x

Desember Tanpamu

Iklan

Acha Hallatu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Minggu, 5 November 2023 14:33 WIB

Desember Tanpamu

Sebentar lagi bulan Desember akan tiba. Harusnya kau ada disana.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bunyi suara detik jam dinding di rumahku.

Aku terbangun tengah malam. Aku pergi ke dapur. Ku ambil segelas air minum untukku. Aku terduduk sendirian di kursi ruang makan.

Aku melihat jam dinding. Ini pukul tiga pagi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aku menghela nafasku.

Lagi dan lagi, aku mengelus dadaku. Diriku bersabarlah. Aku terus mengatakan itu. Semoga diriku terus bersabar.

Aku sudah bertemu dengan seorang wanita. Aku menyukai wanita itu. Lalu aku bertanya pada diriku. Apakah wanita ini akan bertahan lama? Atau malah pergi cepat seperti wanita lainnya yang hanya singgah?

Bulan Desember bentar lagi tiba. Bulan dimana aku sangat menantikan seseorang spesial hadir di dalam hidupku.

Setiap kali bertemu bulan Desember, aku sering merasa kesepian. Hingga akhirnya aku bertemu Winnie, wanita sederhana yang datang begitu saja. Entah darimana asalnya. Dia hadir begitu saja di dalam hidupku.

Semesta menuntun dirinya sampai akhirnya berhasil bertemu denganku.

Sampai aku bertanya-tanya pada Tuhanku, apakah wanita ini yang akan menemaniku di bulan Desember?

Aku begitu kesepian, ya Tuhan.

Tuhan tahu itu.

Aku tidak bisa melakukan hal lain. Tidak banyak yang bisa aku lakukan.

Aku hanya sering berdoa. Sambil berusaha juga. Ke semua orang aku ramah. Tapi emang dasar aku saja yang mungkin tidak menarik di mata para wanita. Begitu pikirku.

Sekarang setelah aku bertemu dan mulai dekat dengan Winnie malah yang terjadi sebaliknya. Ku pikir wanita ini akan bertahan lama.

Ah, sama lagi. Sama lagi. Ya sudahlah.

Winnie..

Aku pikir aku akan bersamamu Desember tahun ini. Ternyata ekspektasiku yang terlalu tinggi. Harusnya tidak perlu ku berharap lebih. Akhirnya jadi sakit seperti ini.

Lihatlah, hari ini aku berada di rumah sakit. Aku dirawat disini hari ini. Antara aku yang terlalu keras bekerja atau terlalu merindukanmu.

Udah tiga minggu aku tidak menerima pesan dari Winnie. Kadang aku merasa bahwa semuanya sudah berakhir.

Kapan lagi kirim pesan untukku? Aku masih menunggu. Rasa gengsi ini terlalu besar meski rasa rindu sudah sangat menyesakkan.

Ikuti tulisan menarik Acha Hallatu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

2 hari lalu