibat dari pilihan tersebut.

Eksistensialisme pada masa modern dapat menjadi panduan berharga dalam membantu individu menemukan makna dalam dunia yang semakin kompleks. Dalam era informasi, keterasingan, ketidakpastian, dan banyak pilihan, eksistensialisme memberikan landasan untuk menjalani hidup dengan kesadaran, tanggung jawab, dan makna pribadi yang mendalam. Dengan meretas makna ini, individu dapat menghadapi tantangan zaman modern dengan lebih kuat dan penuh makna.

 

Oleh : Muhammad Diva Mu’zizat

Kader IMM FISIP UMJ.

Ikuti tulisan menarik M Diva Mu'zizat lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB