x

Kegiatan pelatihan implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka

Iklan

Haikal Atila

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 November 2023

Jumat, 3 November 2023 09:50 WIB

Penguatan Pendidikan Karakter dalam Kurikulum K13 Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan Indonesia

Pendidikan karakter dan k13 dua hal yang berbeda namun jika dikompresikan akan menghasilkan sebuah program mutu pendidikan berkualitas bagi swadaya siswa indonesia. Dua akar penting dalam togak sistem pendidikan yang sering diabaikan dan dienyahkan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kurikulum memiliki pengertian yang sempit maupun luas. Secara ringkasnya, Kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang berarti berlari dan currere yang artinya tempat berpacu . Dalam bahasa Latin ”curriculum” semula berarti a running course, or race course, especially a chariot race course dan terdapat pula dalam bahasa Prancis ”courier” artinya ”to run,berlari”. Kemudian, istilah tersebut digunakan untuk merujuk pada berbagai “courses” atau mata pelajaran yang harus diselesaikan untuk memperoleh sebuah gelar atau ijazah.

Kurikulum memiliki peran yang sangat signifikan dan strategis dalam konteks pendidikan. Meskipun bukan satu-satunya faktor kunci dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan, kurikulum berfungsi sebagai panduan utama dan pedoman terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Kurikulum juga berperan sebagai panduan bagi para pelaku pendidikan, termasuk guru dan staf pendidikan, untuk mengembangkan kreativitas mereka dan kemampuan mereka dalam merancang serta melaksanakan berbagai materi dan alat pembelajaran. Oleh karena itu, pendidik dan tenaga kependidikan yang efektif adalah mereka yang dapat memahami dengan baik kurikulum dan melaksanakannya dalam konteks pembelajaran.

Dari uraian di atas, tersingkap bahwa kurikulum membutuhkan sebuah komponen utama dalam menunjang proses pembelajaran. Komponen tersebut adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter merujuk pada usaha yang dijalankan oleh manusia dengan kesadaran dan perencanaan yang matang, bertujuan untuk mengajar dan memaksimalkan potensi peserta didik, dengan tujuan utama membentuk karakter pribadi mereka agar dapat menjadi individu yang memberikan manfaat baik bagi diri sendiri dan lingkungannya . Kurikulum 2013 telah menekankan pentingnya pendidikan karakter dan nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan pada peserta didik, termasuk aspek-aspek seperti religius, nasionalisme, integritas, kemandirian, dan semangat gotong royong . Kurikulum Merdeka, yang diperkenalkan oleh Kemendikbudristek, adalah inisiatif untuk meningkatkan dan menyempurnakan Kurikulum 2013. Fokus utama dari Kurikulum Merdeka adalah memperkuat pendidikan karakter melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, dengan penekanan khusus pada penguatan profil pelajar Pancasila.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Langkah awal dalam mengembangkan kurikulum berbasis pendidikan karakter adalah dengan mengidentifikasi tantangan karakter yang dihadapi, yang kemudian mengindikasikan kebutuhan untuk menggabungkan nilai-nilai karakter ke dalam semua aspek pendidikan. Tim yang bertanggung jawab di pusat pengembangan kurikulum seharusnya melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang pendidikan karakter kepada kepala sekolah, guru, dan staf kependidikan lainnya untuk memastikan pemahaman yang seragam mengenai konsep pendidikan karakter.

Tujuan utama dari penguatan pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 berperan penting dalam proses penguatan pendidikan karakter, dan modul bimbingan teknis Kurikulum 2013 diintegrasikan dengan metode-metode yang mendukung penguatan pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter mengadopsi tiga pendekatan inti dalam Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan (PPK), yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Ketiga pendekatan ini merupakan pendekatan komprehensif yang harus diterapkan di seluruh unit pendidikan .

Penerapan penguatan pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 bisa terealisasi dengan cara menginternalisasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran, mencakup pengembangan aspek fisik, intelektual, dan aspek moral/sosial . Terlebih lagi, buku ajar yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa menjadi alat yang berguna untuk menerapkan PPK dalam proses pembelajaran di ruang kelas . Perlu diberikan perhatian terhadap elemen-elemen yang memfasilitasi maupun menghambat penguatan pendidikan karakter dalam Konteks Kurikulum 2013. Peran pendidik dan peran keluarga memiliki signifikansi besar dalam upaya mengembangkan karakter peserta didik .

Ikuti tulisan menarik Haikal Atila lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler