x

Karya Lukis yang dipajang pada pameran PKN FITK UIN Jakarta\xd

Iklan

Helga Rizky

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Oktober 2023

Kamis, 26 Oktober 2023 19:16 WIB

Memaknai Pekan Kebudayaan Nasional 2023 Melalui Peninjauan Berbagai Seni Sastra

Mengunjungi Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023 yang diselenggarakan oleh program studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia (PBSI) untuk menyaksikan beberapa rangkaian agenda, salah satunya yaitu pameran karya sastrawan Indonesia yang dipamerkan di lobby timur Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Memaknai Pekan Kebudayaan Nasional 2023 

Melalui Peninjauan Berbagai Hasil Seni Sastra 

Rabu, 25 Oktober 2023 | 14.15 WIB

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ruang tamu PKN

Program studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional dimulai dari tanggal 20-28 Oktober 2023 dengan beberapa rangkaian agenda yang menarik dan menakjubkan. Salah satu acara nya adalah ruang tamu diskusi resonansi budaya islam dalam sastra dan seni rupa. Bahasan yang diangkat oleh masing-masing narasumber membuat peserta diskusi melek akan budaya, karena penyampaian setiap narasumber tidak lepas dari seni.

Kaligrafer Internasional dan pendiri pesantren LEMKA yaitu Dr. Didin Sirojuddin, M.Ag mengatakan, “Kaligrafi itu bukan hanya sekedar seni tetapi kaligrafi adalah ilmu dan filsafat” Kaligrafi dapat diartikan pula sebuah karya lukis. Sebuah lukisan itu adalah garis atau dalam bahasa Arab disebut اَلْخَطْ (Al-Khat) karena dalam hakikatnya lukisan apapun terbuat dari gabungan garis -garis. 

Pengurus yayasan Tikar Seni Budaya Nusantara Bandung yaitu Hairus Salim, beliau memperkenalkan sastrawan ternama yaitu Danarto. Uniknya, setiap cerpen (cerita pendek) yang ditulis oleh Danarto bukan sembarang cerpen melainkan juga membuat ilustrasinya yang dapat membuat pembaca merasa masuk ke dalam cerita pendek tersebut. Beberapa dari sub judul nya pun berbentuk ilustrasi gambar yang cukup membuat pembaca terkesan dengan seni melalui beberapa judul yang terbuat dari ilustrasi gambar tersebut. 

Dari sekian banyak karya Danarto, diantara 27 karya yang menyebutkan malaikat meskipun hanya sepintas saja. Penggambaran malaikat tersebut di ilustrasikan dengan sebuah cahaya. Tidak ada 1 huruf  Arab pun yang tercantum dalam karya Danarto, tetapi banyak sekali pelajaran keislaman yang tersirat di dalamnya.

Danarto menuliskan kata “tanah” sebanyak 2 lembar di dalam karya nya. Akankah pembaca membaca tulisan yang berisi  kata “tanah” tersebut?. Lalu, Danarto juga membuat buku 1015 halaman yang hanya berisi tulisan “Allah”, sungguh unik bukan? hal tersebut bertujuan agar ketika membaca nya sama dengan berdzikir mengingat sang pencipta alam semesta.

Belajar dari setiap karya Danarto bahwa dalam menyampaikan dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara baik tersirat ataupun tersurat, tersembunyi maupun terang-terangan. Apa yang menjadi bagian dari tanggung jawab seorang warga Indonesia adalah mencintai tanah air dengan melestarikan bahasa dan seni yang disisipkan pula religiusitas seorang hamba. 

Ruang pameran yang dipenuhi dengan karya lukis indah dapat memanjakan mata para pengunjung. Hal ini bukan soal lukisan mana yang terbagus, tetapi bagaimana seorang pengunjung dapat mengenal kebudayaan melalui karya dari seorang sastrawan. Pekan kebudayaan nasional menjadikan ruang berkreasi sekaligus ruang apresiasi bagi siapapun yang menyaksikannya. Katakan cinta untuk budaya dan lestarikanlah semua sisinya.

Ikuti tulisan menarik Helga Rizky lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler