x

Iklan

Slamet Samsoerizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Maret 2022

Minggu, 8 Oktober 2023 08:11 WIB

Puisi Jon Fosse: Sesosok Manusia Ada Disini

Sesosok manusia ada di sini dan kemudian menghilang

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pemenang Hadiah Nobel Sastra 2023 Jon Fosse,  menulis tentang tokoh-tokoh yang mencoba melampaui kehidupan duniawi mereka. Menurut panitia Nobel, ia menerima hadiah untuk drama dan prosa inovatifnya yang menyuarakan hal-hal yang tak tersampaikan.

Jon Fosse, tidak hanya menulis novel, drama yang membawa namanya kian moncer di mancanegara, juga puisi. Tulisannya didasari oleh sebuah keterbukaan pencarian terhadap yang kekal: terhubung dengan yang lain, makhluk yang hidup. 

Berikut sebuah puisi Jon Fosse bertajuk A Human Being is Here atau Sesosok Manusia Ada Disini yang saya kutip dari laman poetryinternational.com. Puisi ini diterbitkan pertama kali di PIW ( 2010) dan diterjemahkan oleh May-Brit Akerholt. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sesosok Manusia Ada Disini *)

 

Sesosok manusia ada di sini

Sesosok manusia ada di sini

dan kemudian menghilang

dalam angin

yang lenyap

ke dalam

dan bertemu dengan gerakan batu

dan menjadi makna

dalam kesatuan yang selalu baru

dari apa yang ada

dan apa yang tidak

dalam keheningan

angin

menjadi angin

makna

menjadi makna

dalam gerakan yang hilang

dari segala sesuatu yang telah

dan sekaligus adalah

dari sebuah asal

suara membawa makna

sebelum kata membagi dirinya sendiri

dan sejak itu tidak pernah meninggalkan kita

Tapi itu adalah

di semua masa lalu dan di semua masa depan

dan itu adalah

dalam sesuatu

yang tidak ada

di perbatasannya yang lenyap

antara apa yang telah

dan apa yang akan datang

Tidak terbatas dan tanpa jarak

dalam gerakan yang sama

Ini membersihkan

dan menghilang

dan tetap ada

sementara itu menghilang

Dan itu menyala

kegelapannya

sementara ia berbicara

tentang keheningannya

"Tidak ada di mana-mana

Itu ada di mana-mana

Sudah dekat

Itu jauh

dan tubuh dan jiwa bertemu

di sana sebagai satu

dan itu kecil

dan sebesar

sebagai segala sesuatu

yang sekecil apa pun

dan semua kebijaksanaan berada

dan tidak ada yang tahu

di dalam dirinya yang paling dalam

tidak ada yang terbagi

dan segala sesuatu sekaligus dirinya sendiri dan segala sesuatu yang lain

di dalam yang terbagi

yang tidak terbagi

dalam batas tak berujung cara membiarkannya sirna

dalam kehadiran yang jelas

dalam gerakan menghilang

dan berjalan-jalan di siang hari

pohon adalah pohon

batu adalah batu

angin adalah angin

dan kata-kata adalah kesatuan yang tidak dapat dipahami

dari segala sesuatu yang telah

dari segala sesuatu yang lenyap

dan dengan demikian tetap

sebagai kata-kata yang mendamaikan

 

________________________________________

*) terjemahan: Slamet Samsoerizal

 

 

Ikuti tulisan menarik Slamet Samsoerizal lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu