x

Chat Obrolan

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 13 Oktober 2023 20:55 WIB

Gejolak 10 Tahun yang Lalu

Temen gue mengingatkan sesuatu yang pernah terjadi 10 tahun yang lalu.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Ingatan gue terlempar pada masa itu. Tepat 10 tahun yang lalu, gue pernah melihat seorang cewe berkulit putih. Gue menebak, pasti ini cewe dari etnis Chinese.

Hmmm..

Makin yakin gue kalau cewe ini Chinese setelah gue melihatnya secara dekat meski tidak mengajaknya berinteraksi. Maklum, gue kan memang tipe cowo pemalu. Pendiam juga sih. Tapi kalau udah akrab banget, baru keluar aslinya gue. Hehehe...

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah seorang temen deket gue mengingatkan kembali gejolak itu. Ya, gue emang pernah naksir cewe yang berbeda etnis dengan gue. Dan gue cuma bisa mendam doang, kan?

Gue mau ngapain lagi coba? Ngedeketin tuh cewe?

Dulu gue meyakini kalau cewe-cewe Chinese itu pasti sombong banget. Pasti maunya sama cowo yang satu etnis dengan mereka juga.

Hingga satu kali gue bertemu seorang wanita bernama Winda. Jelas dia ramah banget di awal. Cantik, kulitnya putih mulus walau belum pernah gue sentuh sih untuk membuktikan mulus apa nggak. Tapi mulus deh kayanya kalau ingat dulu gue pernah stalking sosmednya. Kan dia sering tuh posting brand apa aja yang dia pakai untuk perlengkapan kecantikannya. Layaknya wanita pada umumnya lah.

Winda dulu pernah gue deketin. Nggak tau roh apa yang merasuki gue, bisa seberani itu mendekati cewe. Biasanya juga jaim gue. Tapi kali itu berani banget gue. Tepat saat gue kuliah semester 2.

Pertemuan singkat yang bisa langsung buat gue jatuh hati padanya. Ketemunya pertama kali di sebuah komunitas. Jadi setiap kali ada pertemuan di komunitas (lagi), yang jadi prioritas gue tuh bukan acara komunitasnya. Tapi fokus pengen liat Winda hadir di acara komunitas.

Hahahaha...

Mungkin emang gak rejeki gue aja kali ya, mendekati Winda cuma hitungan beberapa bulan gitu terus gue merasa kaya gak cocok deh sama ini cewe.

Atau mungkin karena Winda udah merasa deket kali ya makanya sifat aslinya keluar dan se-terbuka itu dia sama gue.

Hingga muncul satu becandaan yang bikin gue patah hati banget. Atau mungkin gue aja kali ya yang baperan.

Iseng gue bilang, bawa gue ke rumah lo deh..

Kan niatnya pengen main ya bertamu aja gitu.

Dan dia jawab dengan jawaban super iseng dan jahil tapi nyelekit aja gitu.

Tapi gue yakin, gue aja yang baperan mungkin.

Dia bilang, iya gue bawa entar biar dikenalin sama orang rumah sebagai pembantu baru.

Nyeessss...

Semenjak itu gue gak pernah lagi dan mengurangi intensitas chatingan atau memperhatikan dirinya. Hingga akhirnya lost contact deh.

Dan temen gue juga bilang kalau Winda mah cuma gabut doang. Mumpung gue hadir kenapa gak dimanfaatin?

Sakit tapi tak berdarah ~

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu