x

Asyik Berghibah

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 13 Oktober 2023 10:02 WIB

Percayalah, Pasti Dia Gabut Doang

Lho? Bukan hanya cewe doang yang doyan ghibah, di tongkrongan cowo kadang ghibah juga kok.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

"Gimana Bree cewe kemaren?"

"Cewe yang mana?" Tanyaku balik dengan wajah polosku.

"Lah? Cewe cuma satu doang yang lo deketin kali. Lo kan gak pinter jadi buaya.."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Disambut gelak tawa teman lainnya di tongkrongan.

Iya juga sih, aku gak pernah bisa jadi buaya. Orang aku demennya lumba-lumba, gimana dong?

Aku terlihat cengengesan.

"Masih chatingan biasa aja sih.."

Aku tampak nyengir. Lagi-lagi aku gak bisa menyembunyikan rahasia di depan teman-temanku. Seolah paham dan ngerti hanya melihat dari gelagatku.

Salah seorang temanku yang ku anggap suhu perihal percintaan, tiba-tiba ngomong.

"Nggak apa-apa Bree, jadi temen chating aja. Mayaannn kan jadi gak kesepian."

Ya, aku lagi dekat dengan seorang wanita.

Cewe ini tuh hampir setiap hari chatingan samaku. Walau terkadang ada momen dimana aku merasa bosan banget jadinya sengaja bales lama-lama pesan masuk darinya.

Dosa gak ya? Hehehe..

Begitu juga dengan cewe itu. Kayanya sih dia sengaja juga biar obrolan atau chatingan terus, gak putus gitu. Makanya dia gak terlalu getol banget gitu.

Jadi setiap hari kami pasti chatingan. Selalu ada aja sih bahan obrolannya. Jarang putus. Obrolannya putus kalau aku hanya mengirim emoticon doang. Udah deh kelar itu, gak bakal lanjut. Just read doang sama dianya.

Berniat hati pengen akhiri biar jeda dulu gitu, karna terkadang aku merasa capek juga. Tapi kok setelah dua hari gitu gak liat notif dari dia tuh, rasanya kaya kecarian gitu?

Apakah ini yang dinamakan cinta?

Asooyyy geboyyy!

Hahaiiii...

Ada benernya juga sih apa kata temenku, gak masalah biar gak merasa kesepian banget ya kan?

Tapi kok?

"Percayalah, dia pasti gabut doang.."

Seorang yang lainnya juga tiba-tiba celetuk. Dan kalimat itu berhasil membuatku kepikiran. Overthinking lah pasti. Karna emang kalau dipikir-pikir sih ya ada benernya juga sih.

Karna aku pun niat awalnya juga karna gabut, kan? Iseng-iseng berhadiah lah. Kalau beruntung, bisa dibawa ke jenjang yang lebih serius.

Ghibah itu pun semakin seru saat mereka bertanya sosial media si cewe tersebut.

Masing-masing memperhatikan serius gawainya. Saat mereka tersenyum kecil melihat koleksi foto postingan si cewe itu, perasaanku mulai gak enak.

Tiba-tiba aku sengaja izin ke toilet. Pura-pura sesak pipis, padahal hatiku bertolak belakang. Belum bisa ku terima kenyataan tentang cewe ini menurut penilaian teman-temanku yang suhu ini. Aku pulang ke rumah diam-diam ku tinggal mereka di tongkrongan. Buat alesan, bola lampu di rumah meledak jadi disuruh nyokap balik cepat.

Karna apapun yang mereka katakan, hampir 90% benar. Dan aku yang sering disakiti cewe-cewe, belum siap aja merasakan sambaran petir gledek. Biar ku saksikan aja sendiri bagaimana aslinya wanita ini tanpa clue dari suhu-suhu.

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu