x

Seorang pria Palestina, ketika berdoa di Masjid Al-Aqsa, dikelilingi oleh polisi Israel. Foto dokumen ReutersAmmar Awar, Jumat (752021).

Iklan

Aulia

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Oktober 2023

Jumat, 27 Oktober 2023 08:20 WIB

Kecanggihan Iron Dome Israel Vs Roket Konvensional Hamas; Siapa Menang?

Sistem pertahanan rudal iron dome Israel telah digambarkan sebagai salah satu sistem pertahanan udara paling efektif di dunia. Namun, ternyata Iron Dome tidak dapat memberikan perlindungan yang sempurna, terutama dari serangan roket Hamas seperti terjadi pada Oktober 2023 ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pendahuluan

Israel, seperti banyak negara lainnya, menggunakan berbagai metode untuk mempertahankan wilayah dan penduduknya. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, sistem pertahanan udara seperti Iron Dome dan Iron Beam, serta pasukan darat, laut, dan udara. Penting untuk diingat bahwa setiap negara memiliki pendekatan unik mereka sendiri terhadap pertahanan berdasarkan sejarah, geografi, dan politik mereka.

Banyak negara yang tertarik dengan sistem pertahanan Iron Dome. Beberapa negara telah menunjukkan minat dalam sistem Iron Dome selama dekade terakhir, termasuk Rumania dan Siprus pada tahun 2022; Azerbaijan pada tahun 2016; Korea Selatan pada tahun 2012; India pada tahun 2010; dan Singapura pada tahun 2009. Namun, India dan Korea Selatan akhirnya tidak melanjutkan rencana tersebut, dan dalam kasus lain, tidak ada konfirmasi tentang pesanan atau pengiriman aktual.

Selain itu, beberapa negara Eropa juga telah menunjukkan minat pada Iron Dome. Misalnya, Republik Ceko dikatakan sedang “melihat dengan sangat serius” sistem ini. Amerika Serikat juga telah membeli komponen Iron Dome pada tahun 2019.

Iron Dome Dan Serangan Roket Hamas pada Oktober 2023

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sistem pertahanan rudal iron dome Israel telah digambarkan sebagai salah satu sistem pertahanan udara paling efektif di dunia. Sistem ini dirancang untuk menanggapi ancaman jarak pendek dari Gaza dan Lebanon selatan, dan telah mencegat ribuan roket sejak mulai beroperasi pada tahun 2011.

Namun, ada beberapa alasan mengapa Iron Dome tidak dapat memberikan perlindungan yang sempurna. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Iron Dome tidak dapat memberikan perlindungan yang sempurna pada serangan roket Hamas pada bulan Oktober tahun ini:

  1. Kapasitas Terbatas: Iron Dome memiliki kapasitas terbatas untuk mencegat roket. Setiap baterai Iron Dome hanya dapat menembakkan hingga 20 rudal pencegat, dan cakupan setiap baterai terbatas pada area sekitar 155 kilometer persegi. Ini membuatnya kurang efektif dalam menghadapi serangan besar dengan ratusan atau ribuan roket.
  2. Kecepatan Roket: Iron Dome dirancang khusus untuk mencegat roket yang terbang dengan kecepatan rendah. Roket yang terbang dengan kecepatan tinggi lebih sulit untuk dilacak dan dihancurkan. Kelompok seperti Hamas telah mengembangkan roket-roket yang terbang lebih cepat, yang mempersulit tugas Iron Dome dalam mencegatnya.
  3. Jumlah Roket: Serangan yang melibatkan banyak roket juga dapat membuat Iron Dome kewalahan. Sistem ini harus memprioritaskan roket mana yang paling berbahaya untuk dicegat, dan ini kadang-kadang mengakibatkan beberapa roket yang tidak dicegat, meninggalkan celah dalam perlindungan.

Selama serangan besar, seperti yang terjadi pada bulan Oktober 2023 ketika Hamas meluncurkan lebih dari 5.000 roket ke Israel, Iron Dome terbukti terbatas dalam kapasitasnya dan beberapa roket tidak dapat dicegat.

Selain itu, Hamas juga menggunakan taktik baru untuk mengelabui Iron Dome, seperti meluncurkan roket dari arah yang berbeda dan pada waktu yang berbeda, sehingga membuat sistem ini lebih sulit untuk mencegat semua serangan. Meskipun Iron Dome tidak sempurna, penting untuk diingat bahwa sistem ini tetap menjadi alat yang signifikan dalam melindungi Israel dari serangan roket.

Taktik Baru Hamas dan Dampaknya

Hamas telah menggunakan taktik baru untuk mengelabui Iron Dome, sistem pertahanan rudal Israel yang dirancang untuk mencegat roket. Taktik ini telah membuat Iron Dome lebih sulit untuk mencegat semua serangan, dan menyebabkan beberapa roket yang tidak dicegat.

Salah satu taktik yang digunakan Hamas adalah meluncurkan roket dari arah yang berbeda. Iron Dome menggunakan radar untuk melacak roket dan menentukan arahnya. Jika roket diluncurkan dari arah yang berbeda, Iron Dome mungkin tidak dapat melacaknya dengan benar. Taktik lain yang digunakan Hamas adalah meluncurkan roket pada waktu yang berbeda. Iron Dome menggunakan algoritma untuk menentukan roket mana yang paling berbahaya untuk dicegat. Jika Hamas meluncurkan roket pada waktu yang berbeda, Iron Dome mungkin tidak dapat mendeteksi semua roket. Selain itu, Hamas juga menggunakan roket yang lebih kecil dan lebih murah. Roket-roket ini lebih sulit untuk dideteksi dan dihancurkan oleh Iron Dome.

Taktik-taktik baru yang digunakan Hamas telah membuat Iron Dome lebih sulit untuk mencegat semua serangan. Hal ini menyebabkan beberapa roket yang tidak dicegat, dan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di Israel. Pada serangan bulan Oktober 2023, Hamas meluncurkan lebih dari 5.000 roket ke Israel. Iron Dome berhasil mencegat sekitar 90% roket tersebut, tetapi beberapa roket yang tidak dicegat menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Biaya Investasi dan Operasional Iron Dome

Biaya investasi satu buah baterai Iron Dome diperkirakan mencapai sekitar 50 juta dolar AS. Biaya ini mencakup biaya untuk sistem radar, sistem peluncur, dan rudal pencegat. Berikut adalah rincian biaya investasi satu buah baterai Iron Dome, Sistem radar dan system peluncur masing-masing: 20 juta dan Rudal pencegat 10 Juta Dolar AS. Biaya investasi ini dapat bervariasi tergantung pada spesifikasi baterai Iron Dome yang dipilih. Misalnya, baterai Iron Dome yang dilengkapi dengan sistem radar yang lebih canggih akan memiliki biaya yang lebih tinggi. Selain biaya investasi, Israel juga harus mengeluarkan biaya operasional untuk memelihara dan mengoperasikan sistem Iron Dome. Biaya operasional ini diperkirakan mencapai sekitar 10 juta dolar AS per tahun.

Berdasarkan data dari beberapa sumber, biaya operasional dan kerugian Israel selama memerangi Hamas di Gaza selama beberapa hari terakhir diperkirakan mencapai $2.5 miliar hingga $3.6 miliar. Biaya ini mencakup baik pengeluaran militer langsung maupun dampak tidak langsung terhadap ekonomi Israel.

Penegertian dan Cara Kerja Iron Dome

Iron Dome adalah sistem pertahanan udara yang diciptakan untuk melindungi dari berbagai jenis senjata jarak pendek yang dapat mengancam. Berikut adalah langkah-langkah cara kerja Iron Dome:

  1. Deteksi dan Pelacakan: Iron Dome dilengkapi dengan radar yang mendeteksi roket-roket yang mendekat. Radar ini kemudian terus melacak pergerakan roket-roket tersebut selama penerbangan.
  2. Perhitungan Ancaman: Sistem kontrol dan komando dengan cepat melakukan perhitungan untuk menentukan apakah roket yang mendekat tersebut merupakan ancaman atau kemungkinan hanya akan mengenai area yang tidak berpenduduk. Jika roket dinilai tidak mengancam, Iron Dome tidak akan meluncurkan interseptor.
  3. Peluncuran Interseptor: Jika roket dianggap sebagai ancaman, Iron Dome akan meluncurkan rudal interseptor dari darat untuk menghancurkan roket tersebut di udara. Interseptor ini memiliki kemampuan manuver tinggi, dengan panjang sekitar 3 meter, diameter sekitar 6 inci, dan berat 90 kilogram saat peluncuran.
  4. Intersepsi: Proses intersepsi menghasilkan suara ledakan keras dan terkadang dapat dirasakan dari permukaan tanah.

Iron Dome terdiri dari 10 baterai yang tersebar di seluruh wilayah Israel. Setiap baterai mencakup tiga hingga empat peluncur. Sistem ini sangat dapat dipindahkan dan hanya memerlukan beberapa jam untuk dioperasikan. Dewasa ini, menurut data dari Rafael Advanced Defense Systems, perusahaan pertahanan Israel yang mengembangkan Iron Dome, Israel memiliki sekitar 100 baterai Iron Dome yang ditempatkan di seluruh negeri. Setiap baterai terdiri dari tiga hingga empat peluncur stasioner, 20 rudal Tamir, dan radar medan perang. Pada tahun 2023, Israel telah memesan tambahan 15 baterai Iron Dome dari Rafael Advanced Defense Systems. Pesanan ini akan menambah kapasitas sistem pertahanan Iron Dome Israel menjadi lebih dari 115 baterai.

Dalam konteks sistem pertahanan Iron Dome, istilah "baterai" merujuk pada unit pertahanan yang mencakup berbagai komponen penting, seperti peluncur rudal dan radar. Setiap peluncur dalam sebuah baterai memiliki kapasitas untuk membawa hingga 20 rudal interseptor Tamir. Jadi, ketika kita membicarakan "pengisian ulang" baterai dalam konteks ini, kita sebenarnya membicarakan tentang menambah jumlah rudal interseptor yang tersedia dalam peluncur-peluncur tersebut.

Namun, istilah "titik jenuh" dalam konteks ini biasanya merujuk pada jumlah maksimum roket yang dapat ditangani oleh sistem pada satu waktu. Jika jumlah ini melebihi batas tersebut, maka beberapa roket mungkin akan lolos. Penting untuk dicatat bahwa ini bukan sesuatu yang dapat "diisi ulang"; sebaliknya, ini adalah sebuah batasan intrinsik dari kapabilitas sistem Iron Dome.

Setiap baterai Iron Dome biasanya dilengkapi dengan tiga hingga empat peluncur, dan masing-masing peluncur memiliki kapasitas untuk membawa hingga 20 rudal interseptor Tamir. Dengan mengasumsikan bahwa setiap baterai memiliki empat peluncur, maka setiap baterai memiliki potensi untuk membawa hingga 80 rudal interseptor. Dengan adanya 10 baterai yang tersebar di seluruh wilayah, sistem Iron Dome secara teoritis mampu membawa hingga 800 rudal interseptor pada satu waktu.

Namun, penting untuk diingat bahwa jumlah rudal yang dapat dilepaskan dalam satu jam misalnya tertentu akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat intensitas serangan yang dihadapi dan kecepatan di mana rudal interseptor dapat diluncurkan dan digantikan. Iron Dome dirancang untuk merespons ancaman dengan cepat, tetapi informasi rinci mengenai berapa banyak rudal yang dapat diluncurkan dalam satu jam tidak selalu tersedia untuk publik karena alasan keamanan.

Setiap baterai Iron Dome mampu melindungi area seluas hingga 60 mil persegi dan memiliki jangkauan untuk menangani ancaman yang datang dari jarak hingga 43 mil. Baterai Iron Dome dapat dipasang di daratan maupun di atas kapal, dan Israel telah menempatkan setidaknya 10 baterai di seluruh negara untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur yang vital.

Harap dicatat bahwa meskipun sistem ini sangat efektif, namun tidak sempurna. Ada batasan pada jumlah roket yang dapat ditangani pada satu waktu, dan biaya operasionalnya bisa menjadi signifikan jika ada serangan roket dalam jumlah besar.

Sistem Pertahanan Udara Israel lainya

Israel memiliki beberapa sistem pertahanan udara lainnya selain Iron Dome1. Semua sistem ini bekerja bersama-sama untuk membentuk pertahanan udara berlapis-lapis Israel. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. David’s Sling: Ini adalah sistem pertahanan rudal jarak menengah yang dirancang untuk melawan roket, artileri, dan pesawat nirawak.
  2. Arrow dan Arrow 3: Arrow adalah sistem anti-rudal balistik, sedangkan Arrow 3 adalah rudal anti-balistik hipersonik eksosfer.
  3. Patriot: Ini adalah sistem pertahanan rudal jarak jauh yang dirancang untuk melawan pesawat musuh dan rudal balistik.
  4. Barak-1 dan Barak-8: Barak-1 adalah rudal permukaan ke udara jarak pendek untuk keperluan angkatan laut, sedangkan Barak-8 adalah rudal permukaan ke udara jarak menengah hingga jauh untuk keperluan angkatan laut dan darat.
  5. SPYDER: Ini adalah rudal permukaan ke udara jarak pendek hingga menengah untuk keperluan darat.

Peran Amerika Serikat dalam mendukung Iron Dome Israel

Peran Amerika Serikat dalam pengembangan dan pendanaan sistem pertahanan Iron Dome di Israel adalah krusial dan sangat memengaruhi perkembangan sistem ini. Berikut adalah rincian lebih lanjut mengenai kontribusi Amerika dalam mengembangkan Iron Dome:

  1. Pendanaan yang Signifikan: Amerika Serikat telah memberikan dukungan finansial yang substansial untuk pengembangan Iron Dome. Selama periode 2011 hingga 2021, AS telah menyediakan lebih dari $1,6 miliar dalam pendanaan untuk program ini. Bahkan pada tahun 2022, Kongres AS menyetujui tambahan $1 miliar untuk mendukung pengembangan dan pemeliharaan Iron Dome. Ini mencerminkan komitmen Amerika dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas sistem pertahanan ini.
  2. Pengembangan Teknologi dan Kolaborasi: Iron Dome awalnya dikembangkan tanpa bantuan AS, namun pada tahun 2011, AS mulai memberikan dukungan finansial yang signifikan. Lebih dari sekadar pendanaan, AS juga mempromosikan kerja sama dalam pengembangan teknologi Iron Dome. Kongres AS mendorong pembagian teknologi dan produksi bersama, yang akhirnya melibatkan Raytheon, sebuah perusahaan Amerika, dalam proyek ini. Raytheon berperan dalam pembuatan komponen penting untuk rudal interseptor Iron Dome.
  3. Penggunaan oleh Militer AS: Selain mendukung pengembangan Iron Dome untuk Israel, militer Amerika Serikat juga mengadopsi teknologi ini. Contohnya, Angkatan Darat AS telah mendirikan dua baterai Iron Dome dan telah menerima sekitar 312 rudal interseptor. Ini menunjukkan pentingnya teknologi Iron Dome dalam strategi pertahanan AS di berbagai konteks.

Walaupun AS telah memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan dan pendanaan Iron Dome, penting untuk mencatat bahwa sistem ini tetap merupakan produk dari industri pertahanan Israel. Kontribusi Amerika tidak hanya berdampak pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan dan daya tahan sistem ini dalam menghadapi ancaman rudal.

Penutup

Pertempuran antara Israel dan Hamas pada bulan Oktober 2023 menjadi bukti bahwa teknologi canggih tidak selalu menang melawan teknologi konvensional. Hamas, yang memiliki teknologi roket yang relatif sederhana, mampu menerobos sistem pertahanan Iron Dome Israel yang didukung Amerika Serikat, yang merupakan salah satu sistem pertahanan rudal paling canggih di dunia. Salah satu faktornya adalah jumlah roket yang diluncurkan oleh Hamas yang  melebihi 5.000 roket ke Israel. Jumlah ini jauh melampaui kapasitas Iron Dome.

Selain itu, Hamas juga menggunakan taktik baru untuk mengelabui Iron Dome. Hamas meluncurkan roket-roket dari arah yang berbeda dan pada waktu yang berbeda, sehingga membuat Iron Dome lebih sulit untuk mencegat semuanya. Meskipun Iron Dome tidak dapat memberikan perlindungan yang sempurna, sistem ini tetap merupakan alat yang penting untuk melindungi Israel dari serangan roket. Sistem ini telah menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi kerusakan infrastruktur. Pertempuran antara Israel dan Hamas juga menunjukkan bahwa peperangan modern tidak lagi hanya tentang teknologi. Faktor-faktor lain, seperti taktik, jumlah, dan biaya, juga memainkan peran penting dalam menentukan hasil pertempuran.

 

Ikuti tulisan menarik Aulia lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu