x

Horror Story

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 6 Oktober 2023 17:36 WIB

Horror Story: A Man in The Dream

Seorang pria tertunduk sendirian duduk di sebuah taman. Sedang apa dia disana?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Aku berjalan sendirian.

Aku dimana? Sepertinya aku sedang berada di taman. Aku tidak tahu pukul berapa saat itu. Aku pun tidak memakai jam tangan. Aku berusaha menebak. Melihat langit rasanya, sepertinya ini jam 5 sore.

Aku melihat sekelilingku. Aku dimana? Aku ingin pulang. Apalagi sebentar lagi aku rasa malam akan tiba. Aku tidak mungkin sendirian di dalam kegelapan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aku menyelusuri jalanku. Tidak ada seorang pun disana. Taman itu tampak asri dan cantik. Bersih tidak seperti taman yang pernah aku kunjungi. Ini bersih sekali. Mungkin rasanya kaya berada di surga.

Aku duduk sebentar di kursi taman itu. Aku tampak kelelahan karna berjalan dari tadi. Aku bingung harus kemana. Taman ini besar dan luas sekali. Kemana lagi aku akan berjalan? Arah mana lagi? Sisi yang mana lagi? Aku tidak melihat rumah disini.

Ini sebuah taman.

Adakah seseorang yang bisa ku temui disini? Ayolah. Aku merasa ini sedikit aneh. Kenapa tidak ada seorang pun disini? Padahal taman ini bagus sekali. Apa tidak ada yang berniat mengunjungi taman sebagus ini?

Kira-kira 10 menit menyelusuri taman ini, aku melihat dari kejauhan. Ada seseorang disana sedang duduk di salah satu bangku taman. Dia sendirian saja. Aku mencoba menebak, sepertinya dia seorang pria.

Rambutnya pendek, berwarna hitam dan lurus. Berkulit putih dan sendirian saja.

Sedang apa dia disana? Pikirku sambil berjalan terus mencoba mendekatinya.

Dia hanya menunduk. Wajahnya tampak datar saat aku melihat dari sisi kanannya.

Apakah dia sedang sedih? Menangis karna sesuatu hal? Aku tidak melihat ekspresi apapun pada wajahnya.

Aku semakin dekat padanya. Kira-kira jarak 1 meter saja, aku mencoba menyapa dirinya.

Halo...

Aku terus mengulang sampai 3 kali kata sapaan. Aku terus menyapanya tapi tidak berani menepuk bahunya.

Rasanya aneh jika seseorang tidak menyahut padahal aku berada dekat dengannya.

Hingga akhirnya aku berusaha untuk mundur karna memang aku tipe penakut.

Aku takut.

Saat aku berjalan mundur sambil memperhatikan dirinya yang duduk sendirian disitu, tiba-tiba dia bangkit namun tetap menunduk. Dia berjalan meninggalkanku sendirian.

Dia mau kemana?

Tiba-tiba saja aku terbangun kaget karna seseorang memukulku dari dunia nyata.

Ya, aku harus bangun pergi kerja. Aku terlambat. Ibuku membangunku. Dari tadi berteriak dari luar kamarku hingga akhirnya merasa kesal makanya memukulku agar segera bangun.

Tidak lama setelah aku bermimpi pria aneh itu, aku mendengar kabar di daerah rumahku tepatnya di pasar dua.

Mongonsidi pasar dua...

Aku tinggal di pasar empatnya.

Aku melihat orang-orang berkeluaran dari rumah mereka masing-masing. Mendengar jeritan seorang wanita, kata mereka. Sangat kencang. Semua perhatian orang-orang terlempar kesana.

Aku jadi penasaran.

Sesampai disana, aku melihat seorang pria dengan muka sangat pucat dan kulitnya berwarna biru seperti lebam. Matanya melotot sangat mengerikan. Bagian lehernya seperti bekas terlilit tali.

Apa yang terjadi padanya? Ibunya terus berteriak histeris.

Ya, pria itu baru saja melakukan percobaan bunuh diri.

Wajahnya samar-samar aku ingat seperti wajah pria yang aku temui di taman. Aku melihat saat dia dibaringkan dan ibunya menangis disampingnya. Tinggi pria ini sama seperti pria yang ada di dalam mimpiku kemarin.

Apakah menjadi sebuah pertanda? Walau saat aku bermimpi, aku tidak mengenali seseorang tersebut.

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu