x

Danarto 2

Iklan

Tim Publikasi Ruang Tamu PKN

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 Oktober 2023

Minggu, 29 Oktober 2023 08:53 WIB

Hairus Salim: Danarto Merupakan Seniman yang Istimewa

Diskusi Resonansi Budaya Islam dalam Sastra Seni Rupa merupakan salah satu rangkaian acara dari Ruang Tamu Pekan Kebudayaan Nasional 2023 yang diselenggarakan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bekerja sama dengan Kemendikbudristek.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Diskusi Resonansi Budaya Islam dalam Sastra Seni Rupa merupakan salah satu rangkaian acara dari Ruang Tamu Pekan Kebudayaan Nasional 2023 yang diselenggarakan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bekerja sama dengan Kemendikbudristek.

Pada diskusi ini mengundang tiga narasumber di antaranya Hairus Salim selaku Pengurus Yayasan Tikar Seni Budaya Nusantara Bandung. Diskusi ini dilaksanakan pada Rabu (25/10/23) di Teater Prof. Mahmud Yunus FITK.

Pemaparan materi yang disampaikan oleh Hairun Salim merupakan hasil pengamatan kepada seorang penulis, perupa, penata artistik film, dan penata artistik teater, yaitu Danarto. Danarto merupakan seniman istimewa, dia menulis cerpen sekaligus dapat membuat ilustrasi untuk cerpen-cerpennya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Jadi tidak ada orang di Indonesia, bisa bikin cerpen tapi sekaligus bikin ilustrasinya. Danarto unik, bisa bikin cerpen tapi sekaligus bisa bikin ilustrasinya," ungkap Hairus Salim.

Media-media yang memuat karyanya juga memberikan akses dan ruang untuk ekspresi dan aktualisasi ini. Salah satu tokoh yang banyak muncul dalam cerpennya dan satu-satunya novelnya berjudul Asmaraloka adalah "malaikat".

"Nah, saya baca dari 96 cerpen Danarto itu, dua puluh tujuhnya menyebut malaikat secara eksklusif,” jelas Hairus Salim.

Dalam narasi keagamaan (Islam), malaikat adalah sosok yang sangat menonjol, digambarkan hadir sering kali samar tapi juga sangat films. Tetapi, mungkin karena faktor teologis, kehadirannya dalam tradisi visual Islam sangat jarang dan langka.

Malaikat hadir di dalam banyak karya Danarto sebagai bagian dari makhluk lain yang tak kasat mata dan berasal dari dunia tak nyata. Kehadiran malaikat dalam cerpen Danarto ada yang tipis sekali, ada yang tebal sekali, dan ada juga yang ketika malaikat menjadi tokoh, tema, dan pokok cerita.

Seperti yang digambarkan di dalam salah satu cerpennya yang berjudul Di Atas Bumi di Atas Langit berkisah tentang anak kecil yang sedang menunggu ibunya di rumah sakit didatangi sosok malaikat Izrail yang menjelma menjadi seseorang.

Padahal, malaikat Izrail ingin mengambil nyawa ibunya, sampai akhirnya ibu anak kecil tersebut meninggal yang membuat anak kecil itu sedih dan menunggu ibunya berhari-hari di makam. Sehingga hal ini membuat dia sakit. Ketika anak kecil tersebut sakit didatangi oleh sosok malaikat Izrail, ia berkata mengapa tidak membawa dirinya bersama ibu? Lalu, malaikat Izrail menjawab bahwa dia ke sini ingin mengajak anak kecil tersebut bertemu ibunya.

Dalam cerpen tersebut jelas ditunjukkan sosok "malaikat". Danarto merupakan sastrawan yang begitu unik pada setiap karyanya. Kelebihan sosok Danarto dapat dilihat dari kemampuannya membuat cerpen dan ilustrasinya, serta keunikan dalam memilih tokoh dalam cerpennya, seperti tokoh “malaikat”.

Penulis: Nina Husna

Ikuti tulisan menarik Tim Publikasi Ruang Tamu PKN lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler