x

Iklan

G. Yadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Desember 2022

Jumat, 1 September 2023 16:03 WIB

Presiden Macron dan PM Rutte Kongko di Resto Indonesia di Den Haag

Tulisan ini bagian dari proyek menulis Membaca Indonesia dalam Narasi De Telegraaf.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tulisan ini meresonansi artikel yang disusun Eveline Bijlsma, yang saat itu sebagai koresponden yang berbasis di Paris mewakili beberapa media Belanda sekaligus, antara lain De Telegraaf. Versi online artikel itu dirilis harian tersebut tanggal 30 Januari 2023 pada rubrik LUAR NEGERI dengan judul Macron met Rutte naar Indonesisch restaurant om te praten over grote groene subsidiepot.

Eveline melaporkan pertemuan antara presiden Prancis, Emmanuel Macron dengan perdana menteri Belanda, Mark Rutte yang berlangsung Senin malam, 30 Januari 2023. Maksud kunjungan Presiden Macron ke Den Haag tersebut untuk merayu Belanda mendukung rencana Uni Eropa menyepakati ‘Net-Zero Industry Act’, sebuah upaya mengimbangi kebijakan Presiden Joe Biden yang meluncurkan Inflation Reduction Act (IRA) di Amerika Serikat. Melalui IRA Amerika menyediakan US$369 milyar subsidi bagi dunia usaha untuk berinvestasi yang cinta lingkungan di sana. Yang dikuatirkan Brussel dan Prancis IRA mendorong larinya para investor dari Eropa ke Amerika.

PM Rutte tampaknya agak enggan dengan ajakan itu. Sepertinya Rutte masih berhitung karena ia tidak ingin membuat utang kolektif baru seperti dana pemulihan Covid-19 sebelumnya. Beberapa anggota Uni Eropa lainnya seperti Finlandia, Denmark, Estonia, dan Austria juga telah menolak inisiatif Presiden Macron tadi. Tetapi PM Rutte juga tidak sepenuhnya menutup diri dari proposal itu. Bahkan ia cenderung pada pelonggaran aturan terkait subsidi dari negara dan mempermudah akses mendapatkan dana bersama Uni Eropa bagi anggotanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada level kebijakan, kedua pemimpin ini kadang tidak sependapat. Tetapi secara pribadi  hubungannya hangat. Bahkan di awal tahun lalu mereka sepakat untuk lebih mempererat hubungan antara Paris dan Den Haag.

Menurut Rutte, jika antara Prancis dan Belanda telah mencapai kompromi dalam suatu hal maka seringkali disetujui pada tingkat Eropa. Meskipun sejak tahun lalu perimbangan kekuatan di Uni Eropa sedikit berubah, namun Macron yakin bahwa melalui Rutte ia bisa mendekati negara-negara Eropa utara yang lebih suka ‘berhemat’.

Pertemuan makan malam itu dilaksanakan di Restoran De Poentjak yang berdekatan pula dengan Restoran Garuda. Kedua restoran ternama dengan kuliner khas Indonesia itu terletak di centrum kota Den Haag. Tidak jauh pula dari gedung DPR Belanda. PM Rutte sepertinya ingin menjelaskan kepada Presiden Macro menu-menu khas yang berakar dari tradisi masakan Indonesia.

Presiden Macron rupanya masih ingin menggunakan taktik pendekatan melalui PM Rutte tersebut. Termasuk terkait tema dan topik pembahasan yang diagendakan dalam KTT Eropa dalam waktu dekat. Andai nantinya dalam pertemuan puncak itu ada negara anggota Uni Eropa yang mendukung kebijakan subsidi tandingan AS, maka Macron dapat mengklaim bahwa dialah sang pemrakarsa.

Kunjungan Emmanuel Macron ke Den Haag bertepatan dengan malam kedua aksi besar-besaran warga Prancis yang memprotes rencana kebijakannya menaikkan usia pensiun dari 62 menjadi 64 tahun. Saat ini koalisi politik Presiden Macron pun tidak memegang suara mayoritas di DPR Prancis sehingga legitimasinya terus menurun. Namun, sebagai presiden, Emmanuel Macron bisa menggunakan pasal 49.3 UUD sehingga UU inisiasi pemerintah tidak perlu diputuskan di Assemblée Nationale. Bagaimanapun, reformasi penting itu menimbulkan ketidaknyamanan.

Sementara itu, polemik dalam negeri tadi diserahkan Macron kepada perdana menterinya, Élisabeth Borne. Sedangkan ia lebih berupaya menonjolkan diri dalam percaturan politik dunia. Meskipun tidak pada semua front internasional prestasi Macron patut mendapat pengakuan. Salah satunya ialah hubungan Prancis-Jerman yang mulai agak mendingin. Dalam beberapa bulan terakhir, Prancis tidak dilibatkan oleh kanselir Jerman, Olaf Scholz dalam banyak keputusan penting. Tanpa rembukan dengan Macron, misalnya Scholz menjanjikan subsidi energi sebesar €200 milyar untuk dunia usaha, serta tidak menyertakan Prancis dalam dua proyek militer. Macron kecewa berat dengan hal itu. Untungnya, hubungan keduanya sedikit lebih hangat karena perayaan 60 tahun perjanjian persahabatan Prancis-Jerman. Ada janji yang sudah dua kali jadwalnya digeser gara-gara perbedaan pendapat tersebut.

Sedangkan, hubungannya dengan PM Rutte relatif lebih stabil. Macron sepertinya masih beranggapan bahwa kesuksesan di kancah internasional akan mendongkrak popularitasnya di dalam negeri. Cara pikir seperti itu tidak disikapi positif oleh warga Prancis. Alih-alih bermain dipanggung internasional, orang Prancis malah lebih mengharapkan Presiden Macro untuk cawe-cawe dalam urusan prioritas dalam negeri – terutama – membatalkan rencana program pensiunnya.

***

Penulis artikel yang diresonansi ini, Eveline Bijlsma, per 1 September 2023 ini akan kembali ke Belanda memulai tugas baru sebagai wartawan De Telegraaf.

Berita yang ditulis Eveline itu dilengkapi dengan enam foto. Bersumber dari ANP/Associated Press, foto pertama diberikan keterangan Rutte nam Macron, iets later dan gepland, mee naar Indonesisch restaurant Poentjak vlakbij de Hofvijver. Keduanya sedang duduk di meja makan De Poentjak dengan latar belakang bendera mini dari berbagai negara. Sedangkan foto kedua diambil saat keduanya makan di sebuah resto di Scheveningen diberi keterangan Macron en Rutte tijdens een eerder diner in restaurant Cru in Scheveningen. Rutte kiest vaker voor een informele setting. Pada foto ketiga terlihat Rutte dan sedang menggandeng Macron di resto De Poentjak yang diberi keterangan Rutte ontving Macron maandagavond in Den Haag, waar ze gaan eten bij Indonesisch restaurant Poentjak. Macron en zijn echtgenote brengen op 11 en 12 april een staatsbezoek aan Nederland, liet hij tijdens de persconferentie weten.

Dalam foto keempat, keduanya terlihat sedang menikmati makanan di sebuah resto di Paris, dalam kunjungan Rutte ke Prancis sebelumnya. Foto itu diberi keterangan Toen Rutte bij Macron op bezoek was in Parijs, aten ze in restaurant La Rotonde. Foto kelima menampakkan keduanya sedang bercengkrama. Presiden Macron menghadap kamera dan terlihat sumringah. Sesuai dengan visualisasi, foto ini diberi keterangan De regeringsleiders van Nederland en Frankrijk kunnen het op persoonlijk vlak goed met elkaar vinden. Foto terakhir memperlihatkan Presiden Macron dan Kanselir Scholz di hadapan para wartawan dan pemirsa dalam jumpa pers tanggal 22 Januari 2023. Foto ini diberi keterangan Parijs werd in de afgelopen maanden meerdere keren gepasseerd door bondskanselier Olaf Scholz. Foto kedua hingga kelima bersumber dari ANP/Haagse Hoogte. Sedangkan foto terakhir berasal dari ANP/SIPA PRESS FRANCE.

Rutte termasuk salah satu politisi terkemuka Belanda yang sangat menyukai dan bangga dengan masakan Indonesia. Politisi populis Belanda, Geert Wilders pun demikian. Serta banyak tokoh terkemuka Belanda lainnya. Dengan perkiraan bahwa ada sekitar 2 jutaan orang Belanda yang memiliki hubungan dengan Indonesia (Hindia Belanda) maka tidak salah jika terdapat lebih dari 400 restoran Indonesia di Negeri Tulip tersebut. Diantaranya De Poentjak dan Garuda. Potensi kultural ini seharusnya dapat dipupuk untuk membina hubungan yang lebih luas antara Indonesia dan Belanda.

Pola komunikasi yang diperlihatkan PM Rutte dan Presiden Macron layak disebut ‘diplomasi kuliner’ atau ‘diplomasi meja makan’. Terlihat sangat informal padahal isu yang bahas ada pada level kepentingan dua negara serta Uni Eropa. Berbeda dari yang lumrah tampak di negeri-negeri tertentu, pertemuan-pertemuan level tinggi tadi tidak terlihat pengawalan anggota paspam yang kekar dan gagah. Tentu protokol veiligheid dan bescherming tentu ada tetapi tidak kasat mata. Sehingga terkesan otentik dan tidak menengangkan. Menarik untuk menjadi pelajaran.

Ikuti tulisan menarik G. Yadi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu